CEO DINGIN SUAMIKU

CEO DINGIN SUAMIKU
78.PERANGSANG


__ADS_3

pukul 19:30 reno bersiap siap untuk kepesta perayaan kelulusan smk bangsa wisnu di tempat tinggal Danu. setelah reno sudah rapi dan siap namun hati fannie tidak demikian hatinya cemas dan juga merasa ada yang aneh dengan pergian reno dan merengek untuk ikut.


"mas aku ikut ya!"kata fannie sambil memeluk reno dari balik jas hitamnya.


"sayang kamu kenapa sih?tumben aku kan perginya gak sendiri! dan di sana juga gak ada perempuanya kok jadi kamu tenang ajah ya!"kata reno sambil membalikan badanya.


"gak mas filling aku bilang nggak mas! plis aku mohon"kata fannie sambil memeluk reno dengan erat.


"sayang,udah dong jangan gini lagian mas itu perginya gak lama kok janji"kata reno sambil membalas pelukan fannie.


"janji ya!"kata fannie sambil mendangakan kepalanya ke arah wajah reno.


"iya mas janji!"kata reno sambil menarik hidung fannie.


"ya udah tapi mas jangan lama lama kalo mas udah sampe jangan lupa kabarin aku! nanti aku tunggu di ruang tv sama lina lisa echa sama tiara!"kata fannie sambil menggandeng tangan reno dan menariknya keluar.


"sayang mas berangkat ya"kata reno sambil mencium kening fannie


"ya udah mas hati hati ya nanti kalo udah sampe kabarin aku pulangnya jangam malam malam!"kata fannie sambil mencium tangan reno dan dianggukan oleh reno.


"ya udah kita berangkat assalamuaikum!"salam reno,fanno,vano,dan riko dan berjalan pergi


"walaikum salam!"serempak


"mas kenapa hati aku rasanya gak rela kaya gini mas!semoga kamu baik baik ajah!"batin fannie sambil menatap ke arah punggung reno yang sudah menjauh.


"an!lu kenapa?"tanya lisa sambil menepuk bahun fannie dan menyadarkan fannie dari lamunanya.


"aghk enggak kok!"kata fannie sambil menatap lisa.


"udah ayo masuk!"kata lisa dan di anggukan oleh fannie


"duluan!"kata fannie sambil mendorong lisa


"mas semakin kamu menjauh semakin aku berasa bersalah mas! pliss aku mohon jangan kecewaain aku!"batin fannie berkaca kaca.


"sudah tenang saja dia tidak akan berbuat yang aneh aneh asalkan nanti nona an siap melayaninya!"kata pak hilmy sambil mendekati fannie.


"pak hilmy! ikhs nganggetin ani ajah!"kata fannie sambil memegangi dadanya.


"hehh maaf nona an!"kata pak hilmy sambil tersenyum.


"tapi tadi apa layani?layani apa?"tanya fannie ke pada pak hilmy.


"sudah nanti kamu tahu sendiri,saya permisih nona an"kata pak hilmy dan berjalan keluar rumah.


"pak hilmy! pak!"teriak fannie sambil menghentak hentakan kakinya karena kesal


"Dasar jaka tua!"teriak fannie kesal dan masuk ke dalam rumah.


"gak papa non saya jaka tua yang pentung saya happy!"kata pak hilmy sambil tertawa.


25 menit reno dan ketiga sahabatnya sampai di kediaman danu.


"cuss masuk!"kata riko sambil membenarkan rambutnya.


"inget bini woy di rumah!"kata vano sambil menabok tangan riko


"ya elah gw beresin rambut doang! lagian siapa juga yang mo sama laki laki di sini gila lu ya lu kate gw homo apa!"kata riko sambil menatap mata vano dan mengangkat tangan kananya yang melambangkan pukulan.


"udah ayo masuk ke bocah lu pada!"kata fanno yang sudah berjalan duluan di belakang reno.

__ADS_1


mereka pun masuk kedalam kediaman danu dan menikmati pestanya.


"permisi mas,ini minumanya!"kata mbak pelayan.


"ow ya mbak makasih!"kata fanno dan mengambil gelas di nampan yang di bawa oleh pelayan begitu pula dengan riko vano reno namun ketika reno ingin mengambil tiba tiba mbak pelayan memberikan minuman oren jus.


"ini mas!"kata mbak pelayan itu dan memberikan oren jus.


"ya makasih!"kata reno dan meminumnya.


"hey kalian udah pada sampai!"sapa danu


"yoi,?"tanya riko sambil memeluk danu.


"selesai tamat lu mau kerja di mana dah!"kata danu sambi menetap ke arah riko.


"biasalah!"kata riko dan di anggukan oleh danu.


"*agrhkk sialan!kenapa pala gw pusing!panas"kata reno sambil memegangi kepalanya.


"yes berhasil!"kata seseorang tersenyum sambil menatap ke arah reno.


"aghrk sialan! ini jebakan!panas"kata reno sambil sempoyongan*.


"ren lu ngapa?"tanya fanno sambil menatap reno yang mulai memanas.


"fan anter gw ke kamar mandi sekarang!"bisik reno di telinga fanno dan di anggukan oleh fanno.


"ayo! eh gw ke luar bentar ada urusan!"kata fanno sambil membopong reno.


"eh bentar!"kata vano dan berjalan menuju fanno dan reno.


"eh kita cabut bentar!"kata riko dan berlari menuju vano reno dan fanno.


"panas kenapa! gw kaga tau panas kenapa?"tanya fanno sambil memegang kepalanya.


"ren lu ngapa?"tanya vano sambil melihat reno.


"wah gawat ini mah si reno kena obat perangsang!"kata riko sambil menepuk punggung fanno


"lu tau dari mana?lu pernah ye?"tanya vano sambil berdiri.


