
"mamiiii bi imahhh!" teriak fannie
"gila ternyata bener fannie dari sifat dingin dan cueknya dia memiliki sifat yang manja!"batin lina.
DI DAPUR
"aduh non muda memanggil lagi malah aku lagi goreng ayam dan belum selesai"ucap bi imah
"Marni kamu bisa membantu saya untuk memasak ayam ayam ingin ke depan menemui non muda dulu!"jelas bisa imah yang di angguki oleh bi Marni
bi imah pun berlari menuju suara yang berasal tadi
DI LANTAI 2 KEDIAMAN WISNU
"itu kenapa si ani teriak teriak udah kaya apaan tau! tapi gak papa lah berarti sifatku sudah mewaris di badannya!"kata ratu sambil tertawa dan langsung pergi menuju lift untuk menemui buah hatinya
tingg
suara pintu lift terbuka dan ternyata itu Ratu yang mendengar teriakan anaknya.
"sayang tumben kamu teriak teriak manggil mami sama bi imah.gak malu emangnya?"tanya ratu sambil memeluk buah hatinya dan mengusap pelan rambutnya.
"enggak!"jawab fannie singkat.
"owyah itu ada temen temen kamu kok gak di ajak duduk? ayo sini nak duduk!"ajak ratu kepada sahabat anaknya itu sambil merangkul pinggang anaknya.
"oe ya tante kenalin nama saya echa" kata echa sambil mencium tangan ratu
"saya lisa tante"kata lisa sambil mencium tangan ratu
"dan saya lina tante"kata lina sambil mencium tangan ratu
"owh ya allah ini sahabat ani yang sering di ceritain itu. benar begitu sayang?"tanya Ratu ke pada fanni hanya di anggukan kepala saja oleh fannie
tiba tiba bi imah datang dengan nafas yang ngos ngosan
"maaf nyonya menganggu tapi dati saya mendengar bahwa non ani memanggil saya?"tanya bi imah dengan napas yang ngos ngosan
"own iya bi loh bibi kok kaya orang abis maraton ajah bi? "tanya Ratu sambil mengerutkan jidatnya
"maaf nyonya tadi saya lari karena non ani memanggil saya dengan nada yang tidak biasanya.dan membuat hati saya khawatir nyonya"jawab bi imah dengan kepala menunduk.
"hay Bibi sejak kapan ani menyuruh pelayan dan yang berkerja di sini untuk menundukan kepala!"kata fannie sambil berlari ke arah bi imah dan memegang pipi bi imah dan menegakkan kepalanya sambil berkata
"aku tidak suka dengan orang yang menundukan kepala jika sedang berbicara maupun ataupun sedang membuat kesalahan! sebab itu adalah pertanda jika mereka seorang pecundang dan pengecut saja! aku ingatkan kepada bibi jangan tundukan kepala bibi lagi semacam itu! bibi tidak salah dan bibi tidak perlu khawatir lagi sebab ani sudah tidak apa apa!"jelas Fannie sambil memeluk bibi
"hal yang sama di waktu gw ketemu Fannie dan meminta maaf dengan kepala tertunduk dan Fannie langsung menyuruh gw untuk mendangakan kepala! sebenarnya ada apa dengan ini?"batin Lisa
"maaf sekali ya nak jika ani memarahi kalian jika kalinya menundukan kepalanya sekali lagi mami minta maaf ya nak!"kata ratu yang berhasil membuat Lisa lina dan echa memindahkan kan tatapannya ke arah ratu.
"memangnya ada apa tante sebenarnya? kenapa Fannie sangat tidak suka dengan seseorang yang menundukan kepalanya jika dia bersalah dan berbicara karena takut?"tanya lisa yang sudah tidak bisa menahan rasa ingin tahunya
"jadi gini nak....
__ADS_1
FAST BACK 8 TAHUN YANG LALU
di sebuah tempat tinggal yang sangat mewah milik keluarga BATHARA tinggal seorang anak perempuan dengan rambut panjangnya yang berusia sekitar 8 tahun dia bernama FANNIE PUTRI WISNU cucu dari BATHARA.
suatu malam bathara dan juga anaknya yaitu Wisnu sedang membicarakan tentang pekerjaan. dan bathara meminta untuk wisnu untuk berkerja di kantor milik keluarganya namun wisnu menolaknya.
"nak papah ini sudah tua apakah kamu tidak kasihan kepada papah mu ini?"tanya bathara kepada wisnu
"ya pah Wisnu paham tapi Wisnu tidak tertarik dengan dunia bisnis pah dan itu akan membuat wisnu jauh dari anak dan juga istri wisnu jika ada pekerjaan di luar negeri dalam waktu lama!"jawab Wisnu sambil menundukan kepalanya.
