
pukul tiga subuh fannie masih terlelap hingga dia mendengar suara pak hilmy memanggilnya.
"nona an!"panggil pak hilmy yang membuat kedua bolah mata fannie membuka dengan cepat
"saya ada di luar silahkan nona an keluar!"sambung pak hilmy dan membuat fannie meloncat turun dari kasurnya dan menemui pak hilmy
krekkkk
"pak hilm kenapa pagi pagi bapak membangunkan saya?"tanya fannie sambil menatap ke arah pak hilmy
"ini ada apa lagi sih ya tuhan subuh subuh gw udah depat pemikiran yang gilanya luar biasa!"saut fanno yang keluar dari kamarnya
"ini ada apa si pak?"tanya fannie sambil menghentak hentakan kakinya.
"ini sudah waktunya"kata pak hilmy dengan tenang.
"waktunya apaan si?gak ngerti aku pak?yang bener apa ngomongnya!"kata fannie sambil mengangkat alisnya.
"kita kembali ke kerajaan zenlyu untuk bertemu dengan raja hatara bahtara!"kata pak hilmy sambil menurunkan kedua tanganya
"enggak...enggakk saya gak mau pake pakean yang pengap kaya gitu pak!udah pake di sanggul kaya penganten gitu gak saya gak mau pengap rasanya ke di peluk 1 cewe tapi berisi 100 kg"kata fanno sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"pak ini masih subuh loh pak saya masih ngantuk nih!"kata fannie sambil menguap
"tiada alasan mari ikut saya!"kata pak hilmy sambil memegang kedua bahu fannie dan fanno.
"aaa pak ganti napa bajunya pengap nih!"kata fanno sambil menaik turunkan bajunya.
"cepet amat pak terus raga kita gimana?"tanya fannie sambil menatap ke arah pak hilmy
"tergeletak di tempat yang sama!"jawab pak hilmy sambil menahan tawa karena melihat wajah saudara kembara yang melongo bak kambing ompong.
"iksh tak berperikemanusiaan banget bapak udah ngambil nyawa orang sekarang raga kita di telantarkan begitu saja!"kata fannie sambil menggelng gelengkan kepala
"itu gak penting! yang penting sekarang kenpa dan samapai kapan kita di sini!"kata fanno sambil melonggarkan ikatan tali di bekangnya.
"nah tumben abang gw pinter!"kata fannie sambil mengajukan jempol.
"jika kita di sini selama 2 hari berarti di dunia moderen sudah 1 hari!"kata pak hilmy yang membuat fannie heran sedangkan fanno masa bodo
"terus kita sampai kapan disini?"tanya fanno yang geram sebab tali belakannya tak bisa di lepasnya.
"3 hari!"jawab pak hilmy sambil menahan tawa.
"bang kenapa sih risih tau ngeliatnya!"kata fannie yang sendari tadi melihat fanno yang mengutak atik tali di bekanya dengan meletakan tanganya di sembarang arah
"nih kamu liat sendiri!"kata fannoe sambil menghadapkan punggungnya di depan fannie
"bilang ke minta bantuan!"kata fannie sambil meraih baju fanno dan merenggangkan ikatanya
"nah ginikan gw gak sesek!"kata fanno sambil membuang nafas kasar.
"mari saya antar ke raja hatara bahtara"jata pak hilmy kepada fanno dan fannie
"*yang gw sebelin di sini kalo manggil itu harus pake sebutan pangeran blablabala tuan putri blablabla raja balablabala peramaisuri balababala!lama lama mulut gw berbusah juga nih!"batin fannie dengan memonyongkan bibirnya
"kenapa juga gw masuk di zaman lampau kenapa gw gak masuk di zaman moderen kedepanya!nasib nasib punya keturanan ke gini!"batin fanno sambil mengikuti langkah kaki pak hilmy*
pak hilmy,fanno dan fannie pun sampai di persinggahan raja hatara bahtara dan permaisuri raharti bahtara dengan gagahnya raja hatara bahtara berdiri dan menghadap ke arah fanno dan fannie dengan senyuman yang mengembang.
