CEO DINGIN SUAMIKU

CEO DINGIN SUAMIKU
113.TIARA DAN AJI 2


__ADS_3

setelah kepergian fannie dan bintang arya mengajak tiara untuk pulang bersamanya


"mamah mamah mau kan pulang sama kita"kata arya sambil memeluk tiara


"hmm mama mau tapi mamah gak bisa nginep sayang soalanya mamah masih ada urusan lagi tapi mamah janji setiap pagi mamah kerumah buat nganterin anak mamah ini sarapan"kata tiara sambil mengacak rambut arya


"ya udah ayo kita pulang"kata aji sambil mengandeng tangan arya di sebelah kiri.


arya aji dan tiarapun pulang ke rumah aji yang sangat sederhana berukuran sekitar 3m x 9m dan membuat tiara salut terhadap aji


"ayo mah masuk arya"kata arya sambil menarik tangan tiara dan mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu


"arya sayang sekarang kamu mandi dulu setelah itu kembali ke sini lagi"kata aji sambil mengelus rambut arya


"iya ayah"kata arya sambil pergi kekamarnya


"maaf ya tir gara gara anak ku kamu harus berbohong seperti ini"kata aji sambil menunduk


"sudah lah tidak apa apa lagi pula aku menyukai arya dia anak yang baik dan sangat sangat terhadap keduaorang tuanya"kata tiara sambil tersenyum


"apa kamu mau menggantikan loren sebagai ibu dari arya?"tanya aji yang membuat tiara membulatkan matanya


"hehehe kamu bercandanya jangan seperti itu"kata tiara sambil terkekeh


"aku tidak bercanda aku serius aku memang sudah menyukaimu ketika aku melihatmu kemarin di cafe green"kata aji sambil tersenyum ke arah tiara


"hmm aku pun begitu"kata tiara dengan nada yang malu malu


"jadi apa kamu ingin menikah denganku?"tanya aji dan di anggukan oleh tiara


"tapi apa kamu mau tinggal bersamaku di rumah yang berdekatan dengan fannie sebab aku tidak bisa jauh dari mereka saudara saudaraku serta ibuku"kata tiara sambil menatap ke arah aji dengan tatapan yang memohon


"baiklah aku ikut dengan mu jika itu membuatmu bahagia kenapa tidak"kata aji dan membuat tiara tersenyum manis


"dan biarkan aku melamarmu malam ini"kata aji dan di anggukan oleh tiara


"baik lah nanti kita sama sama ke rumah dan bertemu dengan ibu dan saudaraku sekarang aku akan memasak makan siang untuk kalian"kata tiara sambil bangkit dan menuju dapur untuk memasak makanan untuk mereka


ketika tiara sedang mengaduk bumbu tiba tiba ada tangan yang melingkar di perutnya dan membuat tiara terkejut


"aji kau ini membuat ku kaget saja"kata tiara sambil melirik wajah aji yang menempel di dahunya


"maaf kau sedang buat apa"tanya aji sambil tersenyum


"sayur sop apa kamu suka?"tanya tiara


"tidak! aku hanya suka denganmu"kata aji sambil tersenyum


"dasar ayam jago"kata tiara sambil menepuk pipi aji


"kok ayam jago?kenapa tidak buaya?biasanya para wanita mengatakan pria dengan sebutan buaya bukan ayam jago"kata aji sambil tersenyum


"mungkin mereka salah definisi tentang buaya! sebenarnya buaya adalah hewan yang paling setia terhadap pasanganya sedangkan ayam jago dia sering sekali berganti ganti pasangan setelah memberikan cinta dengan betina di mencari betina lain untuk membuatnya bahagia tapi entah banyak yang mengatakan pria yang fakeboy dengan buaya"jelas tiara


"begitu kah?kalo begitu aku ingin di panggil buaya"kata aji sambil terkekeh


"buktikan dulu kalo kamu memang setia dengan aku hingga sehidup semati"kata tiara sambil tersenyum


"papa mama"panggil arya yang melihat aji dan tiara sedang berpelukan dan membuat tiara salah tingkah


"ji lepaskan itu ada arya aku malu"kata tiara tapi tidak di dengarkan oleh aji


"papa kenapa papah memeluk mamah sedang memasak"kata arya sambil berjalan menuju meja makan


"papa rindu dengan mamahmu"kata aji di telinga tiara dan membuat tiara merinding seketika


