CEO Arogan Mengejar Cinta

CEO Arogan Mengejar Cinta
BAB 15


__ADS_3

Pagi itu terlihat kesibukan dia dua tempat berbeda tapi berbeda dengan seorang wanita yang masih terlelap di tempat tidurnya. Dia tidak tahu kalau pagi ini akan ada hal yang membuatnya terkejut. Alex sengaja meminta kepada mama nana untuk tidak memberitahukan niatnya. Ternyata ibu wanita itu setuju dengan permintaan pria itu.


Alex yang sudah siap dengan kemeja dan celana bahan yang dipilih oleh wanitanya. dia pikir melamar wanitanya tidak perlu menggunakan jas melihat kesederhanaan keluarga wanitanya. Dia sadar dia harus terbiasa dengan keluarga wanitanya.Tapi dia merasa nyaman dengan kesedahanan wanitanya. Apalagi setelah melihat karakter nana tadi malam saat bersama temannya. Dia sadar nana wanita yang memiliki batas sendiri dengan kaum pria walaupun dia sangat dekat dengan mereka.  Apalagi dia tahu kalau nana adalah wanita sederhana. Wanita itu senang dengan makanan pinggir jalan dan dia suka memberi. Dia tahu saat temannya bilang selama kuliah nana suka memberikan makanan walaupun tidak seberapa tapi alex tahu untuk nana memberi bukanlah hal mudah. Nana lahir dari keluarga sederhana dengan kepala pecari uang tertumpu dari papanya yang bekerja di dua tempat sekaligus. Walaupun itu keluarganya selalu mengajarkan memberi dan itu di terapkan oleh nana. Meskipun dia tidak memiliki banyak uang tapi setiap dia dapat uang lebih selalu memberika kepada temannya yang membutuhkan berupa makanan.


"Alex kamu sudah siap ." suara wanita yang sangat disayangi oleh alex membuatnya tersadar dari renungannya


"Sudah mah gimana ? baguskan?"



"bagus nak, sejak kapan kamu suka pakai baju berwana selain hitam." ucap sang mommy


"sejak nana yang memilihnya, apapun yang nana pilih pasti alex pakai." ucap alex bangga dengan hal yang dipilih oleh wanita pujaannya.


"WOW menantu mama sangat mendominasimu , rasanya mama tidak sabar bertemu dengan wanita pujaanmu itu lex." ucap mommy kagum menderngar wanita yang akan dilamar anaknya dapat membawa alex yang dulu. Kalau bukan karena wanita itu alex tidak akan kelam dan membenci wanita tapi setelah bertemu nana, Perlahan alex yang pernah hilang kembali. Alex yang hangat pada orang terdekat dan mudah tersenyum.


"Bentar lagi mom, alex saja sudah tidak sabar bertemu dengan nana. Padahal tadi malam baru saja bertemu. Alex pengen cepat-cepat menjadikannya istri alex  mommy." ucap alex dengan semangat mengingat keinginannya itu.


"maka buat itu segera terlaksana son." ucap seorang pria yang tidak kalah tanpa dari alex


"Dady, aku sudah membuat acaranya dan itu akan dilaksanakan akhir bulan ini." ucap alex bangga dengan apa yang dilakukannya.


"itu memang anak daddy, kalau wanita itu menolakmu sudah kamu langsung bawa kepelaminan saja hahahha seperti ibumu."


"hey pria tua berhentilah aku tidak seperti itu." protes wanita tua itu.

__ADS_1


"iya sayang daddy hanya memberikan saran pada anakmu itu saja." ucap daddy


"tenanglah pah kedua orang tua nana sudah setuju dan tinggal mendapatkan nana saja." smirk alex muncul mengingat kedua mertuanya menerimanya secara tidak langsung.


"Baguslah son ayo kita sarapan dulu jangan sampai kamu pingsan saat sampai sana ." gonyolan daddypun muncul dan hanya dibalas mesen pada wajah anaknya.


Dilain tempat nana yang masih asik dengan mimpinya harus bangun oleh teriakan sang mama.


"Bangulah nak mandi dandan yang cantik hari ini bakal ada tamu penting." ucap sang mama


"aduh mah aku diam saja di kamar gak akan keluar ajah." ucap sang anak yang masih mengantuk itu.


"tidak ada penolakan cepat mandi sana dan pake sedikit make up." ucap mama sambil mendorong anaknya ke dalam kamar mandi.


"nak pakai dress jangan celana dan kaos oblong awas ya." ucap mama menghentingkan kegiatannya mengambil celana jeans dan kaos oblongnya.


"ada apa sih jarang-jarang harus pakai dress segala ." Gumam nana sebal mendengar perintah sang mama


Nana memilih dress berwarna cream dengan panjang dibawah lutut. Keluargannya melarang nana memakaian yang terlalu pendek tapi itu tidak membuat nana sulit karena pada dasarnya nana juga tidak begitu suka. Nana terlihat cantik dan imut dengan pakaian yang dipilihnya.



Dia segera berdandan dengan memoleskan wajah yang berwarna coklat muda yang menambah ke ekstotisan kulitnya. Walaupun dulu dia pernah berharap memiliki kulit putih tapi dia sadar bahwa hal itu hanya angan-angan. Dia mencintai dengan warna kulit yang dia punya saat. Nana tak ingin terlalu menor menurutnya itu bukan dirinya.


Dia hanya memberikan segar pada wajah yang sering terlihat pucat karena penyakit darah rendahnya.

__ADS_1



Setelah selesai dengan makeup nana lanjut dengan menata rambut panjang. Hari itu dia ingin menggulung rambut karena cuaca yang sedikit panas walaupun tidak sepanas cuaca di kota metapolitan. Terlihat aura yang berbeda ketika rambutnya sudah tertata indah.



"Nana sudah selesai?" ucap mama nana dari arah pintu. Segera nana berjalan untuk membukakan pintu terlihat wanita cantik yang sudah tidak muda lagi.


"wah anak mama cantik banget ya ." ucap yang mama melihat penampilannya.


"makasih ma , anak siapa dulu dong." Ucap nana dibalas oleh seorang pria tua.


"anak papi dong , kan papinya ganteng jadi anaknya cantik." ucap bangga sang papa


"ya mami lah yang membuat nana cantik."wanita itu tidak terima bila hanya suaminya yang menyumbang kecantikan sang anak.


"ya kan nana anak dari papa dan mama yang ganteng dan cantik." ucap sang anak bangga sambil memeluk keduannya.


"hhahah jelaslah nak ." ucap keduanya sat mendengar penuturan anak perempuan satu-satunya.


Mama dan papa tidak menyangka anak perempuannya sebentar lagi akan ada yang memilikinya. Mereka sebenarnya tidak iklas tapi anaknya sudah dewasa lagi pula pernikahan adalah hubungan yang terbaik untuk seorang nana. Mereka sadar anaknya mungkin akan menolak tapi dia akan sangat senang jika ada seorang pria yang melamarnya. Karena anak wanitanya selalu menanti seorang pria melamarnya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2