
setelah merayakan ulang tahun fannie mereka masih setia dengan tawa dan canda hingga handphone tiara bunyi dan setelah itu membuatnya menitihkan airmata
"tir lu ngapa?"tanya fannie yang melihat tiara nangis
"enggak gw gakk papa"kata tiara sambil menghapus airmatanya
"gak papa gimana?lu nangis gitu coba gw liat hplu"kata fannie dan mengambil handphone tiara
"idih jiji gw!tenang tir gw akan bantu lu"kata fannie yang sudah melihat foto aji dan tiara
"apaan sih bantu apaan dah?"tanya lisa dan di anggukan oleh Lina dan juga echa
"biasa pelakor pelakor yang merajalela"kata fannie sambil menunjukan foto aji dan loren
"wah ini gak bisa di biarin nih tir tenang kita akan membantu mu untuk mendapatkan aji seutuhnya"kata lisa dengan bangga
"udah uda lebih baek kita tidur istirahat"kata fannie dan di anggukan oleh yang lain
"ayo kakak, aned kita ke kamar udah larut malam gak baik anak kecil bergadang"kata fannie sambil merangkul bintang sedangkan aned di gendong oleh reno
"goodnight angkel dan aunty"kata bintang sambil melambaikan tangan
"goodnight"serempak
"eh gw juga ya duluan masuk ke kamar uda ngantuk"kata tiara dan bangkit menuju kamarnya
sesampainya di kamar tiara menangis sejadi jadinya dan menelepon aji berkali kali tapi sayang handphone nya mati.
"ji kamu sebenernya kemana sih!apa kamu cuman jadiin aku pelampiasan kamu iya?atau kamu cuman main main soal pernikahan "kata tiara sambil menatap potonya dengan foto aji
__ADS_1
"apa sekarang kamu lagi bersenang senang dengan mantan istri kamu iya!hiks hiks hiks aku benci kamu ji"kata tiara sambil menangis.
tiara terus menangis hingga kedua boleh matanya memejakkan matanya sendiri. pukul 07 pagi tiara bangun dari tidurnya dan mencoba untuk menelepon aji kembali
(halo mas kamu dimana?)
(halo ini siapa ya?*suara wanita)
(saya tunangan aji kamu siapa? dimana aji)
(hahaha tunangan kenalkan aku istri sah aji)
(jalang berengsek)*mematikan telepon
"aaa kenapa jadi seperti ini!hiks hiks ibu "teriak tiara dan membanting lampu tidurnya
"tiara! tiara buka pintunya lu kenapa ini gw fannie"kata fannie sambil mengebor pintu tiara namun tidak ada suara sama sekali pun
"tir lu kanapa?"kata fannie dan berlari ke arah tiara yang menangis di ujung kamar
"an hiks aji an hiks hiks hiks"kata tiara sambil memeluk fannie
"aji kenapa?dia mainin perasaan lu? atau apa bilang sama gw biar gw habisin tuh orang"kata fannie sambil mengelus punggung tiara
tring *nada dering pesan handphone tiara
Ajiku📩:hay wanita halu aku beritahu sama lu ya gw itu gak pernah suka sama lu! gw cuman mau mempermainkan perasaan lu ajah jadi gak usah GR ya
"cih! lu lupain dia jangan berharap lagi sama dia!"kata fannie dan melemparkan handphone tiara hingga pecah
__ADS_1
"sekarang lu tenang biar gw yang hadapin si ayam jago kampung itu"kata fannie bangkit dan pergi
"an hiks hiks "panggil tiara namun tidak di dengarkan oleh fannie
fannie berjalan menuju garasi motor dan mengendarai motornya ke arah rumah aji dengan hati yang geram dan marah
"aji! keluar lu"teriak aurel sesampainya di rumah aji dan menggedor pintu rumah dengan kasar
clekk pintu terbuka dan menampilkan tubuh wanita berbadan agak gendut berkulit hitam dan rambut pendek tak lain adalah loren namun fannie tidak mengenalinya sama sekali
"ada apa ini kenapa lu datang ke rumah orang ribut ribut gini!"kata loren dengan nada yang tinggi
"dimana aji"kata fannie sambil melepaskan helmnya
"fannie?ternyata dia memang sangat cantik pantas saja semua pria menyukainya sedangkan gw gendut dan tak terawat"batin loren melihat penampilan fannie dengan menggunakan celana jeans pendek dan baju ukuran besar polos berwarna hitam dengan rambut panjang terurai panjang
"ye malam melamun"kata fannie dengan menjentikan tanganya
"ada hubungan apa anda dengan suami saya"kata loren dan membuat fannie melongo
"udah dah panggilin ajah mana suami kurang ajar lu"kata fannie dengan nada yang kesal
"masa sih ini loren?dulu bukannya dia berbody widiw kenapa sekarang berbody gajah tenggelem lumpur beda jauh sama leran"batin fannie menggaruki kepalanya yang tidak gatal
"tidak ada dia sedang pergi"kata loren dengan nada tak kalah kesal
"baik lah kalo gitu titip salam sama dia mulai detik ini dia tidak akan pernah bisa mengajar di tempat taekwondo putih lagi permisih"kata fannie dan pergi
"duh mampu gw kali aji sampe tau bisa berabe ini urusanya! bodo amat lah lagi pula aji kan lagi pulkam jadi gw bebas buat ngerjain si tiara tiara itu"kata loren tertawa kelicikan
__ADS_1
next time
jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back