
"mas mas udah kasih nama buat mereka?"tanya fannie kepada reno
"hmm belum aku masih nunggu kamu"kata reno sambil bermain dengan princesnya.
"gimana kalo setiap anak kita kita kasih nama putra atau putri fareno mas?"tanya fannie
"mamah juga setujuh itu sebab itu adalah doa bukan"kata ratna sambil memeluk aned
"iya mah biar sama kaya aned dan kakak"kata aned sambil tersenyum.
"setuju"serempak
"main setuju setuju ajah gak setuju"kata reno sambil menatap ke arah fannie dan membuat semuanya heran
"kamu aneh ren"kata wijaya sambil meraih prince dari gendongan reno
"kalo kamu gak setuju ya udah gak usah ketemu lagi sama anak kamu"kata wijaya sambil memainkan pipi princes
"lah kan aku bilang aku gak setuju kalo nama depannya belum ketemu"kata reno sambil tertawa
"Fernan Alano Putra Fareno buat si junior dan Fernanda Grasia Putri Fareno buat prince"kata reno dan membuat senyuman di bibir semuanya
"jadi pangilanya alan dan grasia"kata fannie sambil tersenyum
"ya mama suka nama itu"kata ratna sambil menatap ke arah alan.
3 hari kemudian fannie di perbolehkan untuk pulang dan dari situ fannie memulai menjadi seorang ibu.dan merakasan betapa besar perjuangan ibu dan betapa besar rasa sabar yang harus di berikan kepada kedua buah hatinya.
__ADS_1
seminggu sudah berlalu kini saatnya reno pergi kekalimantan untuk mengurus perusahan milik wisnu.
"sayang mas berangkat ya kamu di rumah baik baik,jaga kesehatan,dan juga jaga anak anak kita oky"kata reno sambil mencium kening fannie
"*mas rasa takut aku kini semakin besar mas aku takut jika mimpi itu menjadi kenyataan mas! aku gak sanggup"batin fannie sambil memeluk reno dan menangis.
"kenapa rasanya seperti ini tuhan kenapa rasanya ini adalah hari terakhirku bisa memeluknya"batin reno sambil mencium pucuk kepala fannie dan meneteskan airmata*.
"mas janji ya sama aku jangan pernah ninggalin aku dan jangan pernah buat aku kecewa"kata fannie sambil mengapus airmatanya dan mencium tangan reno
"iya mas janji"kata reno sambil tersenyum dan melangkah pergi.
"mas aku sayang sama mas"teriak fannie sambil berkaca kaca.
"I LOVE YOU FOREVER"jawab reno sambil tersenyum.
"yang pergi akan kembali non!"kata pak hilmy dari arah belakang.
"pak hilmy?"kata fannie sambil membalikan badanya dan di balas dengan senyuman oleh pak hilmy
"pak kenapa rasanya aku gak ikhlas reno pergi pak?"tanya fannie sambil menatap ke arah pak hilmy.
"sudah tidak papa non! saya hanya memberikan satu pesan jangan pernah benci kepada reno dan jangan pernah mencari yang baru walaupun nanti non akan terluka!dan saya pamit untuk pergi kekampung saya non untuk beberapa bulan ini"kata pak hilmy sambil memegang bahu fanniedan membuat fannie menangis.
"saya pamit dulu non harus ingat baik pesan saya jangan pernah benci reno meski non terluka!"kata pak hilmy sambil tersenyum dan pergi.
"hiks hiks pak hilmy ngomong apaan sih!"kata fannie sambil mengapus airmata dan menuju mobil untuk menjemput bintang yang pulang dari latihan tekwondonya.
__ADS_1
20 menit fannie sampai di tempat latihan bintang dan fannie langsung di jamu oleh bintang yang sedang berkelahi dengan temannya.
"apa lu yang salah bukan gw!"kata pria yang sedang berhadapan dengan bintang
"jelas jelas lu yang salah lu yang udah buat kaki gw sampe kaya gini! lu belum kenal siapa gw iya!"kata bintang dengan nada yang tinggi dan penuh kesombongan seperti sifat reno.
"alah palingan lu juga anak orang miskin melarat dan gak punya apa apa kan!"kata pria itu sambil mendorong bintang hingga jatuh dan ingin memukulnya namun tanganya lebih dahulu di cengkram oleh fannie
"kamu mau ngapain anak saya?"tanya fannie sambil melepaskan cengkaramnya dan membangunkan bintang
"mama"panggil bintang dengan nada yang bergemetar karena takut jika fannie memarihinya.
"maaf tante tadii bintang yang duluan"kata temen bintang
"ow iya tapi kenapa saya rasa kamu yang lebih dahulu mulai ya!sebab saya tau betul siapa anak saya! anak saya tidak akan memulai jika tidak ada yang mulai! dan kamu kenapa menendang kaki anak saya sampai seperti ini!"kata fannie sambil memperlihatkan kaki bintang yang luka dan mengeluarkan darah.
"bukan saya tante yang ngelakuin itu"jawab temen bintang dan meneteskan airmata.
"dimana orang tua kamu!"kata fannie sambil memegang dagunya dan menaikan kepalanya
"di sana"kata temen bintang dan menunjukan ke arah pria yang sedang berdiri dan melatih anak muridnya.
tanpa berpikir lama fannie melangkah menuju pria itu dan meminta pertanggung jawaban atas perlakuan anaknya kepada bintang anaknya namun setelah sampai di sana fannie sangat terkejut melihat sosok pria tersebut.
"kamu"kata fannie dan pria tersebut secara bersamaa.
next time
__ADS_1
jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back