"selamat malam,paduka raja dan permaisuri"kata pak hilmy sambil membungkukan badanya dan di ikuti fannie dan fanno
"*malem bukanya subuh ya inih yang pea gwnya apa emang waktunya sih?kok gw merasa ke orang tolol beneran sih! dan kenapa gw membungkuk ke gini!seolah olah gw udah pernah ada di kehidupan ini!gila sih ini"batin fannie sambil menatap ke arah lantai
"ya tuhan kenapa hamba di ciptakan seperti manusia yang tak berakap sehat seperti ini!bisa berada di dua alam kaya gini ya tuhan!"kata fanno sambil menatao ke arah lantai*.
"hay tuan putri an dan pengeran ano apakah kalian masih ingin membungkukkan badan kalian?"tanya raja hatara bahtara
"ah maafkan kami paduka raja kami hanya terpukai dengan lantai di zaman ini"kata fanno yang membuat fannie menatap ke arahnya
"kami?lu ajah kali ups gw kecoplosan"kata fannie sambil menutup bibirnya dengan kedua tangan yang membuat raja hatara bahtara dan permaisuri raharti bahtara tertawa
"sudah tidak apa apa kami tahu kamu adalah generasi penurus kami di era 2000 dan setiap tahunya kami meminta pengawal hilmy menjaga generasi kembar kami di tahun tahun bergatinya"kata raja hatara bahtara.
"maaf paduka raja apakah saya boleh bertanya satu hal?"kata fanno dengan menatap ke arah raja hatara bahtara dan di anggukan olehnya
"pliss bang lu jangan tanya dia kapan mati sebab lu bakal diketawain dan muka lu mau taro di mana bang"batin fannie sambil menelan ludahnya.
"sebenarnya paduka raja mengapa membawa saya dan adik saya ke tahun 1000 ini?dan dengan tujuan untuk apa paduka raja?"tanya fanno sambil duduk di kursi yang telah di sediakan
__ADS_1
"kami hanya ingin melihat betapa miripnya tuan putri an kepada saya dan betapa miripnya pangeran ano kepada permaisuri"jawab raja hatara bahtara
"*enak ajah lu nyama nyamain gw sama diri lu jelas jelas berbeda lu dari rahim siapa gw dari rahim siapa ya walaupun lu moyang gw tapi gw takut ama mukalu serem banget lempeng ke jalan tol!"batin fannie yang membuat pak hilmy tersenyum miring.
"gundulmu soak gw di samain ama bini lu gw kenal ajah kagak! ketemu ajah baru 2 hari main di sama samain!gw tau kalian nenek moyang gw tapi kenapa nenek moyang gw bukan pelaut biar bisa bajak bajakan bukan malah ke gini pengap pengapan!"batin fanno sambil menarik nafas dan membuat pak hilmy mengembangkan senyumnya kembali
"ternyata mereka masih bingung dan masih tak ingin di sama samakan seperti raja dan permaisuri betapa bodohnya mereka namun lambat laun mereka akan mengakuinya sendiri!"batin pak hilmy sambil tersenyu*.
"terus kita ngapain di sini?"tanya fannie yang langsung to the poin.
"tuan putri an dan pangeran bisa mengikuti aktivitas di sini seperti menenun,memanah,berjalan menyusuri perdesaan,dan juga masih banyak lagi!"jawab pak hilmy yang membuat fannie dan fanno berpandangan.
"pak saya ajah jahit masih menclang mencleng masa iya saya di suruh nenun!"kata fannie membujuk supaya tidak menenun.
"menclang mencleng? bahasa apa itu?"tanya raja hatara bahtara
"ya tuhan fannie lu bodoh amat si udah tau lu lagi di zaman jadul lu yang belum ada apa apa di sini lu malah ngomong yang gak mengerti sama makhlu di sini!tapi bentar mereka semua manusiakan bukan alien kan?kalo alien kok mukanya ke manusia?ow ya gw lupa kan alien punya mesin mesin ajaib ke doraemon"batin fannie yang membuat pak hilmy tertawa
"ow itu menclang mencleng itu belok belok nah kalo belok belok itu geralanya kaya uler keket!"jelas fannie sambil menirukan gaya ular keket dan memebuat semua yang melihatnya tertawa.
"an lu jangan gila deh stop!"kata fanno yang menahan tawa sebab ulah gilanya fannie
"lah kenapa kan ani bener jelasinya ya kan paduka raja?"tanya fannie kepada raja hatara bahtara.