"apa apaan kamu! anak macam apa kamu tidak bisa di andalkan!"ucap bathara dengan nada tinggi membuat malaikat di rumah itu terbangun dari tidurnya
"opah kenapa dia teriak teriak dia sedang memarahi siapa? aku belum pernah mendengar opah semarah ini! baik kalo begitu aku akan pergi melihatnya!"kata fannie sambil berjalan keluar kamar untuk melihat bathara
"opah papi? kenapa mereka bertengkar!"ucap Fannie sambil sembunyi di balik lemari
"kalo gitu percuma ajah gw punya anak cowok yang gak bisa di andalkan! laki laki pecundang!"kata bathara sambil mengepalkan tangannya.
"tapi pah Wisnu gak tertarik dan gak suka sama dunia bisnis pah! "kata Wisnu sambil menundukkan wajahnya sambil mengeluarkan airmata.
"oouh papi menangis kenapa papi menangis dan menunduk seperti itu? hiks hiks"kata Fannie sambil menangis menatap Wisnu yang menunduk kaku di hadapan bathara
"plaklkk,(satu tamparan yang begitu keras) dasar anak bodoh anak yang pecundang gak bisa di andalkan buat apa mamah dan papah mu ini membesarkan mu dan menyekolahkan tinggi tinggi kalo hasilnya pun bodohnya! "kata bathara meremas kera baju Wisnu yang masih menunduk dengan tatapan begitu tajam.
hening....
plak plak plak
tonjokan demi tonjokan yang di berikan oleh bathara kepada Wisnu hingga terpesurut ke lantai.
"itu hukuman buat lu karena lu gak mau dengerin apa kata gw! tunduk lu gak bermakna di kehidupan gw gw harap lu bisa mempertimbangkannya! jangan sampai buat gw marah lagi dengan jawaban lu! lu liat gw akan buat lu jauh dari anak lu! inget itu gw gak pernah macem macem dengan perkataan gw!"kata bathara dengan emosi yang sangat memucak dan mendorong Wisnu hingga ke depan lemari yang dimana Fannie buah hatinya bersembunyi.
"ahah papi papi akku takut hiks hiks hiks hiks"kata Fannie sambil melipatkan kedua kakinya dan menaruh kepalanya dia atas kakinya.
setelah bathara meninggalkan Wisnu yang babak belur ia memutuskan untuk ke luar mencari angin!
"agrk apa yang harus gw lakuin sekarang!!! gw sama sekali gak keperkiran untuk seperti papah gw gak mau anak gw seperti gw yang selalu di tinggal dan di telantarkan! disisi lain gak mau ani kenapa napa! ani ya ani apakah dia terbangun dan ketakutan?"kata Wisnu sambil mencoba bangkit dan bangun.
"aw sial sakit banget!"kesakitan Wisnu dan bangkit menuju ke kamar Fannie namun sebelum itu Wisnu mendengar tangisan suara di balik lemari yang dia jadikan tongkat berdirinya
hiks hiks hiks hiks papi
"Fannie? "ucap Wisnu yang kaget melihat putrinya duduk sambil menangis dan gemetaran
"sayang kamu kenapa di sini?kamu kenapa menangis sayang?"tanya wisnu kepada putrinya dan mencoba untuk mengambilnya dan membawanya ke pelukannya.
"hiks hiks hiks hiks papi papi ani ani taakkuttt,aaa papii jangan nangis papi aaa"kata Fannie memeluk sang papi yang sangat dia sayangi dan menangis.
"hust hust udah ani sayang gak boleh nangis lagi nanti papi malah nangis kalo ngeliat ani nangis seperti ini ayo senyum,papi juga gak papa kok tapi opah cuman bercanda sama papi!"jelas reno sambil melepas pelukan anaknya dan menghapus air mata Fannie
"bohong ani liat semuanya papi di pukul sama opah tapi papi cuman tunduk dan menangis dan opah begitu mara sama papi hiks hiks hiks"kata Fannie yang masih menangis dan menatap wisnu. wisnu pun tak mampu menatap dan berbicara lagi karena anaknya sudah mengetahui semuanya dan melihat kejadian sebenarnya Fannie bukanlah anak yang gampang percaya jika ia telah melihat dan mendengar apa yang di lihat dengan mata kepalanya sendiri. dan tanpa di sadari wisnu menangis di hadapan sang anak ketika melihat betapa pucatnya wajah sang anak dan gemetarnya badan sang anak walau sudah di peluk dan di terangkan oleh dirinya.
"papi papi harus janji sama Fannie, kalo papi gak boleh lagi tundukin kepala papi sama siapapun dan papi gak boleh diem dan menangis kalo papi di pukul sama orang ya pi hiks hiks hiks"kata Fannie gemetaran dan mengangkat kelingkingnya yang terlihat sangat gemetar.
