
Kegelapan dan udara yang lembab menambah kesan menyeramkan. Seseorang laki-laki yang tidak sadar sedangkan kaki tangannya terikat pada sebuah kursi kayu. Pada ruangan itu terdapat beberapa alat yang tergantung seperti ruangan penyiksaan. Aroma bekas darah masih tercium pada ruangan itu. Pria itu tersadar dari pingsannya saat merasakan air yang membasahi tubuhnya yang penuh luka akibat penyiksaaan beberapa saat lalu.
" Lepaskan saya sekarang." teriak pria yang terikat setelah sadar dari pingsan pada seseorang yang ada dihadapannya.
" saya akan melepaskanmu setelah tidak ada darah yang mengalir pada tubuhmu." ucap seseorang pria yang wujudnya tak terlihat karena kurangnya pencahayaan.
"Siapa kamu? aku tidak pernah membuat masalah denganmu Tuan." ucapan Nino sontak membuat pria dikegelapan tertawa keras. Pria terikat itu adalah nino yang dibawa pergi oleh bawahan alex.
" hahahaha,apakah anda masih belum mengenal saya?" ucap pria dikegelapan yang sudah begitu jelas karena terpapar cahaya ruangan.
"Alex." ucap nino pelan.
" kamu sudah tahu salahmu dan kenapa kamu bisa ada diruangan ini?" ucap alex yang menatap nino dengan tatapan membunuh.
"hahahah, kamu tidak akan bisa membunuhku alex." ucap nino dengan santai dan meleparkan tatapan yang tidak kalah menyeramkan dengan alex.
__ADS_1
"Mike lihatlah pria itu tidak takut dengan alex. apa dia tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?" ucap nick.
" pria itu belum tahu siapa yang dihadapi, memang alex akan seperti anjing lucu dan menggemaskan didepan nana tapi sayangnya saat tak ada istrinya pria itu seperti anjing gila yang siap kapan saja membunuh lawannya." ucap mike.
"Kamu benar mike, bahkan aku kaget saat melihat alex bersama nana. Padahal alex tidak pernah ramah sama wanita selain momy."ucap jonathan yang baru saja datang.
" Aku kira kamu tidak datang jon." ucap nick.
"Oh tidak akan aku lewatkan tontonan menarik seperti ini, apalagi kalau alex mengizinkanku menyiksa pria yang sudah membuat nana menangis." ucap jonathan.
"Jiwa psikopatmu belum hilang ternyata." ucap mike.
"apakah kamu mau menjadi korban selanjutnya jonathan?" Tanya alex yang mulai berjalan mendekat pada jonathan.
"hahahha aku bercanda lex , sudah ada wanita lain kok."
__ADS_1
"Teman nana? " tanya nick yang dijawab anggukan kepala oleh jonathan sedangkan alex kembali fokus menyiksa nino.
"Bercandamu membangunkan singa itu." ucap mike kesal mendengar ucapan sahabatnya.
" Jadi sebaiknya kita memulai dari mana dulu ya tuan nino?" ucap alex yang memperlihatkan pisau kesayangan di tangan kanan yang memiliki 3 sisi potong yang membuat luka yang sangat menyakitkan. Selain itu pisau milik alex ngandung racun yang membuat luka terasa terbakar. Sedangkan pada tangan kiri sebuah pistol yang dirancang sendiri oleh alex dengan kecepatan peluru melebihi 3.000 kaki perdetik.
" hahaha kamu berani melukaiku tuan alex? Apakah kamu tidak memikirkan nana saat tahu suaminya membunuh temannya?" ucapan nino membuat ale goyah dengan tindakan. Bagaimanapun istrinya belum mengetahui kalau dirinya seorang mafia dan dirinya tidak pernah berniat untuk memberitahu ini semua.
"Dor dor " sebuah tembakan menyadarkan alex. Dirinya terkejut dengan tindakan temannya kalau bukan jonathan.
" kalau alex tidak bisa melakukannya, aku dengan senang hati membunuhmu tuan nino." ucap jonathan yang berjalan mendekat nino yang sedang kesakitan saat dua buah peluru bersarang pada tangan kanan dan kaki kirinya.
" Shitt, kamu siapa ? aku tidak punya masalah denganmu" ucap nino dengan nada yang berteriak.
" Kamu sudah membuat malaikat kecilku menangis dan harus merasakan 2 bulan sendiri saat dia hamil." ucap jonathan. Pria itu sudah menganggap nian sebagai adiknya selain itu dirinya tidak ingin melihat sahabatnya terpuruk kembali.
__ADS_1
" kembalilah lex kamu jangan kotori tanganmu, ingat nana sedang hami. Istrimu membutuhkanmu." ucapan jonathan menyadarkan alex bahwa dia tidak seharusnya membunuh saat anaknnya sedang dikandungan. Dia tidak ingin ada hal buruk terjadi akibat tindakannya saat ini.
" Kalau begitu aku serahkan padamu jon." ucap alex sambil meninggalkan ruangan itu dengan berlari mengingat dirinya sudah meninggalkan sang istri terlalu lama. Sedangkan nana saat ini selalu ingin berdekatan dengannya. Bisa menjadi bahaya kalau dirinya tidak ada disamping sang istri.