
pukul 07:00 pagi fannie sudah bersiap siap untuk ke perusahaan pratium untuk bertemj dengan sari dan suaminya.
"hmz nama faisal ramadhan kaya gak asing bagi gw,tapi siapa ya?emang si nama itu banyak tapi gak mungkin dong semua orang sama!lebih jelas lagi mending gw berangkat terus liat siapa dia siapa tau gw inget!"kata fannie sambil berjalan menuju lantai bawah.
"bi imah,ani berangkat ya assalamuaikum"terial fannie
"waalaikumsalam non"kata bi imah yang sedang di dalam kamar mandi.
35 menit fannie sampai di perusahaan pratium dengan menggunakan sepeda motornya,walaupun sempat di larang oleh reno tapi entah fannie selalu membangkak semua larangan siapapun tidak seperti biasanya.
"eh lihat deh itu bu fannie kan!keran ya udah cantik ponter baik hati intinya sempurnah deh!"kata salah satu pegawai yang melihat fannie sedang memakirkan motornya.
"gak nyangkak gw kalo bu fannie bisa naik motor"kata pegawai pria
"walaupun naik motor kencantikannya gak ada tandingannya!"kata salah satu pegawai
fannie pun masuk kedalam perusahaan dengan tersenyum tidak seperti biasanya(ya kan udah di bilang sifatnya agak berubah)
"selamat pagi bu fannie"kata salah satu pegawai.
"ya"jawab fannie sambil tersenyum dan berjalan.
fannie pun berjalan menuju ruang tunggu karena melihat dewi,sari dan juga suaminya yang sudah menunggunya.
"maaf saya terlambat!"kata fannie sambil duduk dan melihat ke arah sari dan suaminya namun tatapan fannie terhenti ketika melihat faisal ramadhan suami dari sari.
"*dia bukanya dia adalah cowo yang membantu indah buat hubungan gw dan adam pupus ya?tapi tenang fan dia gak salah apa apa dia cuman korban!hufts profesional!"batin fannie sambil menatap ke arah faisal.
"kenapa?gw harus menatap dan berkerja dengan seseorang yang telah gw buat luka di hatinya!maafin gw bu fannie atas perlakuan saya 5 tahun yang lalu!"batin faisal ramadhan.
"kenapa mas menatap ke arah bu fannie seperti itu?atau jangan jangan bu fannie adalah orang yang udah mas faisal lukai demi membantu ekonomi keluarganya dari manusia jalang itu!"batin sari yang menatap ke arah faisal.
FLHASBACK*
__ADS_1
"hiks hiks hiks gw gak salah gw gak salah!"kata fannie sambil menangis
"ya gw gak salah gw harus cari bukt igw bakal mulai dari caffe green dimana kata adam gw bersama pria lain!"kata fannie sambil bangkit dari duduknya dan menghapus airmatanya lalu pergi dengan menggunakan motornya.
"sayang kamu kemana?sudah sore nak!"kata wisnu yang baru keluar dari mobilnya namun tak di hiraukan oleh fannie.
fannie pun menancapkan gasnya dengan sangat kencang dengan 80 km keatas hingga fannie sampai di caffe green dengan waktu yang singkat. fannie pun masuk dengan rasa yang kesal dan menjadikan caffe green sebagai caffe kebencian dirinya.
"selamat datang nona fannie sunggu kehormatan bagi saya karena nona fannie telah datang ke caffe kami!"kata pemilik caffe tersebut sambil tersenyum ke arah fannie.
"cctv!"satu kata yang di keluarkan fannie dengan tatapan yang tajam dan di anggukan oleh sang pemilik caffe.
merekapun berjalan menuju ruang cctv. setelah mereka sampai di ruang cctv fannie pun langsung mengambil ahli komputer dan melihat ulang kejadian kemarin.
dan fannie pun melihat indah yang menyatok rambutnya dan mewarnai rambutnya agar sama persis denganya serta pria yang wajahnya yang bisa di bilang tampan. mereka duduk berdua di meja nomer 12 dan indah memberikan segepok uang kepada pria itu lalu pria itu tersenyum. fannie pun yang melihatnya sangatlah geram dan mengambil foto laki laki itu dan mencari tau siapa dia sebenarnya.
sesampainya di rumah fannie langsung kekamarnya dan menghibungi dewi permata untuk mencari biodata pria yang ada di foto itu.
beberapa jam kemudia dewi mengirimkan beberapa dokumen tentang biodata dan riwayat tentang pria tersebut.
fannie pun terus membaca tentang riwayat kehidupan dari faisal ramadhan dan dia sangat terkejut karena membaca satu dari riwayat yang paling dia tidak bisa membayangkan.
