
15menit fannie menunggu reno keluar dari kamar mandi.
"nih orang mandi apa tidur si di kamar mandi?"kata fannie yang kesal karena waktunya terhambat untuk bertemu sahabatnya.
krekkkk
suara pintu kamar mandi terbuka.
"lama banget si mandi ajah udah kaya tidur!"kata fannie sambil menatap ke arah reno yang berjalan menujunya bukan menuju ke lemari untuk mengambil pakaian.
"udah ngomelnya?sekarang tolong ambilin baju aku!"kata reno yang membuat fannie menelan ludahnya sendiri.
"glekk, ngambilin baju kamu?"tanya fannie sambil menatap yang tak percaya
"iya iyalah kamu kan istri ku ya kamu harus mulai menjadi istri yang baik mulai dari hal kecil sampai yang besar contohnya kamu ngambilin aku baju setelah aku mandi,rapiin dasi dan jas aku kalo aku ke kantor,ambilin aku makan,masakin aku,dan yang terakhir bisa memuaskan aku!" jawab reno di akhiri dengan penekanan
"gila!"saut fannie kepada reno atas perkataan yang membuatnya kesal yaitu "MEMUASKAN DIRINYA" dan langsung menuju ke alemari untuk mengambil baju reno.
"nih" kata fannie sambil menyodorkan bajunya ke arah reno.
"terimakasih sayang ku!" jawab reno dengan senyuman licik
"jantung gw,jantung gw harap lu bisa bersahabat sama gw selama lamanya kalo deket manusia es itu ya gw gak mau mati dulu!"batin fannie sambil mengelus elus dadanya.
setelah di tinggal pergi oleh reno untuk mengganti pakaian fannie pun berbalik arah dan ingin turun ke bawah namun setelah berbalik arah fannie di kejutkan oleh penampakan lelaki yang tidak sama sekali memakai sehelai benang pun teriak dengan sangat kencang
"AAAAAAAAAAAAAAA" teriak fannie sambil menutup wajahnya dan membalikan badanya ke arah semula.
"an apa apaan si terak terak berisik tau kalo orang denger gimana? untung kamarnya kedap suara kalo gak gimana ? bisa mati kutuk tau gak!"tanya reno dengan kesal.
"lah lagian siapa suruh ganti baju di sini kenapa gak di ruang ganti atau di kamar mandi!" jawab fannie marah.
"ya gak papalah lagi pula aku sama kamu kan udah sah jadi suami istri jadi ya udah kamu biasakan ajah seperti ini!" jawab reno dengan santai
"pala lu gak papa coba sekarang kamu pikir kalo ada orang yang tiba tiba masuk ngeliat kamu telanjang di depan matanya apa gak kaget dan apa gak malu!"kata fannie dengan nada yang sedikit marah dan kesal.
"gak!"jawab reno santai
"udah gila! udah belum aku mau turun!"kata fannie dengan sedikit kesal.
"liat ajah sendiri!"kata reno dingin.
"iiii dasar suami es!" jawab fannie sambil memutarkan badannya.
"ngaca sayang kamu juga dingin kaya es!"jawab reno yang sudah berdiri di hadapan fannie dengan berdiri sangat dekat.
__ADS_1
"*aroma parfum ini sangat membuatku nyaman dan aman,wajahnya yang begitu indah jika terukir senyuman di bibirnya. namun akan terlihat menakutkan jika melihat dia tersambar oleh petir yang mengkilat begitu keras! namun aku merasa nyaman jika di sampingnya!"batin fannie sambil menghirup parfum dan tersenyum.
"aroma rambut ini sangat membuatku tak ingin jauh darinya bibirnya yang mungil dan manis membuatku tersenyum karena melihat dia tersenyum,bola matanya yang indah membuatku tak ingin berpaling darinya!"batin reno sambil menghirup dan merasakan wangi rambut fannie dengan senyuman.
"dia tersenyum,ada apa dengan ku apa aku sudab mulai jatuh cinta kepadanya?"batin fannie dan reno*.
10 menit mereka berdiri berhadapan dam saling menghirup wangi dan juga memuji satu sama lain.
"udah ngeliatinya?"tanya fannie sambil mengarahkan telapak tanganya ke arah wajah reno.
"aku tau aku cantik tapi gak usah di liatin sampe segitunya kali!"kata fannie sambil menahan tawa.
