
Nana memeluk erat pria itu. Dia merasa bahagia bisa bertemu dengan alex kembali.Tanpa sadar air matanya jatuh membasahi kaos hitam yang dipakai alex. Sedangkan pria itu memeluk wanitanya dan mengelus kepala wanitanya. Dia merasa marah melihat kondisi nana saat ini. Ditambah air mata yang membasahi kaosnya.
"tenang , baby kamu aman bersamaku." ucap alex menenangkan.
Nana melepaskan pelukannya dan menatap wajah yang ada di depannya itu. Terlihat kelegaan dari wajah wanita itu setelah mengeluarkan ketakutannya dengan menangis dipelukan pria di depannya.
"Aku pikir, kita tak akan bertemu lagi." ucap wanita itu lirih sambil menundukkan kepalannya. Air matanya kembali jatuh dan semua itu membuat alex semakin marah. namun pria itu mencoba mengontrol ekspresinya karena tidak ingin nana mengatahui itu.
"aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku lagi baby." ucap alex sambil mengangkat wajah wanita yang sudah mencuri hatinya sejak pertemuan pertaman. Pria itu menghapus air mata dari wajah nana.
Sedangkan nana menatap alex dengan wajah sendu. Hingga seorang pria muncul dari belakang badan alex.
"berhentilah bermesraan di sini, kamu tidak ingat hatiku masih sakit." ucap pria itu. Nana mencoba menajamkan pandangannya dan ternyata pria itu adalah jonathan.
"Makanya kamu harus segera cari pengganti jo." ucap pria yang ada di samping jonathan dan menepuk bahunya. Nana tidak tahu pria yang ada di sebelah kanan dan kiri jonathan.
"kita harus berhati-hati, mereka juga sudah masuk ke dalam hutan." ucap pria yang ada si belah kanan jonathan
"benar alex kita tidak bisa berlama-lama di sini." ucap rico yang baru saja muncul.
"Kamu benar, ayo baby kita harus segera meninggalkan tempat ini." ucap alex mengajak wanitanya dan tidak lupa pria itu menggandeng tangan nana. Dia tidak ingin wanita itu menghilang lagi dari pandangannya. Nana mengikuti langka alex hingga dia melihat dari semak-semak ada seorang pria yang sedang mengarahkan senapannya kepada alex. Wanita itu terkejut bukan main. Waktu berjalan dengan cepat ketika baru sadar pria itu sudah menembakan bisi panas pada alex. Secara refleks nana mendorong tubuh alex dengan segera kekuatan yang ada. Alex dan keempat pria di depan alex kaget dengan apa yang terjadi. Alex belum sadar akan tembakan itu. Hingga pria itu melihat wanita memutahkan darah beberapa saat kemudia nana jatuh ke dalam pelukkan alex. Pria itu terkejut dan tanpa sadar air matany sudah jatuh. Sedangkan ke empat pria tadi mengejar pria yang menembak nana.
"alex kamu baik-baik sajakan ?"ucap nana sambil menahan rasa sakit dari tembakan yang dia terima.
"kenapa kamu melakukan itu? baby seharusnya biarlah aku yang menerima itu semua." ucap alex marah saat melihat wanitanya yang sedang terluka dan masih bisa mengkhawatirkannya. Padahal keadaannya lebih mengkhawatirkan.
"aku tidak mungkin hanya diam melihatmu tertembak alex." ucap nana sedikit lirih sambil menyentuh wajah pria itu. Nana saat itu baru sadar sebegitu beruntungnya dia bisa dicintai oleh pria di depannya.
"alex segera bawa nana ke rumah sakit dan biarkan aku, nick , dan kevin yang membereskan semua ini." ucap jonathan yang lebih dulu sadar dengan kondisi nana saat ini.
__ADS_1
"Aku percayakan semua ke kalian " ucap alex langsung mengangkat tubuh wanita itu yang penuh luka dan warna merah di pakaiannya.
"Bertahanlah." ucap alex pada nana. Alex segera beralari bersama rico di sampingnya meninggalkan hutan itu.
Sesampainnya di tempat mobilnya di parkirkan. Segera alex meminta rico mengemudikan dengan kecepatan tinggi. Alex menatap wanita yang terbaring di pangkuannya. Wanita itu asik menatap wajah indah ciptaan tuhannya yang akan menjadi suaminya beberapa hari ini.
"Alex, huuuk uukh." ucap nanan dengan diakhir batuk darah dari mulutnya.
"Berhentilah berbicara baby." ucap alex saat melihat kondisi wanitanya.
"Terima kasih , kamu sudah mencintai aku yang hanya wanita biasa bahkan aku belum bisa memberikan hatiku saat itu. uuhk huuuhk." ucap nana sangat pelan tapi masih bisa terdengar oleh alex dan rico
"Aku yang semestinya berterima kasih padamu, karena kamu bisa membuatku kembali menjadi alex yang dulu lagi." ucap alex sambil mengelus wajah pucat itu.