"plis lepasin aku mau menuangkan sayurnya nanti bisa tumpah bahaya"kata tiara sambil mengangkat panci dan membuat aji melepas pelukannya dan menuju meja makan.


setelah tiara menuangkan sayur buatanya dan meletakanya di meja makan tiara mengambilkan aji dan arya nasi dan duduk di hadapan aji

__ADS_1


"makan yang banyaknya"kata tiara sambil tersenyum


"iya mama"kata arya sambil tersenyum


"ow ya kak nanti kita mau ke rumah tante ani kamu senang tidak bertemu dengan nenek juga"kata tiara sambil makan


"mau mah aku mau bermain dengan bintang dan mengerjakan tugas bersamanya"kata arya sambil tersenyum


"ya sudah nanti malam kita bersama sama ke sana"kata aji sambil tersenyum


semuanya makan dengan rasa yang bahagia setelah acara makan siang tiara menemani arya untuk tidur siang di kamarnya setelah itu tiara menemani aji menonton televisi sambil tertawa dan bercanda bersama hingga tiara menanyakan perasaan aji kepada loren


"ji aku noleh bertanya?"kata tiara sambil menatap kearah aji yang tidur di atas pangkuanya


"apa?tanyakanlah apa yang ingin kamu tanyakan"kata aji sambil mencubit hidung tiara


"bagaimana perasaanmu dengan loren?"tanya tiara sambil mengelus rambut aji


"sudahlah aku sudah melupakanya dan akupula sudah tidak menganggapnya sebagai istri dan mantan istriku dia hanya sekedar wanita yang tidak tau untung"kata aji sambil menatap ke arah televisi


"maafkan aku"kata tiara sambil menatap aji


"sudah tidak apa apa"kata aji sambil memegang pipi tiara


mereka pun mengahabiskan waktunya bersama hingga waktu sudah menunjukan pukul 6 sore dan mereka pun berangkat menuju rumah fannie.


di kediaman fannie fannie sedang sibuk memasak sambil mengendong gras yang sendari tadi tidak ingin di gendong oleh siapapun terkecuali dengan ibunya sendiri


"sayang sini biar aku bantu"kata reno sambil mengambil alih mencuci ayam


"ya sudah aku akan membuat bumbu"kata fannie sambil berpindah tempat.


"lis tiara udah balik?"tanya fannie sambil mengupas bumbu


"belum tapi si katanya dia lagi otw mo kesini ama aji ama anaknya"kata lisa sambil memasak sayur


"ow lah emang mo ngapain?"tanya lina


"tapi gw kurang yakin deh sama aji"kata lina


"kurang yakin gimana?"tanya lisa dan fannie berasamaan


"ya lu bayangkan ajah tiara sodara kita yang satu satunya masih perawan mo nikah sama duda lu tau kan kalo seorang pria bercerai dengan perempuan itu bisa tandanya diantara mereka tidak atau belum bisa menjalankan tugasnya dengan baik"jelas lina dan membuat fannie dan lisa mengangguk


"tapi kita gak bisa memaksa kita cuman bisa menegur menasehati dan memberikan support yang terbaik untuknya jangan sampai kita mencampuri rumah tangga atau percintannya"kata fannie


"pada ngomongi apaan si"kata reno yang datang dan metakan baskom yang berisi ayam yang telah dicucinya


"lu tau gak ren kalo aji bakal tunangan sama tiara"kata lisa kepada reno


"enggak dan bodo amat,ini apa lagi ay yang mau aku bantu"kata reno yabg acuh dan membuat fannie dan lina terkekeh sedangkan lisa menatap tajam ke arah reno


"hehhe itu tepung yang ada di lemari di tuang ke sini"kata fannie sambil terkekeh dan memberikan baskom kepada reno


"sialan emang lu tadi lu nanya kirain gw kasih tau lu kaga peduli emang dasarnya gila lu"kata lisa sambil membuang muka


"siapa suruh di tanggepin"kata reno sambil menuangkan tepung yang di minta fannie ke dalam.baskom


"awas ajah lu ya kalo tanya ama gw gw gak akan pernah mau jawab bodo ama mau lu tanya ampe mulutlu berbusah gw gak perdulu!"kata lisa dengan nada yang penuh tekanan


"udah udah lupada berantem aye kagak selesai selai yang ada"kata lina sambil mengambil nampan


"tau si oon duluan tuh yang mulai"kata reno sambil menahan tawa


"dasar gila moga ajah anak anaknya kagak ada yang ngeselin kaya lu"kata lisa sambil pergi


