
Di ruang kerja fannie fannie terus menangis dan memeluk sari.
"kan sudah saya bilang bu disini ada sosok yang sama seperti pak reno"kata sari sambil mengelus punggung fannie
"mbak sekali ajah mbak panggil aku dengan sebutan ani mbak hiks hiks"kata fannie yang enggan untuk di panggil ibu
"baik lah,kamu harus ikhlas kalo itu reno itu udah meninggal tapi kalo itu benar benar reno kamu harus tegar mungkin saja reno mengalami kecelakaan dan mengalami amesia kan kita gak tau biarkan waktu yang menjawab"kata sari dan di anggukan oleh fannie.
"tapi mbak kalung dan gelang yang di pake sama lelaki itu persis sama gelang dan kalung yang sama mbak kaya punya ku dan reno"kata fannie sambil melepaskan pelukaanya.
"kita berpikir positif dulu ajah siapa tau itu bukan reno hanya mirip seperti apa yang kamu bilang tadi"kata sari agar fannie tenang
"ya aku tau kalo barang itu pasti banyak tapi tatapan reno gak mungkin banyak yang memilikinya mbak! aku yang udah 3 tahun bersamanya dan aku hafal mbak"jelas fannie sambil menghapus airmatanya.
"ya mbak tau kita cari kebenarnya nanti setelah kamu tenang sekarang kamu cek dokumen dan berkas yang di kirim sama kantor dan beberapa butik mbak mau pindahin kembar dulu dan menemainya di kamar istirahat"kata sari sambil memutar stroller kembar dan membuka pintu dan pergi.
tanpa mereka sadari ada dua pasaang mata yang mendengarkan semua pembicaraan mereka.
"apa aku ini reno yang dia maksud?"gumun reno sambil melihat sari membawa kembar ke arah kamar peristirahatan
"aku harus cari tau ini semu!"kata reno sambil memutarkan badannya dan mengetuk pintu kerja fannie.
tok tok tok
__ADS_1
"masuk"kata fannie yang masih memandangi komputernya.
"permisih nona"kata reno dan membuat fannie menatap orang yang ada di hadapannya.
jeder
kenapa rasanya begitu kacau seperti ini dia siapa sebenarnya jika dia reno dia tidak mungkin memanggilku dengan sebutan nona tapi jika itu reno kenapa dia tidak mengingatku. batin fannie dan menatap pria iu dari atas sampai bawah
"ow ya silahkan duduk"kata fannie sambil mengijinkan reno untuk duduk
"ada apa tuan kemari?"tanya fannie sambil menatap reno dengan dingin.
"saya hanya ingin bertanya! kenapa kalung dan gelang yang kau pakai bisa sama seperti punya ku?"kata reno to the poin.
"di luar sana banyak tokoh yang menjual ini!"kata fannie dengan nada yang kesal.
"saya gak pernah mengambil barang barang anda! jadi jangan pernah nuduh saya atau saya bisa melaporkan anda kepolisi!"kata fannie sambil menatap tajam ke arah reno.
"dan apa itu foto mu dengan suamimu atau foto mu dengan fotoku lalu kau edit?"tanya reno sambil melihat arah foto dirinya dan fotk fannie yang sedang tertawa lepas.
"saya mengedit foto kamu dan saya ogah dan saya juga gak pernah kenal anda jika suami saya sudah membuat saya bahagia lantas kenapa saya harus mengedit foto saya dengan manusia yang bodoh seperti kamu!"kata fannie dengan nada yang marah
"apa kamu seorang penipu?"tanya reno dengan senyum miring dan membuat fannie marah dan kesal
__ADS_1
"saya tidak pernah kenal kamu dalam hidup saya! dan saya minta sama kamu jangan pernah usik saya dan keluarga saya walaupun wajah dan postur tubuhmu mirip dengan suami saya tapi kamu bukan suami saya jadi kamu stop temui saya dan jika kita saling berpapasan anggap saja kita tak saling mengenal!"kata fannie dengan nada yang tinggi dan mengepal tangan.
"kenapa? apakah kamu tidak mau di bilang penipu?atau maling?"kata reno dengan nada yang kesal dan senyum miring.
"prakkkk... jaga bicara anda tuan saya bukan orang seperti itu jika saya tidak punya apapun itu lebih baik saya mati karena kelaparan dari pada saya mengambil dan menipu seseorang!"kata fannie dengan amarah dan menampar pipi reno.
"ow iya"kata reno dengan menatap bola fannie yang berkaca kaca.
"sekarang saya minta anda keluar dari ruang kerja saya!"kata fannie dengan nada yang mulai redah namun tidak di dengar oleh reno.
"brakkk saya bilang keluar"teriak fannie sambil mengubrak meja dan membuat reno bangkit dan keluar
"aaaa menjengkelkan dia siapa dan kenapa mukanya mirip dengan reno!"kata fannie sambil memegang pipinya.
"kenapa dengan tatapan dari perempuan itu yang selalu membuat ku merasa nyaman dan merasa penuh rasa kerindua"batin reno sambil berjalan menuju meja leran dan dirinya.
"dan kemarin kedua orang tua itu dan anak itu membuat aku nyaman dan bahkan seperti keluarga"batin reno dan mencoba mengingatnya.
"aw aw aw"kata reno sambil memegang kepalanya.
"sayang kamu kenapa?"tanya leran yang kaget karena reno merintis kesakitan.
"enggak aku gak papa kok kita pulang ya"kata reno dan di anggukan oleh leran.
__ADS_1
next time
jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back