CEO DINGIN SUAMIKU

CEO DINGIN SUAMIKU
14.BAHAGIA ATAU TIDAK?


__ADS_3

fannie yang masih duduk di di atas kasus empuk kesayangannya dan enggan untuk beranjak bangun.


"besok adalah hari pernikahan gw dan reno entah gw merasa bahagia atau merasa menderita menerima dan melaksanakan pernikahan yang sama sekali gak masuk akal karena menikah di saat usia yang begitu sangat muda yang seharusnya memikirkan untuk bagaimana cara menikmati hidup dan mencari kebahagian sendiri yang hanya dintemani oleh kicauan burung dan hembusan angin yang selalu setia menenemani! dan bertepatan pula besok ke empat orang tua yang gw sayangi pergi meninggalkan gw sendiri dan entah sampai kapan!" ucap fannie sambil melihat ke arah luar jendelanya.


**TOK TOK TOK


ketukan pintu dari luar


"fan ini gua echa!" suara mikrofon pintu kamar fannie**


ya setiap kamar di rumah fannie bersifat kedap suara walau kedap suara agar bebas untuk.melakukan apapun terkecuali dengan yang berbaur negatif.


"masuk!"kata fannie yang masih duduk di atas kasur empuknya.


"boleh masuk nih ya?" tanya echa sambil tersenyum manis.


" hmz masuk ajah lah emangnya gw ngelarang lu untuk gak masuk kamar gw?"tanya fannie kepada echa


"hm gak ada si heheh"jswab eca yang masih berdiri di depan pintu.


"cha sini deh liat pemandangannya bagus tau!" kata fannie sambil menaikan turunkan punggung tangannya sambil menghadap ke arah echa perlahan lahan.


"cha lu mau kemana?" tanya fannie yang terkejut melihat penampilan echa yang begitu rapih


"gak kemana mana kok gw cuman pengen berpenampilan baik di hari bahagia lu ini!" kata echa sambil berjalan menuju fannie dan memeluk fannie.


"gw gak tau cha hari ini hari bahagia gw atau justru hari menyedihkan gw!"batin fannie sambil memejamkan bola matanya.


"ow ya fan kok lu semakin hari semakin cantik sih!" kata echa dengan nada menggoda dan membuat wajah fannie menjadi merah merona


"hii echa!!!"kata fannie sambil mendorong echa terjatuh dan di iringi tawa satu sama lain


"fan gw boleh nanya sesuatu gak?"kata echa dengan nada yang serius dan tatapan yang begitu penuh makna.


"boleh mau tanya apa?"jawab fannie mencoba tenang walau hatinya berdetak kencang.

__ADS_1


"lu bahagia gak?"tanya icha kepada fannie yang membuat bola mata fannie melotot seakan mau copot.


"lu ngomong apa si cha! ya gw bahagia lah karena hari ini adalah hari dimana seorang FANNIE PUTRI WIJAYA mengubah statusnya menjadi seorang istri!"jawab fannie bohong namun di hiasin dengan senyuman.


"alhamdulilah kalo gitu ow ya tadi mami nyuruh lu buat telepon reno nanya jas pengantinya udah deteng apa belum!" jelas icha kepada fannie.


"hmm kalo lu ajah mau gak cha gw lagi males nih pisss."mohon fannie kepada echa.


"gak boleh ini amat loh kalo gak di laksanain lu bisa dosa!"kata echa sambil menahan ketawa.


"ya udah iya gw telepon sekarang!"kata fannie dengan ogah ogahan fannie pun menelepon reno.


di kediaman wijaya


dretttt dretttt


(istri durhaka call)


(hallo)


(halo no gw mau wijayajasnya udah dateng belum?)


(oku bay,tut tut tut)


"dasar cewe aneh nelepon cuman nanyain jas doang basa basi ke atau gimana ke ini cuman nanyain jas!"kata reno sambil menyenderkan punggungnya ke tembok.


" loh loh anak mama kenapa?"tanya ratna kepada sang buah hati.


"ini loh mah tadi ani telepon tapi cuman nanyain jas doang abis itu di matiin! kan ngeselin!" jawab reno dengan nada malas.


"aku rasa anak ku sudah mulai merasa nyaman dan suka dengan ani semoga saja semoga tuhan selalu memberikan cinta dan kasih."batin ratna sambil menatap reno yang masih kesal.


"ya sudah anak mamah jangan di tekuk gitu jelek ah di liatnya juga!" jawab ratna menghibur anaknya.


"hmm" jawab sang anak.

__ADS_1


Di kediaman wismu.


"tuh udah gw telepon puas kan!" kata fannie sambil memutar bola matanya.


"udah, tapi lu lucu si masa telepon sama calon suami cuman nanyain jas doang bwhahahahahah!"kata echa sambil ketawa.


"ya kan kata lu suruh telepon nanyain jas ya udah gw tanya lah jasnya udah sampe apa belum!" kata fannie sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukan jam 14:50 sore dan fannie pun memejamkan matanya begitu pula dengan echa yang ikut tertidur di samping fannie.


pukul 20:00


"echa sama ani kok gak turun turun nak ini udah jam 8 malam loh mereka juga belum pada makan malam!" kata ratu kepada anak anaknua yang lain.


"ya mi tadi bagas cek di kamar gak ada di kamar mandi juga gak ada!" jawab bagas dengan jelas.


"kalo fannie? dimana dia ?" tanya wisnu kepada anak anaknya hanya gelengan kepala saja.


"apa jangan jangan dia..." sebelum melanjutkan bicara ratu lari bergitu saja membuat sepasang kuping yang mendengar menjadi penasaran dan ikut berlari.


"jangan jangan apa mi??" teriak mereka sambil berlari.


sesampainya di lantai 4 mereka merasa telah kehilangan nafas mereka sebab lari begitu cepat.


"huft huft akhirnya sampai juga!" kata vano sambil mengatur pernafasanya.


ratu pun membuka pintu sang buah hati. ternyata ada 2 gadis yang sedang tidur dan ratu pun lega karena tidak sama dengan apa yang dia pikirkan.


" mi maksud mami jangan jangan tadi apa kenapa kita gak boleh masuk mi? fannie kenapa?"tanya lisa yang begitu bawel.


"jangan jangan dia tidur itu yang mau mami bilang tadi!" jawab ratu dengan di akhiri tertawa karena melihat ekspresi yang ada di sana sunnguh sungguh membuatnya tertawa terbahak bahak.


"ih si mam. mah kirain kenapa kalo tau gini tadi lina bantuin bi imah nyusun pekingan kerdua yang udah ada isinya!" kata lina sambil menepuk jidatnya sendiri


"maafin mami sayang. ya sudah kalian istirahat biar besuk fres ingat besuk jam 4 kalian sudah harus bangun untuk persiapan!"kata ratu sambil tersenyum.


"iya mi kita masuk ke kamar dulu ga mi " pamit bagas kepada ratu dan juga wisnu.

__ADS_1


next time


jangan lupa like,comen,dan juga vote biar author tambah semangat dan jangan lupa untuk tap fans nanti di tap fans back


__ADS_2