CEO DINGIN SUAMIKU

CEO DINGIN SUAMIKU
105.BENCI


__ADS_3

setelah pulaang dari kafe fannie memutuskan untuk langsung menjemput bintang dan juga aned.Namun di pertengahan jalan fannie mengerem mendadak sebab ada seorang pria yang menyebrang sembarangan dan membuat fannie geram dan keluar dari mobil.


"mas bisa nyebrang gak sih mau mati apa gimana!"kata fannie sambil menatap pria dari atas hingga bawa.


"yang salah itu lu apa gw!"kata pria itu sambil memutarkan badannya dan membuat fannie terkejut


"elu"teriak fannie dan reno bersamaan.


"lu kenapa si selalu nongol di depan muka gw!"kata fannie kesal dan berkaca kaca.


"ow ternyata penipu udah menjelma menjadi pembunuh ya!"kata reno sambil menatap tajam ke arah fannie dan membungkuk.


"prakkkk... Jaga omongan anda!"kata fannie sambil menampar pipi reno.


"lu beraninya nampar pipi gw iya!"kata reno sambil memegang tangan fannie dan menatap ke arah fannie dengan tatapan yang berkaca kaca.


"*kenapa dengan mata ini?kenapa rasanya begitu bahagia jika menatap matanya dan kenapa rasa ingin menangis tuk melepas kerinduan! sebenarnya siapa aku dan siapa dia!"batin reno sambil meneteskan airmata.


"ayo an lu kuat lu gak boleh lemah"batin fannie sambil membuang tatapannya*


"lepasin tangan gw! semakin lu bertingkah semakin benci gw sama lu!"kata fannie sambil mendorong dada reno dan berlari menuju mobil.


"gw harus ikutin dia!"gumun reno sambil menaiki motornya dan mengikuti mobio fannie.


20 menit fannie sampai di tempat sekolah bintang dan juga aned.


"mamah"panggil aned kepada fannie sambil berlari


"anak itu kenapa wajahnya sangat tak asing buat ku tuhan,dan senyumnya manis seperti wanita itu"batin reno sambil melepas helmnya dan menatap ke arah fannie dan aned


"sayang jangan lari lari nak"kata fannie sambil merentangkan tangannya dan memeluk aned.

__ADS_1


"kakak mana kok tumben kamu sendiri keluarnya?"kata fannie sambil melepas pelukan aned


"kakak masih dikelas mah"kata aned sambil menatap ke arah motor yang berhenti di pohon mangga


"sialan ketauan"batin reno sambil turun dari motornya dan menggaruj kepalanya.


"papa"kata aned sambil berlari menuju motor yang di lihat aned dan membuat fannie kaget dan mengejarnya.


"aned tunggu sayang jangan lari!"kata fannie sambil berlari


"papa aned kangen papa hiks hiks hiks"kata aned sambil memeluk reno dan menangis di pelukan reno.


"papa kenapa papa gak pulang hiks hiks hiks papa udah gak sayang ya sama aned sama kakak sama dede kembar"kata aned sambil menangis dan membuat fannie dan reno meneteskan airmata.


"aned sayang sini nak mamah mau ngomong sesuatu sama aned"kata fannie sambil menghapus airmatanya.


"sayang itu itu bukan papa! aned tau kan kalo papa lagi kerja dan itu cuman mirip sama papah ajah jadi aned gak boleh kaya gini lagi ya"kata fannie sambil memeluk aned dan menangis.


"iya mah maafin aned"kata aned sambil menghentikan tangisannya.


"om maafin aned ya tadi aned kira om papa aned"kata aned sambil tersenyum


"iya gak papa kok anak manis"kata reno sambil tersenyum namun meneteskan airmata.


"gw mohon sama lu jangan pernah ngikutin gw! dan ketemu sama anak anak gw! gw mohon"kata fannie sambil menatap reno dengan mata yang berkaca kaca.


"karena?"kata reno santai dan menatap ke arah fannie


"karena gw benci sama lu dan gw gak mau ngeliat anak gw sedih!"kata fannie sambil memberikan tatapan yang tak bersahabat.


"kalo gw gak mau!"jawab reno dengan enteng.

__ADS_1


"gampang tinggal gw laporin lu kepolisi dan gw akan benci lu seumur hidup gw!"kata fannie sambil berjalan pergi.


"gw harus cari tau siapa diri gw dan aned ya gw cari tau siapa dia"kata reno sambil memasang helmnya dan pergi.


fannie berdiri di samping mobil menunggu bintang dan sambip merenungkan kata katanya.


"kenapa bengong non an"kata pak hilmy yang sudah berada di samping fannie dan membuat fannie terkejut.


"pak hilmy bapak udah pulang dari kampung?"tanya fannie sambil menatap ke arah pak hilmy.


"apa non yakin ingin membenci pemuda itu seumur hidup non? dan apa non tidak akan menyesal jika non tau siapa dia?"jawab pak hilmy dengan pertanyaan.


"iya ani yakin karena ani tahu reno udah pergi dan bahagia di sana pak"kata fannie sambil berkaca kaca.


"apa non tidak mau tau siapa pemuda itu?"tanya pak hilmy sambil tersenyum.


"hmm kayanya enggak deh pak soalnya saya tidak mengenal dan tidak mau kenal denganya"kata fannir sambil tersenyum paksa.


"mau gak mau pak tapi saya yakin kalo itu memang reno tapi di lain halnya saya takut kecewa"batin fannie sambil menatap ke arah gerbang.


"saya harap nona tidak membencinya sebelum nona tau kebenarnya!"kata pak hilmy dan masuk kedalam mobil dan membuat fannie melongo


"mama"teriak bintang yang berada di samping fannie


"eh sayang kamu udah pulang?ya udah ayo kita pulang"kata fannie sambil membukakan pintu mobil dan masuk kedalam kursi kemudi.


"bentar!pak kenapa saya yang nyetir?kenapa gak bapak ajah?"kata fannie sambil melihat sepion dan melihat pak hilmy sedang bermain dengan kembar dan juga aned dan bintang.


"sudah gak papa kamu ajah nanti saya bayar"kata pak hilmy sambil menahan tawa.


"berasa kaya supir angkot"kata fannie sambil menancapkan gasnya dan membuat gelak tawa di dalam mobil

__ADS_1


next time


jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back


__ADS_2