"iya bener itu kamu memang seperti saya!"kata raja hatara bahtara yang membuat fannie menggaruk kepalanya
"kagak nyambung lu di tanya apa di jawab apa!"batin fannie
"baik kalo begitu saya permisi"kata fannie sambil ngincling duluan
sedangkan fanno dan pak hilmy masih duduk di depan raja dan juga permaisuri.Di tempat memanah fannie berada di ujung ambang tiang dan melihat para pangeran sedang memanah dan matanya tertuju kepada salah satu pangeran yang wajahnya mirip seperti reno
"reno? gw gak mimpi kan?eh iya gw lupa gw kan emang lagi tertidur di alam sono!"kata fannie sambil menggelng gelengkan kepalanya.
"selamat malam tuan putri an!"suara darinarah belakang yang membuat fannie mebalikan badanya
"kak ajik"kata fannie sambil mengucak ucak mata
"maaf tuan putri nama saya bukan ajik tapi nama saya pangeran sultan win dee pangeran ke 6 dari kerajaan dee yang tinggal di kerajaan zenlyu!"kata pangeran sultan win dee
"gila ini dunia bener bener gila kenapa orang orang di zaman moderen bisa ada disini dengan nama berbeda tapi tampangnya sama!"batin fannie sambil menggelengkan kepala
"hey kamu sedang apa kamu disana!"kata seorang yang tak asing bagi fannie.
"siapa saya?"tanya fannie dan mecelingak celinguk.
"pergilah! dia adalah calon suamimu!"kata pangeran sultan win dee
"calon suami bahkan dia sudah menjadi suamiku!"guman fannie sambil berjalan menuju ke arah suara berasal.
"mengapa kamu berbicara dengan pangeran sultan?"tanya reno kepada fannie
"apa si ren kon lu jadi sensi udah deh gak usah pura pura!"kata fannie sambil membuang muka
"pura pura? siapa ren yang kau sebutkan? aku adalah pangeran atraksa hany aany pangeran ke tujuh di dalam kerajaan zenlyu!"jawab pangeran atraksa hany aany yang membuat fannie menelan ludah.
"sudah lupakan mengapa pangeran memanggilku?"tanya fannie dengan nada yang ketus
"sebab aku tak menginginkan kamu berbicara dengan dia sebab kau adalah calon istriku!"jawab pangeran atraksa hany aany yang membuat fannie mempunyai ide konyol.
"tapi aku tidak mencintaimu! aku mencintai pangeran sultan win dee!"kata fannie sambil menahan tawa.
"kau tenang aku pun begitu aku tak mencitaimu melaikan aku mencinta putri hans andin khan!"jawab pangeran atraksa hany aany sambil fokus kepada panahnya.
"tuh kan bener dugaan gw apa ini zaman persis ke di zaman gw tapi bedanya cuman nama ama tata bicaranya dong berarti adam ada di sini juga dong?dan bi imah apa di sini?apa jangan jangan pangeran ke 8 adalah adam?"batin fannie betanya tanya dan sambil menganyun ayunkan kakinya.
"wahai pangeran atraksa hany aany apa aku boleh bertanya kepadamu satu pertanyaan saja!"kata fannie sambil berdiri
"apa katakanlah!"kata pangeran atraksa hany aany
"apakah aku hisa di perkenalkan dengan oangeran ke 8"tanya fannie kepada pangeran atraksa hany aany yang membuat dia menghentikan segala aktivitasnya.
"apa engkau ingin kembali mencintainya?hingga kau menanyakannya kembali"tanya pangeran atraksa hany aany.
"nah kan bener apa yang gw bilang tadi dasar gila nih zaman!"batin fannie
"gak cuman mau tau ajah emangnya kenapa gak boleh ya?bukanya engakau tak mencintai aku?lantas mengapa engkau menyuruhku untuk tak mencintai mantan kekasihku?"tanya fannie sambil menatap ke arah pangeran atraksa hany aany
"baik akan ku antarakan!"kata pangeran atraksa hany aany namun telat pangeran ke 8 sudah datang
__ADS_1
"tak usah repot repot kau mengantarkanya kepada ku!"kata pangeran ke delapan.
