
setelah reno pamit pulang kepada loren reno mengendarai mobil dalam keadaan tak tenang.
"apa tadi benar benar fannie? apa dia mengetahui semuanya? apa dia begitu sakit? apa dia benar benar mencintaiku? tapi kena gw belum bisa mencintai dia kenap!?"kata reno sambil mengumpal kesalnya.
"gw bodoh! kenapa waktu itu gw gak nolak perjodohan itu agar fannie gak merasakan sakit seperti ini!!"
"renooo lu bener bener bodoh!"sambung reno
"gw harus balik cepet cepet supaya gw bisa memastikan itu benar benar fannie atau bukan!" kata reno melaju dengan menaikan laju nobilnya.
(author kok bab ini terloncatkan?->reno)
(bukan ke loncatkan tapi di bab ini author bakal ngasih tau ke pembaca betapa sakitnya mencintai seseorang namun seseorang itu mencintai orang lain-->author)
(siap author dilanjut-->reno)
di sisi lain.
"fan lu yakin lu gak papa?"tanya echa sesampainya di rumah
"iya gua gak papa santai ajah!"kata fannie sambil tersenyum namun dengan airmata yang keluar..
"udah dong jangan nangis lagi nanti cantik lu di ambil orang loh!"kata echa sambil tertawa tipuan.
"iyha iyha ya udah yu masuk gw pengen istirahat!"ajak fannie sambil menggandeng tangan echa dengan langkah yang sedikit tak bersadaya.
"ya allah fan sini biar gw papah lu lemes banget loh fan!"kata echa khawatir sambil mencoba memapah fannie namun di tolak.
"gak usah cha gw kuat kok sumpah lu tenang ajah!"jawab fannie sambil melanjutkan berjalan menuju rumah namun baru di depan pintu fannie sudah tak berdaya.
Brukk
"fan fannie,tolongg gas bagass!"teriak echa dengan panik.
"ya allah cha fannie kenapa?"tanya bagas sambil berlari menuju kearah echa.
"tolong lu bawa fannie ke dalam kamarnya sekarang juga nanyi gw ceritain pajanh pokoknya!"kata echa sambil membatu bagas mengendong fannie.
sesampainya di lantai 4 bagas pun berlari kearah kamar fannie.
"fan lu sebenarnya kenpa gw harap lu sadar fan dan bisa cerita sama gw dan yang lain!"batin bagas sambil membuka pintu kamar fannie
"aww sakit!"kata fannie sambil membuka matanya.
"fan lu udah sadar syukur deh kalo gitu! mata lu kenapa sembab gitu lu habis nangis?sama siapa?"tanya bagas khawatir.
"gw gak papa gas makasih ya sekarang tinggalin gw sendiri boleh?"kata fannie sambil tersenyum manis.
"oky ge tinggal lu baik baik ya!"kata bagas dengan senyuman.
setelah bagas keluar fannie pun kembali menangis karena masih mengingat kejadian tadi di kafe flowers.
"hiks hiks hiks mi pi kalian kapan pulang ani kangen sama kalian ani pingin peluk kalian ani kangen mi pi!"ucap fannie sambil memeluk foto ratu dan wisnu.
Di ruang tv
"cha sebenarnya apa yang terjadi sama fannie?"tanya lisa yang tadi tak sengaja melihat bagas menggendong fannie ke arah kamar.
__ADS_1
"jadi gini tadi gw sama fannie kan keluar nah gw gak tau gw mau di ajak ke mana ama si ani nah sepanjang jalan gw cuman ngeliatin ani yang nangis terus gw mau nanya tapi engggan karena gw takut di malah tambah parah makanya gw diemin nah pas sampe di jl pangeran 2 fannie berhenti mendadak dan nyuruh gw untuk natap ke depan mobil dan betapa kagetnya gw ngeliat mobilnya reno berhenti di rumah cewe terua pelukan dan di ajak ke restoran flowers dan abis itu fannie nanyi buat reno agar reno ngerti perasaan fannie tapi reno acuh gitu nah abis fanie nyanyi di lari keluar dan teriak isteris sambil nangis. jadi kesimpulanya gw baru sadar kalo gw di ajak fannie buat ngikutin mobil reno!"jelas echa sambil meneteskan air mata
"apa reno ketemu sama loren? jalan pangeran 2 itu tempat tinggal loren. apa loren dah balik? aghk semoga ani bisa mengerti dan reno cepet menentukan pilihanya jangan sampai ada yang lebih nekat lagi dari pada ini!"batin bagas sambil menatap riko dan vano.
"jadi gw mohon sama kalian nanti kalo reno pulang dan nanua fannie kemana bilang ajah ada di kamar baru masuk gw mohon!"sambung echa sambil menangis di pelukan lisa dan lina. hanya anggukan kepala yang bekata iya
clikkkkk
suara mobil berhenti di perkarangan rumah fannie.
"mobilnya masih ada dan masih di posisi yang sama!"kata reno sambil tersenyum.
reno pun masuk dan melihat ruang tv yang terdapat teman temannya.
"wi bro baru balik lu? mana oleh olehnya!"sapa bagas seolah tak terjadi masalah apa apa.
"hm ani di mana?"tanya reno dengan senyum masam.
"gila beneran si reno kaya gak ngerasa salah! coba ajah kalo gw jadi fannie udah gw culek matanya pake sambel! tapi gw yakin fannie gak akan ngelakuin itu!"batin lina dengan menatap tak suka kepada reno.
