
“ternyata hari ini benar hari yang buruk .” ucap nana disebuah kursi taman yang mengarah kea rah danau buatan yang indah. Dia tidak menyangka pria ditolong olehnya pada malam itu akan menggangu hidupnya.
“Tahu gitu aku biarin ajah dia tidur di jalan ajah .” tanpa nana tahu ada seseorang yang mendengar setiap luapan emosinya sejak tadi.
“nona kalau anda emosi sebaiknya jangan disini.” Seorang pria yang duduk disamping nana sambil menyodorkan es cream.”meningan nona makan ini biar otaknya dingin .”
“makasih loh es creamnya.” Senyum nana seketika mengemban Ketika diberikan makanan kesukaannya.
“apa yang membuat anda emosi nona? Ini belum tengah hari dan sepertinya sudah terjadi hal yang membuat kamu marah.”
“ya , masalah pekerjaan yang ingin membuat aku ingin membunuh atasanku . hehehe.”
“anda sangat pemberani hingga ingin membunuh atasanmu nona.”
“Tidak juga hahaha.”
“kalau boleh saya tahu nama anda siapa nona ?”
“oh iya kamu orang asing. Sebaiknya menjauh sana .” nana menggerakkan tangannya seperti mengusir pria yang duduk disampingnya.
“Nona sangat jahat padahal saya sudah memberika es cream untuk anda.”
“heheheh, nama saya natalia panggil nana ajah tuan?”
“nama saya Jonathan panggil saja jon atau Nathan .”
“bagaimana kalau on hahaha.? Tawanya nana menggelegar di taman pagi ini membuat pria disampingnya ikut tersenyum mendengar ejekan wanita bernama nana yang baru saja dia kenal.
“wah jangan dong nanti saya kaya gitu dong nanti kalau kepeleset kamu panggil aku oon .hahahha.”
“kamu tahu saja tan hehe.” Keduanya tanpa sadar berbincang hingga matahari berada diatas kepala mereka.
“Sepertinya tan aku sudah harus balik dulu. Sudah panas hehehe.”
“aku juga harus kembali ke kantor nanti bisa-bisa saya di pecat kalau terlalu lama disini.”
“tenang kalau kamu dipecat kamu bisa melamar jadi pembantu dirumah aku nanti dibayar seribu rupiah hahhaha.”
“hahahha nanti saya makan apa kalau cuman di gaji segitu nona hahaha.”
“sudah ah , kalau ngobrol terus entah kapan selesainya.”
“benar juga nona, sebelum itu boleh saya meminta nomor telepon anda ?”
__ADS_1
“tentu ,teman 08132423625”
“terima kasih nona, bagaimana nanti bila kita ada waktu senggang bisa berbincang lagi?”
“itu pasti kamu teman yang menyenangkan tuan. Kalau begitu aku pergi dulu ya tan. Bye boy.”
Dilain tempat seorang pria yang sudah berumur tapi masih terlihat tampan dengan badan tegap sedang berbincang dengan istrinya di ruang keluarga.
“sayang , alex kapan menikah kalau dia gak bisa dekat dengan wanita ? apakah aku coba jodohkan dengan anak temanku saja ?”
“kamu tahu itu tidak akan baik buat kedepannya, ini semua karena wanita itu. Tapi ayah yakin alex akan mendapat wanita sepertimu sayang.” Pria tua itu sambil menyentuh dagu wanitanya yang masih cantik walaupun umur Sudah tidak muda lagi.
“sayang aku berharap begitu tapi bagaimana kalau sampai tua dia belum nemu.”
“berikan dia waktu sampai umur 32 tahun untuk dia mencari tapi ayah punya firasat bentar lagi kita akan mendapatkan seorang cucu sayang.”
“aku harap itu bukan dari wanita jalang .” wanita itu memeluk tubuh suaminya.
“itu tidak mungkin , anak kita walaupun dingin tapi dia membenci hal seperti itu.”
“benar sayang.”
“permisi tuan .” suara mengintrupsi kegiatan kedua pasang tua itu.
“ada apa Ryan? Apakah alex membuat masalah ?” ucap pria itu yang tak lain Nicholas ayah alex.