"adam"lirih fannie
"selamat malam tuan putri an perkenalakan saya pangeran thoms wang dhee pangeran ke delapan"kata pangeran thoms wang dhee yang membuat fannie tersenyum
"malam kembali!"kata fannie sambil tersenyum.
"mengapa kau nampak tak senang apa kau marah?"tanya fannie kepada pangeran atraksa hany aany yang terlihat raut wajahnya yang memerah.
"mengapa aku harus marah?"kata pangeran atraksa hany aany dengan nada yang biasa
"baik lah aku akan bicara kepada paduka bahwa aku ingin menikah dengan pangeran thoms wang dhee bukan dengan mu!"kata fannie sambil menahan tawanya dan membuat pangeran thoms wang dhee dan pangeran atraksa hany aany terkejut
"rasaiin lu emng enak gw kerjaiin gak di masa lampau ataupun masa moderen masih ajah sama sama ngeselin!"batin fannie yang terkekeh.
"apa kau ingin mati tuan putri?"tanya pangeran atraksa hany aany dengan nada yang membara
"jika aku mati bersama pangeran thoms wang dhee mengapa tidak? lagi pula kau yang mengatakan sendiri bukan jika kau hanya mencintai putri hans andin khan?lantas mengapa kau ingin menikahi ku?"tanya fannie yang ingin rasanya tertawa dengan puas
"sebab aku tiadak ingin orang tuaku dan paduka raja dan permaisuri bersedih karena aku tak ingin menikahi mu tuan putri an!"jawab pangeran atraksa hany aany yang persis akan perkataan reno waktu dia di balkon dekat rumahnya.
"cih jawab yang receh"batin fannie membuang muka.
"mengapa tuan putri an tiba tiba ingin menikah dengan saya bukankah tuan putri an membenci saya sebab saya pergi berperang karena melampiaskan amarh saya tuan putri an?"tanya pangeran thoms wang dhee
glek
fannie menelan ludah sebab dia dunia ini benar benar sama seperti yang di rasakan di tahun moderennya dan membuat fannie merasa gila dan penat.
"gak tau saya pusing dan saya pamit pergi!"kata fannie sambil pergi dan masuk ke dalam kerjaan.
"iii bisa gila gw lama lama disini 1 detik ajah ke berasa 1 hari"kata fannie sambil menepuk nepuk pipinya.
"ya memang seperti itu nona an!"kata pak hilmy yang keluar dari arah meja makan.
"pak sebenarnya kenapa dunia ini sama seperti dunia saya?"tanya fannie kepada pak hilmy
"memang sudah takdir non an!"kata pak hilmy
"lalu dimana abang?" tanya fannie kepada pak hilmy.
"di kerajaan embun"jawab pak hilmy dengan nada yang santai
"kenapa dia kesana?"tanya fannie dengan nada yang membingungkan.
"bertemu dengan masalalu sama seperti nona an!"kata pak hilmy dan di anggukan oleh fannie.
fannie pun memilih untuk istirahat dan tidak ingin melihat suasana yang membuatnya penat dan lelah.
DI SISI LAIN DI KERJAAN EMBUN
"gw dimana lagi sih ini!"kata fanno sambil menggaruk kepalanya.
"selamat malam panggeran ano"sapa dua pria yang berpakaian sama sepertinya dan tak asing baginya
"vano lu vano kan lu dan lu riko kenapa kalian belaga gak kenal sama gw!"kata fanno sambil menepuk nepuk bahu pria itu.
"maaf pangeran saya bukan orang yang pangeran panggil perkenalkan pengawa raftur alsah jim"kata pengawa raftur alsah jim
"dan saya pengawal thie ham vi"kata pengawal thie ham vi
"ini ke di roling di masa pertama gw kenalan sama mereka berdua dah tapi kenapa si vano jadi pengawal? cih gw lupa pas gw kenalan kan emang mereka jadi saptam"kata fanno sambil tertawa.
"ow baik saya ingin masuk"kata fanno sambil berjalan menyusuri kerajaan embun
fannie dan fanno memang terpisah namun di masa lampau ini perpisahan meraka buka bertaun taun melainkan berpisah untuk mengungkap sesuatu yang ganjal.
apatuh yang ganjal? ganjal atas apa? tunggu bab selanjutnya.
jangan lupa
like
vote
tap favorit
comen
__ADS_1
dan juga giftnya