"alex aku takut jika aku tidak mempunyai waktu lagi untuk mengutarakan huuuhk uhhu. perasaanku padamua." ucap nana yang membuat alex membeku.
"kamu masih punya waktu kita akan menikah dan melihat anak cucu kita tumbuh." ucap alex dengan air mata yang mulai berjatuhan dari mata tajam itu. Rico yang sedang mengemudikanpun terharu melihat kedua orang itu. Dia tahu secuek apapun nona nana pada tuan alex tapi semua itu hanya topeng. Wanita itu selalu memprioritaskan tuannya setelah pertunangan keduannya.
Tanpa sadar mobil sudah memasukkin perkarangan rumah sakit.
"Tuan kita sudah sampai." mendengar ucapan rico segera alex membawa nana ke dalam rumah sakit. Dia berteriak memanggil dokter maupun suster untuk menolong nana. Hilang sudah sikap dingin pria itu hanya ada kecemasan pada wajah tampan alex.
Alex mengikuti nana yang sudah dibaringkan dan didorong ke ruang rawat darurat. Alex masih mengikuti wanitanya.
" maaf tuan anda tidak di izinkan masuk." ucap suster yang membuat alex marah hingga perkataan rico menyadarkan alex.
"Biarkan mereka menyelamatkan nona nana tuan, kamu tidak bisa melakukan apa -apa di dalam." ucap rico sambil menarik tuan sekaligus temannya duduk di depan ruang rawat darurat
Tak berapa lama jonathan dan dua pria tadi datang dan khawatir melihat kondisi alex saat ini. Pria itu sadar alex sangat mencintai nana melebihi cintanya pada wanita itu. Setidaknya dia bisa lega melepaskan pujannya pada temannya itu.
__ADS_1
Seseorang keluar dari ruangan gawat darurat. kelima pria itu berdiri dan mendekati pria wanita itu.
"kami membutuhkan darah untuk nona karena golongan darah A+ sedang kosong.
"Aku A+." ucap jonathan, alex sedikit kecewa pada dirinya karena dia tidak bisa mendonorkan darahnya.
"baik tuan bisa ikut saya."
Entah sudah berapa lama operasi itu terjadi, alex dan teman-temannya masih menunggu. Sedangkan jonathan sedang beristirahat karena darah yang diambil lumayan banyak.
"apakah kalian berhasil menangkapnya?" tanya alex yang sudah bisa mengontrol dirinya kembali. Sekarang kembali alex yang dulu sebelum bertemu nana. ketiga teman merinding melihat tatapan alex.
"Tuan kembali lagi, nona kami membutuhkanmu." gumam rico dalam hati saat mengingat hanya nona nana yang bisa meruntuhkan sifat menyeramkan pada tuannya itu.
"kami sudah membawanya ke tempat biasa alex. aku harap kamu bisa menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Mau bagaimanapun dia tetap sahabat kita. Pasti ada kesalah pahaman antara kamu dan mike hingga terjadi hal seperti ini." ucap kevin pada alex. Sebenarnya kevin sedikit tahu alasan sahabatnya itu nekat merencanakan ini semua tapi dia tidak ingin ikut campur dengan masalah keduannya.
"entahlah , dia sudah melukai wanitaku. Bahkan aku saja tak pernah berani membentaknya." ucap alex pada temannya itu.
Pintu ruang operasi nana terbuka, Seorang dokter pria keluar dan segera alex mendekati pria itu.
"Keluarga nona nathalia bisa bicara sebentar dengan saya?" ucap dokter itu
"tidak usah di sini saja." ucap alex dengan tajam pada dokter muda itu
"kalau boleh saya tahu anda siapanya nona nana?" tanya dokter muda itu pada alex.
"Saya tunangannya, jangan berbelit cepat jelaskan." ucap alex dengan sedikit emosi pada pria di depannya.
"Baiklah, operasi nona nathalia berjalan dengan baik walaupun dipertengahan operasi terjadi kendala karena detak jantung sempat berhenti."alex yang mendengar detak jantung wanitanya sempat berhenti sedikit tehunyung ke belakang. Dia takut akan kemungkinan wanitanya meninggalkannya.
__ADS_1
"Tapi tenang operasinya berhasil, peluru yang masuk kedalam tubuh nana tidak menembus pada bagian jantungnya namun sedikit menggores bagian jantung yang menyebabkan terdapat luka pada jantungnya. Selain itu saya menemukan efek obat tindur yang dosisnya cukup tinggi hal ini menyebabkan nona mengalami koma.Kita hanya bisa berdoa agar nona nathalia bisa cepat sadar dari koma." ucap dokter setelah itu meninggalkan ke empat pria itu dengan renungan. Alex merasa hancur saat tahu wanitanya dalama keadaan tidak baik-baik saja. Dia merasa gagal melindungin nana. Emosinya meluap dan dia memukul tembok hingga darah dari tangannya keluar.