"yang ada itu kamu yang ngeliatin aku sampe gak kedip ya aku akui aku ini ganteng dan manis jadi udah biasa jadi gak usah bingung lagi!"jawab reno sambil memegang tangan fannie yang berada di wajahnya dan memindahkanya ke wajah fannie.
"an kamu makan yang banyak ya biar tinggi kamu terlalu pendek banget leher aku capek nunduk melulu! bwhahahaha!"ejek reno sambil berlari dan cengengesan.
"renooo lu nyebelim banget si!"teriak fannie dan berlari untuk mengejar reno.
namun percuma reno sudah berlari pergi ke arah ruang kerjanya.
"untung lu suami gw coba ajah kalo bukan udah gw remes remes tuh muka pake mesin cuci!"kata fannie dengan menghentak hentakan kakinya.
sesampainya di ruang tamu fannie langsung membanting kasar bokongnya di atas sofa yang empuk.
"wii kenapa nih pengantin baru!"kata lisa yang merasa aneh sama tingkah adek bontot angkatnya.
"an lu kenapa si cerita doang sama kita?"kata lina sambil menutup laptopnya.
"gw kesel sama reno masa gw di suruh ngambilin baju sama daleman dalemannya!"kata fannie sambil memakan cemilan dengan rakus.
"bwhahahaha jadi cuman gara gara ini doang lu marah?"tanya echa sambil tertawa bersama lina dan lisa. dan di angukin oleh fannie
"kalo itu mah udah kewajiban seorang istri sayang lu aneh banget deh!"saut lina sambil menahan tawa.
drettt dretttt
suara telepon fannie menandakan ada telepon masuk
(RENOVASI call)
"an tuh ada yang telepon namanya renovasi.lu mau renovasi apaan?"tanya lina kepada fannie dengan ekspresi oranv yang berpikir sangat keras.
"gw mau renovasi mukanya reno!"jawab fannie mengambil handponenya. sedangkan lisa dan echa tertawa karena melihat wajah sahabatnya lina begitu kocak.
(halo apaan lu udh satu rumah masih ajah telepon gw!)
__ADS_1
(sabar dong,kok ngomongnya lu gw lagi sesuai perjanjian.)
(ihh lu ngesil banget si udah cepetan maunya apa telepon gw!)
(aku minta di bawain kopi,and cemilan)
(yaya tut tut)
"dasar suami ngeselin!"ucap fanni sambil menuju ke dapur.
setelah fannie membuat kopi dan membawa cemilan ke ruangan kerja reno.
krekkkk
suara pintu terbuka.
"nih kopi sama cemilanya!" ucap fannie sambil meletakan kopi dan cemilan di atas meja.
"y!"kata reno cuek yang membuat fannie marah dan kesal.
"bilang terimakasih ke apa ke! masih untung gw baik hati lu!"kata fannie sambil berjalan keluar ruang kerja reno
BRUKKKK
suara bantingan pintu yang keras
"gila ternyata di se barbar itu!"kata reno kaget dan menggeleng geleng
"srupppp,enak juga dia bikin kopinya!"kata reno sambil meminum kopi buatan fannie dengan senyuman.
Disisi lain
"hiiiii sebel sebel sebel kenapa gw nurut ajah apa yang di kata sama si suami biadap itu!"kesel fannie sambil mengehentak hentakan kaki.
"non ani kenapa kok kaya sebel gitu?"tanya bi imah sambil menuangkan makanan dari pengorengan ke piring saji.
"aku benci bi aku kesel gara gara si reno dari tadi dia bikin aku kesellllll minta ampunnnn."jawab fannie sambil memonyongkan bibirnya.
"kenapa gitu gak boleh gitu loh non biar gimana pun dia suami non jangan sampe seperri bibi non. dan menyesal di akhir non!"kata bi imah terhenti dari aktivitasnya dengan mata yang berkaca kaca.
"aa bibi bukan gitu masud ani,"kata fannie sambil berlari ke arah bi imah dan memeluknya.
"iya non bibi mengerti tapi bibi cuman kasih tau ke non biar gak kaya bibi! jadi non harus kuat dan terima suami non apa ada nya walau bibi tau seharusnya di usia kaya non ini masih berpacaran seperti non sama den adam! bibi ngerti tapi yang lebih bagus dan baik itu adalah berpasangan untuk sehidup semati non!" kata bi imah sambil memeluk fannie
"iyha bi ani bakal jadi istri yang baik."jawab fannie memeluk bi imah.
__ADS_1
next time
jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back