"menjadi tulang punggu keluarga dan membiayai 4 adik adiknya serta membiayai ekonomi keluarga!"ucap fannie sambil membaca dan memejamkan matanya sejenak.
"mau gak mau gw harus ketemu dia"kata fannie dan bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ke alamat rumah faisal ramadhan.
25 menit fannie sampai di kediaman rumah faisal ramadhan yang dimana fannie terkerjut melihat sebuah rumah yang berdesain dari rakutan bambu dan daun daun yang berguguran menjadikan tanah untuk rumahnya fannie pun yang melihat itu hanya bisa meneteskan airmata.
"maaf kak kakak mau cari siapa ya?"tanya suara lembut itu dan membuat mengelap airmatanya dan menatap ke arah yang berasal
"saya mencari faisal ramadhan"kata fannie dengan nada yang dingin
"ow bang isal masih kerja kak kalo habis sekolah"kata adek kecil manis yang duduk di atas tanah dan bermain dengan daun daun kering dan membuat fannie tersenyum dan mengingat masa lalunya.
__ADS_1
"hay abang sudah berapa kali bilang jangan main kotor!"saut seorang pria dari arah belakang dan membuat fannie menoleh.
"maaf abang ow ya bang itu temen abang nungguin abang katanya"kata adek kecil itu dan menunjuk ke arah fannie.
"siapa?"tanya pria itu dan mengikuti arah tangan adeknya yang menunjuk seseorang dan betapa terkejutnya pria itu setelah melihat seseorang yang menunggunya ternyata adalah fannie orang yang telah dia lukai.
"kakaamnu!"kata pria itu sambil terbata bata yang membaut fannie tersenyum licik.
"hay faisal ramadhan"sapa fannie dengan senyum licik namun beberapa langkah fannie untuk maju faisal lebih dahulu memutarkan badanya dan berlari.
drorr dorrr dorrr dorrr
suara pistol yang di keluarkan oleh fannie dan di tembakan ke atas yang membuat faisal menghantikan langkah kakinya sedangkan adeknya hanya diam dan memegang dadanya. fannie pun segera berlari menuju faisal agar dia tidak lari lagi.
"kenapa kamu lari?apa kamu takut?saya kemari hanya ingin bertanya baik baik dengan mu! apa ini cara mu menyambut tamu?"tanya fannie sambil meletakan pistol di ujung kepala faisal.
"maaf maafkan saya!"kata faisal sanmbil berlutut di hadapan fannie.
"berdiri!"teriak fannie dan membuat faisal berdiri
"saya hanya ingin kamu jawab pertanyaan saya dengan jujur! apakah kamu pria yang bersama indah di caffe green?"tanya fannie dengan nada yang tinggi.
"iya maaf saya melakukan itu karena itu terpaksa nona di saat itu saya membutuhkan uang banyak karena adik saya terkena DBD dan harus segera di tangani namun saya bingung harus mencari uang kemana lalu indah menghampiri sayang dengan rambut yang sama dengan nona dan meminta saya untuk membantunya dan dia akan membatar saya dengan nominal yang sangat besar saya minta maaf mohon maafkan saya!"kata faisal dengan nada yang sendu.
"hufst sudah saya maafka !terimakasih atas kejujuranmu: dan ini uang untuk biaya adikmu dan bersihkan rumahmu! menurutku ini bukan seperti halam rumah melainkan halaman kambing!"kata fannie berlalu pergi dan menagikan motornya
"nona fannie"pamggi faisal kepada fanmie
"ada apa?sekarang kamu bisa berkerja di sini! soal tahun kemarin sudah saya maafkan asalkan kamu tidak mengecewakan saya kembali!"mata fannie dan di anggukan oleh faisal
"kalo gitu dewi saya serahkan semuanya sama kamu!saya dan sari akan kemabali ke perusahaan !"kata fa nie bangkit dan pergi dan di ikuti oleh sari.
next time
__ADS_1
jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back