
"Hei! Kresek kita ketuker!!" Teriak seorang perempuan sembari mengejar laki-laki tersebut. Namun bukannya berhasil mengejar laki-laki tersebut ia malah menabrak seorang nenek-nenek hingga terjatuh
"Astaghfirullah! nek maafin aku."
"Eh..gak apa-apa nak..eh..nak bisa tolong bantu nenek berdiri?"
"Eh..iya nek." Ucap perempuan tersebut sembari membantu sang nenek berdiri
"Aduh..kaki nenek luka aku anterin ke rumah sakit yuk!"
"Gak usah gak apa-apa. Nenek pulang ke rumah aja."
"Ehm..aku anterin yah nek."
"Yaudah iya."
Akhirnya mereka berdua pulang ke rumah nenek tersebut.
Setelah sampai ke rumah luka di kaki sang nenek diobati oleh pembantunya.
"Ehm..yaudah nek aku pulang dulu yah."
Sang nenek langsung menahan kepergian perempuan tersebut.
"kenapa nek?"
"Bentar,nenek mau kasih sesuatu sama kamu."
"Gak usah nek."
"Gak apa-apa kamu gak boleh nolak,nenek yang maksa.Bi tolong ambilkan jam nya"
"Iya,bu. Sebentar.."
Tak lama kemudian pembantu tersebut telah membawa jamnya.
"Siapa nama kamu?"
"Nama saya nek?"
"Iya nama kamu siapa?"
__ADS_1
"Raquella hanufa Laura."
"Percaya semua akan indah pada waktunya."
"Ha? Maksudnya nek?"
"Tutup mata kamu."
Raquella menuruti perintah sang nenek ia menutup matanya
"Nek? Nek? Aku buka mata aku yah..." Raquella membuka matanya namun alangkah terkejutnya ketika raquella telah berada di rumahnya
"Siapa? Ih..kamu mah bukannya langsung masuk malah bengong aja mamah kira ada tamu. Jail banget sih kamu." Ucap mamahnya kalau menarik tangan raquella agar masuk ke dalam rumah
Loh kok aku udah ada di rumah sih batinnya
"Kamu ngapain bengong? Sana ganti baju!" perintah mamahnya
Raquella tersadar dari lamunannya.
"Iya mah.." Ucapnya lalu langsung berlari ke dalam kamar.
15 menit kemudian
"Siapa nenek-nenek tadi? Kenapa? Kenapa dia bisa menghilang secara tiba-tiba kayak gitu? Ih..ngeri.."
"Ella sini sayang cepet turun! Ini jam siapa?" Teriak mamahnya
"Alamak aku lupa simpan jam nya,auto disidang kalau ceritanya gini."
Raquella dengan tergesa-gesa langsung berlari turun ke bawah.
Ia dapat melihat wajah mamahnya yang tampak kebingungan,kaget,dan mungkin marah?
"Ehm..mah aku bisa ceritain mah.."
"Kamu dapat ini darimana? Gak nyolong kan?"
Raquella langsung melotot terkejut dengan pertanyaan mamahnya yang menurutnya sangat diluar kepala
"Enggak lah mah!"
__ADS_1
"Hei! Jangan nyentak-nyentak kayak gitu."
"Eh..maaf mah kelepasan."
"Jadi?"
"Jadi ceritanya aku mengalami insiden kecil lah nah aku gak sengaja melukai nenek-nenek itu singkat cerita aku akhirnya jadi berkunjung ke rumah nenek nya. Nah terus aku dikasih ini jam pas aku pamit aku disuruh tutup mata pas aku buka si neneknya udah gak ada."
"Aish! Kamu itu ada-ada aja. Kamu tahu gak kalau dulu sahabat mamah juga ada dapet kayak gini mamah saat itu juga ada ikut jadi mamah tahu nenek-neneknya itu. Apa yang terjadi dia langsung tidur lama gitu mana sampai 2 hari untungnya gak ada apa-apa sih."
"Yah mah terus nasib aku gimana? Aku gak bakal pingsan kan?"
"Semoga aja enggak. Lagipula gak apa-apa sih kalau kamu dibawa.."
"Mamah!"
"Hahaha santuy-santuy mamah cuman bercanda aja kok! Yuk makan!" Ucap mamahnya lalu langsung merangkul pundak ku dan berjalan menuju tempat makan
"Mamah kok gaul sih? Siapa sih yang ngajarin mamah bahasa gaul? Aku aja enggak kayak gitu deh!"
"Eh..jangan salah yah mamah tuh kan emang dari dulu populer jadi yah bawaannya suka gaul mulu."
"Sombong gak boleh loh mah dosa kata pak ustadz."
"Eh siapa yang sombong itu kenyataan."
"Berarti aku cantik mah."
"Iya dong putri mamah ini cantik orang mamahnya aja cantik bener sampai bapa kamu itu klepek-klepek sama mamah."
"Mah..mah..aku capek dengerin omongan mamah yang narsis itu."
"Sama mamah juga capek suka diakui orang lain bahwa mamah itu cantik."
"Mamah...aku.marah boleh gak."
"Boleh-boleh."
"Mam.."
"Tapi uang jajan kamu dipotong." Ucap mamahnya memotong perkataan anaknya itu
__ADS_1
"Mamah gak asik."
"Hahaha." Mamahnya tertawa seperti seorang penjahat