"lu makanya jadi cowo jangan goblok goblok banget! lu liat mukanya berutus merah ke gitu!"kata riko yang memegang pipi reno yang memerah.


"panas....ukh ukh panas...."teriak reno dan membuka jasnya.


"udah ayo balik lu mau nungguin apaan! mo nungguin die sekarat!"kata fanno sambil membantu reno bangkit dan memapahnya di ikuti vano dan riko.


"agkhr sial gagal!gagal!"kata seseoramg yang berada di balik tiang.


di perjalanan pulang reno terus merasakan panas di sekujur tubuhnya.


"panas...panasss...agkh sialan"teriak reno yang membuat suasana mobil menjadi sumpek dan sesak.


"sabar ren tahan oky!"kata fanno sambil menancapkan gas mobilnya.


di ruang tv.


"an lu kenapa si dari tadi bengong ajah! lu mikirin siapa?reno?apa abang lu?"tanya tiara yang sendari tadi melihat fannie bengong dan melihat ke layar handpone.


"gak tau perasaan gw gak enak ajah gitu!"kata fannie sambil melihat foto reno.

__ADS_1


"udah makanya lu jangan mikir negatif mulu!"kata lisa sambil menyodorkan kripik.


"ya gitu maunya gi..."kata fannie terpotong karena teriakan vano


"fan fannie!"teriak vano sambil berlari menuju ruang tv yang membuat fannie bangkit dan menatap vano lari sebab di kejar kejar setan.


"ikhs elu gw pikir reno!di mana reno?perasaan gw gak enak dari tadi"kata fannie sambil menatap vano yang ngos ngosan.


"anu..reno anu... agkh anu!"kata vano gelagapan ya membuat fannie kesal dan mengerutkan dahinya


"di mana jangan gelagapan gitu gw gak akan makan lu kok! cepetan kasih tau gw!"kata fannie sambil menatap tajam ke arah vano


"panas no panas!"teriak reno yang membuat fannie menoleh kearah suara


"astagfirulah,mas kamu kenapa?"tanya fannie sambil berlari menuju reno.


"reno kena obat perangsang dan dosisnya lumayan tinggi sekarang cuman lu yang bisa bantu dia an!"kata riko sambil berjalan memapah reno menuju lift di ikuti fannie dari belakang


sesampainya di kamar reno menjerit kepanasan tiada henti dan membuat fannie bingung dan bertanya kepada fanno.


"bang apa yang terjadi sama reno bang?"tanya fannie sambil mengunjang gunjangkan tangan fanno


"reno di jebak dan dia di kasih obat perangsang! jadi jalan satu satu adalah kamu dek bantu suami kamu!"kata fanno yang membuat fannie bingung dan menatap ke arah reno yang telanjang dada.


"perangsang?apa itu bang?dan aoa yang ani harus lakuin?"tanya fannie sambil menatap ke arah fanno.


"udah yang penting kamu bantu suami kamu oky! yang lain cabut!"kata fanno dan melangkahkan kakinya ke luar di ikuti oleh yang lain.


"apa ini yang di maksud oleh pak hilmy jaka tua tadi?kenapa dada gw jadi berdebar kenceng gini! oh tuhan"batin fannie sambil memegang dadany


"sayang! aghk panas!"kata reno bangkit dari tidurnya dan berjalan sempoyongan menuju fannie yang berdiri di sepan kasur.


"aa reno gw belum siap!gw takut gw mohon sadar! oh tuhan hilangkan rasa panasnya ya tuhan!"batin fannie yang sambil berjalan mendur.


"sayang tolong"kata reno sambil menarik tangan fannie kedalam pelukanya.


"tolong!aku mohon tolong!"kata reno sambil melepas pelukannya dan memegang dagu fannie


"mas aku mau nanya dulu!"kat fannie dengan ragu dan menundukan kepalanya.


"apa cepet mas udah gak kuat!"kata reno sambil memainkan jari telunjuknya di leher fannie.


"sakit apa enggak?"tanya fannie sambil membuang mukanya ke arah lampu tidur.


"sedikit!"kata reno sambil menarik wajah fannie dengan lembut menatap ke arah bibir tipis fannie.


"mas tapi... hmpmmpmpm"kata fannie yang terpotong sebab reno terlebih dahulu mencium bibir fannie.


"boleh ya!"kata reno sambil memainkan ibu jarinya di bibir fannie dan di jawab satu anggukan oleh fannie


reno pun yang sudah mendapatkan lampu hijau mulai menciumi badan fannie dan menggendongnya menuju tempat tidur.


reno pun bermain dengan sangat lembut,berawal dari bibir hingga tangannya mulai jail dan meraba ke dua gunung kembar fannie yang membuat fannie mengeluarkan *******. reno yang mendengarnya pun membuka baju dan melemparkan ke sembarang tempat dan mengisapnya bak bayi yang kehausan. akhirnya reno sampai di puncaknya dan membuat fannie meremas seprai dan mendesah dengan kencang sebab rasa sakit yang di rasakanya.


Ac yang sudah menyala dan seharusnya membuat dingin seisi ruangan namun bagi fannie dan reno membuat panas dan gerah.


jam menunjukan pukul 02:00 reno tumbang dan berbaring di samping fannie sedangkan fannie sudah tak berdaya dan terlelap dalam mimpi indahnya.


"selamat malam!makasih sayang!"kata reno sambil mencium kening fannie dan memeluknya dan ikut tidur.


maaf gaesy aku gak pandai merangkai tentang kata kata yang berbaur +18 jadi aku ambil dari beberapa penggalan penggalan dari beberapa novel yang pernah aku baca

__ADS_1


next time


jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back


__ADS_2