__ADS_1
"hufts iya papi janji"kata wisnu kepada sang anak dan meletakkan kelingkingnya di kelingking anaknya itu namun setelah itu betapa paniknya dan khawatirnya wisnu melihat Fannie putri satu satunya tergeletak di pelukannya tak berdaya dengan wajah yang begitu pucat dan masih gemetaran.
"hallo dokter wil apakah kamu bisa ke sini! karena anak saya tiba tiba pingsan dengan wajah pucat dan gemetaran badanya!"ucap wisnu kepada dokter pribadi bathara.
"baik saya segera ke sana!"jawab dokter wil
tut tut tut
Wisnu pun bangkit dan membawa anaknya kekamarnya.
tak berapa lama dokter wil pun datang.
"wil tolong anak saya!" kata Wisnu
"baik saya akan memeriksanya terlebih dahulu!"kata dokter wil
10 menit berlalu dan pemeriksaan telah selesai
"gimana wil keadaan anak saya?"tanya wisnu dengan airmata yang bercucuran.
"dia baik baik saja namun dia mengalami trauma yang begitu besar akan suara tinggi dan juga kekerasan jika dia mendapatkan atau melihat seseorang yang bersikap keras maka trauma akan kekerasan akan muncul dan seperti ini. jika wajah ani telah memucat lalu badannya mulai bergemeteran segeralah tenangkan emosi,dan haluskan bicara lalu buat dia tenang! namun jika trauma ini terus terjadi maka kesehatan ani pun akan terganggu,ini sudah saya berikan beberapa obat penenang dan juga vitamin untuknya! kalo begitu saya pamit untuk pulang "jelas dokter wil sambil berjalan keluar dan hanya dianggukan oleh Wisnu.
setelah dokter wil keluar ia berpapasan oleh bathara
"loh wil kamu ngapain ke sini malam malam?siapa yang sakit jika wisnu tidak usah kau hiraukan dia!"tanya bathara dengan nada yang sedikit emosi
"bukan bukan wisnu melainkan ani!"jawab dokter wil
"ani? kenapa dengan ani?"tanya bathara dengan panik dan airmata yang sudah menetes.
"ani mengalami trauma akan suara dan tindakan yang kasar pak dan jika dia mendapatkan atau melihat dan mendengar suara yang tinggi dan kasar maka dia akan terlihat pucat dan gemetaran jika ini terjadi terus menerus makan kesehatan ani akan terganggu jadi saya harap harap untuk keluarga untuk saling menjaga dan melindungi ani! klo begitu saya permisi dulu"jawab dokter wil yang di anggukan oleh bathara.
"ani apakah kamu melihat dan mendengarnya sayang? maafkan opah ya nak maafkan opa!"kata bathara sambil menonjokan tangan ya di dinding.
"ani?gw harus liat keadaan ani?"kata bathara sambil berlari menuju kamar ani.
sesampainya bathara di kamar ani ia melihat anaknya menangis dan dengan luka di wajahnya dan membuat hatinya menjadi patah dan sesak.
"nak maafkan papah ya nak maaf kan papah! papah tidak akan memaksamu lagi nak maafkan papah!"kata bathara sambil menangis dan memeluk anaknya yang menangis dan penuh dengan luka
"tidak papa pah lagi pula ini memang sudah menjadi tanggung jawab ku untuk meneruskan pekerjaan papah. jadi maafkan aku papah aku janji kepadamu aku akan berusaha menjadi yang terbaik. "kata wisnu sambil menangis hanya pukulan sayang yang di berikan oleh bathara
"jadi gitu ceritanya jadi maafkan saja jika memarahkan siapa saja yang menundukan kepalanya."sambung ratu sambil berkaca-kaca.
"iyaa tante tidak apa apa"jawab lisa sambil memegang tangan ratu
"jangan panggil tante panggil saja mami seperti ani!" perintah ratu kepada sahabat anaknya itu.
"*ternyata di balik dingin dan cueknya lu fan ada sebuah teka teki yang belum bisa gw selesai tapi lu tenang ajah gua akan selalu ada buat lu dan selalu menerima lu di sisi gw!"batin lisa yang menatap Fannie yang masih memeluk bi imah
"gw bangga sama lu fan lu mampu menjadikan sifat cuek dan dingin lu untuk tameng dari kesedihan lu! dan bodohnya gw gw gak pernah peka setiap lu emosi tapi lu gak pernah nunduki kepala lu! maafin gw fan!"batin echa
"ternyata di balik lu yang kuat ternyata ada kesedihan yang mendalam maafin gw yang gak pernah peka sama lu!" batin lina*.
__ADS_1
next time
jangan lupa like,comen,dan vote