“apa? Jangan bilang mereka melakukanya ryan?” ucap seorang wanita tua yang tak lain adalah ibu alex yang bernama melian.
“tidak nyonya sepertinya. Walaupun kami tidak ikut campur secara langsung membantunya. Sekitar setengah jam setelah perempuan itu membawa tuan muda masuk. Perempuan itu pergi ke minimarket kembali. Sepertinya dia beli beberapa kebutuhan tuan muda sebelum pulang diapun pergi ke apotek untuk membeli obat demam.”
“apakah kamu sudah mencari tahu tentang wanita itu ryan?”
“sudah tuan , tidak ada masalah dalam riwayatnya. Bahkan non aitu belum pernah berpacaran sama sekali walaupun lingkungan pertemannya dominan pria tuan. Saya mendapatkan informasi baru kalau nona itu mendaftarkan kerja di perusahaan tuan muda sebagai supervisior produksi manufaktur tapi tuan muda memintanya menjadi asisten pribadi tuan .”
“APA” ucap kedua pasangan itu bersamaan setelah mendengar informasi tentang anaknya.
“sepertinya sebentar lagi kita akan mendapatkan seorang menantun sayang .”
“aku sudah tidak sabar , bagaimana kalau kita pancing saja ?”
“benar sayang biar alex segera membawanya.”
“apa kamu masih ada informasi tentang anak itu .”
“ada tuan sepertinya nona nana tidak tertarik dengan tuan alex.”
__ADS_1
“OMG , dia sepertimu sayang saat dulu.”
“cih berhenti mengungkin yang dulu. Tapi menantu kita akan membuat seorang alex bingung kepayang sayang .”
“benar seperti aku dulu hahahah. Ya sudah pantau terus dari jauh. Terima kasih atas informasinya.”
“achim.sepertinya udara terlalu dingin .” gumam alex.
TOKTOK
“masuk “ alex tidak mengalihkan perhatiannya sedikitpun dari dokumennya yang sedang dia baca. Dia sudah tahu siapa yang masuk karena tidak setiap orang bisa masuk ruangannya dengan bebas apalagi kaum wanita.
“sebentar lagi kita ada pertemuan dengan perusahaan mr Jack.” Sambil memberikan beberapa dokumen kepada alex.
“hallo kawan .” alex mendengar suara itu merasa ingin melepar pemilik suara itu keluar gedungnya. Dia sedang banyak pekerjaan dan orang itu datang.
“jon aku harap kamu kembali ke kantormu sebelum aku melemparmu dari lantai 25.”
“hahahah aku tidak takut kawan. Kamu tidak kangen denganku ? kita sudah tidak berjumpa hamper 3 hari.” Ucap Jonathan dengan wajah berseri. Menurut mengganggu alex adalah keasikan untuk dirinya sendiri karena pria di kursi kebesarannya orang yang mudah tersurut emosi kalau dengannya.
“bahkan jika kamu mati hari ini aku lebih bersyukur jon.”
“kamu begitu jahat sayang kepadaku.”
“berhenti memanggilku sayang.” Menatap jon dengan tatapan membunuh namun orang di tatap seperti tidak terpengaruh apapun. Dia sudah biasa mendapatkan semua tatapan itu sejak kecil. Jadi semua itu tidka membuatnya takut. Malahan dia semakin ingin menggangu pria itu.
“kembalilah ,aku harus keluar lagi pula kau tidak suka jika aku tinggal sendiri disini kan ?” dengan wajah dingin yang di berikan kepada masa kecilnya.
“baiklah selemat bekerja tuan es. Bye kawan .” pria itu pergi meninggalkan ruangan alex.
“apakah nana sudah kembali ke apartement rico?”
“iya tuan. Seperti moodnya sedang tidak baik setelah keluar dari perusahaan ini.” Ucap rico memberikan informasi dan alex mendengarkan dengan sesakma.
“pertemuan jam berapa ?”
“1 jam lagi tua , setelah itu jadwal tuan kosong.”
“baiklah ayo kita berangkat.” Alex berjalan menuju lift khusus CEO. ‘tunggulah sayang aku akan membuatmu baik lagi.’ Gumam alex dengan sebuah senyum tipis muncul.
__ADS_1