"udah mas udah ini kamu gendong gras ajah aku mau goreng ayam soalnya"kata fannie sambil menghadap ke arah reno


"cup,siap istriku"kata reno sambil mencium kening fannie dan mengendong gras

__ADS_1


"dasar kepala jago"kata fannie sambil menuangkan ayam ke dalam minyak panas dan menggorengnya


fannie pun selesai menggoreng ayam dan meletakan ayam di meja makan lalu mengambil gras yang menangis di pelukan reno


"uluh uluj anak mamah kenapa rewel sayang"kata fannie sambil menggendong gras


"haus mungkin ay kamu kasih asi dulu gih kasian dari tadi nangis mulu"kata reno sambil mengelus rambut gras dan di anggukan oleh fannie


"alan dimana mas kamu bantuin aku daritadi jangan bilang anak sendiri malah di telantarin"kata fannie sambil memberikan asi ke gras


"enggak tadi alan di bawa echa ke lantai dua sama bi imah tau mau ngapain"kata reno dan di anggukan oleh fannie


setelah fannie menyusui gras aji tiara dan aryapun datang


"wiii calon manten baru dateng"kata lina sambil memainkan laptopnya bersama aned


"arya"panggil bintang yang terkejut melihat arya yang datang


"kamu dateng juga ayo kekamar aku kita kerjain tugas bareng nanti setelah itu biar di koreksi sama mamah aku"kata bintang sambil menarik tangan arya


"paph mah aku kekamar bintang dulu ya"kata arya sambil menatap ke arah tiara dan aji


"mamah papah aku kekamar ya mau ngerjain tugas sama arya"teriak bintang dan membuat semua orang mengelengkan kepala


"iya sebentar lagi turun loh ya kita makan malam dulu"kata fannie yang teriak dari arah ruang kerja reno


"gak anak enggak emak sama sama ajah makan toa"kata riko sambil menggelengkan kepala


"kok om rik ngomong gitu sih nanti kalo mamah tau om rik di omelin mamah loh"kata aned sambil menatap ke arah riko sekilas


"hehehe iya iya maafin om rik ya"kata riko sambil terkekeh


"tapi jangan di ulangi lagi"kata aned sambil mengangguk


"sebelas duabelas ama fannie anjir anak anaknya"kata vano sambil meminum teh buatan lisa


ting suara lift berbunyi echa dan bi imah turun bi imah dengan menggunakan baju yang sanga indah dan echa mengambil baju untuk tiara aji dan arya sebab fannie yang memintanya


"ibu ibu cantik sekali"kata tiara yang kaget melihat ibunya sangat cantik


"kamu bisa saja"kata bi imah sambil memeluk tiara


"iii itu bi imah kenapa cantik sekali"kata fannie yang keluar dari ruang kerja reno di ikuti reno dan berjalan menuju bi imah


"hehehe iya non makasih ya non"kata bi imah sambil tersenyum


"bi bolehkan aku meminta satu sama bibi panggil aku dengan sebutan an seperti mami dan bolehkah aku manggil bibi dengan sebutan ibu?"tanya fannie dengan mata yang berkaca kaca


"boleh sangat boleh"kata bi imah sambil mengelus pipi fannie


"makasih bu"kata fannie sambil tersenyum


"eh lu berdua nih baju buat lu berdua ama nak lu cape gw nyarinya dan lu nabti lu fototin mereka"kata echa sambil memberikan baju dan menunjuk ke arah riko


"ow siap"kata riko sambil mengancungkan jembol


"ow iya nak kenapa ibu di dandani sepertini?"tanya bi imah kepada fannie


"ani hanya ingin ibu berpakaian seperti ini saja"kata fannie sambil tersenyum


"dan tiara akan di lamara oleh itu"kata fannie sambil menunjuk ke arah aji dan membuat bi imah terkejut


"alhamdulilah ya tuhan"kata bi imah sambil tersenyum


"ayo bu duduk"kata fannie sambil menepuk bangku di sebelahnya


akhirnya aji pun meminta izin kepada bi imah untuk melamar dan menjadikan tiara sebagai istrinya di bulan depan dan semuanya pun setuju asal setelah mereka menikah mereka harus menempati rumah di samping rumah fannie itupun di sarankan oleh pak willy dan fannie dan mereka pun makan malam bersama dengan rasa yang bahagia


next time

__ADS_1


jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back


__ADS_2