"di kamar baru ajah masuk kekamarnya!"kata echa berbohong.
tak menjawab apa apa reno langsung bergegas untuk kekamarnya.
sesampainya di kamar reno melihat fannie yang sedang duduk di tepi kasur dan melihat ke arah jendela sambil benyanyi
Mengapa ku terus memimpikanmu?
Mengapa aku menangis untukmu?
Mengapa ku selalu tersakiti?
Mengapa aku berharap padamu?
Jelas-jelas kau tak memikirkan aku
Jelas-jelas kau tak pernah menganggapku ada
Mungkinkah ini sudah jalan takdirku?
Oh, mungkinkah ini memang yang terbaik untukku?
Namun tak kuasa aku bila terus-terus begini
Aku tak sanggup
Sungguh aku tak sanggup
"suatanya sama seperti penyanyi di restoran tadi apa benar tadi itu fannie?"batin reno sambil berdiri dan mendengarkan fannie bernyanyi dengan menatap ke arah fannie dengan perasaan bingung.
Mengapa ku terus memimpikanmu?
Mengapa aku menangis untukmu?
Mengapa ku selalu tersakiti?
Mengapa aku berharap padamu?
__ADS_1
Jelas-jelas kau tak memikirkan aku
Jelas-jelas kau tak pernah menganggapku ada
"sayang!"panggil reno kepada fannie dan membuat fannie terdiam.
"sayang? tak usah gr fan dia manggil lu sayang karena cuman ingin membuat lu terluka dan tersiksa!"batin fannie sambil mengapus air matanya.
"iyha mas ada apa kamu sudah pulang? apa mau aku siapkan air hangat?"jawab fannie yang sedikit sedu dan berpura seolah tak terjadi apa apa.
"tidak usah mas mau mandi air biasa saja. mas mau bertanya apa kamu tadi keluar rumah an?"tanya reno menghampiri fannie dan duduk di samping fannie.
"tidak dari tadi aku di rumah bersama echa,lisa,lina,bagas,riko,vano dan bi imah memang kenapa mas?"tanya fannie dengan suara gemetar.
"tidak papa berarti tadi aku hanya salah orang syukur kalo gitu. ya sudah mas mau mandi dulu"kata reno sambil pergi ke kamar mandi.
"ya tuhan kenapa begitu sakit rasanya dan mengapa kau berikan ku cabaan seperti ini hamba sunggu tak kuat ya tuhan.!"batin fannie sambil menyiapkan baju ganti reno.
drettt drettt drettt
(baby loveyou call)
"dia lagi? apa dia meminta reno untuk pergi ke rumahnya lagi atau untuk menceraikan aku? oh tuhan berikan aku jalan dari semua ini aku benar benar sudah tak tahan dengan rasa ini!"batin fannie sambil menatap layar handpone reno yang bergetar dengan airmata.
"mas ada yang telepon tuh!"teriak fannie.
"siapa sayang?"kata reno sambil keluar dari kamar mandi.
"baby loveyou!"jawab santai fannie dan pergi ke dapur mengambil minum sambil menangis.
reno yang mendengarnya pun langsung menghampiri handponenya dan mengangkatnya.
setelah mengangkat teleponya reno menghampiri fannie yang sedang duduk di meja belajarnya.
"sayang mas mau jelasin tentang baby loveyou tadi!"kata reno sambil memeluk fannie dari belakang.
"tidak usah mas lagi pula aku juga tak menginginkan dan juga tidak mau mendengar cerita dan penjelasan tentang baby loveyou lagi pula aku tidak cemburu sama sekali karena aku tidak ada rasa sama mas aku berbicara dan bersikap manja hanya untuk memenuhi syarat yang mas beeika untuk mencari keberadaan anak bi imah dan hanya demi bi imah bukan karena aku sudah mencintai mas!"jawab bohong fannie sambil menitihkan airmata
"*lu bodoh fan kenapa lu malah bilang kaya gitu fan kenapa? samppao kapan lu sok kuat seperti ini!"batin fannie.
"deg deg deg kenapa jantung ini terasa seperti tersambar oleh petir? apa benar fannie memang tidak ada rasa sama sekali dengan ku? ya tuhan kenapa kau memberikanku cobaan yang seperti ini!"batin reno*
"ow ya sudah kalo begitu!"kata reno santai dan meninggalkan fannie.
1 setah jam fannie selesai menyiapkan data data perusahan dan menutup laptopnya untuk tidur namun sebelum itu fannie melihat reno yang sedang tersenyum dengan handponenya.
"apa dia sedang chatan dengan kekasihnya itu? mengapa aku bisa mencintai seseorang yang mencintai orang lain? apa aku boleh egois kepada dia? dan kenapa aku harus hadir di antara mereka berdua?"batin fannie sambil melangkah ke kasur dengan mata yang membendung airmata.
"kamu sudah selesai sayang?"tanya reno sambil menatao fannie yang sudah tertidur di sampingnya.
tidak ada jawab dari fannie.
"ya sudah selamat malam!"kata reno sambil menghelus rambut fannie.
"*gw yakin kalo tadi fannie yang nyanyi di resto tadi sebab suaranya sama persis dengan fannie hanya penampilannya saja yang berbeda!penampilan bisa berubah namun suara dan perilaku seseorang tidak datap berubah dengan mudah fan! tapi gw akan berupura pura tak mengerti soal ini agar gw tau apa lu benar benat gak ada rasa sama gw!"batin reno dengan menatap fannie yang tidur membelakanginya.
next time
__ADS_1
jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back*