
Ella merasakan ada yang menepuk-nepuk pipinya. Hal itu membuat Ella langsung membuka matanya betapa terkejutnya Ella ketika melihat wajah mamahnya.
Dengan cepat Ella langsung duduk dan bersandar di dinding kamarnya.
"Akhirnya kamu udah sadar juga." Ucap mamahnya sembari mengelus-elus dadanya sendiri
"Emang aku udah tidur berapa hari?"
"4 hari kamu gak bangun-bangun,mamah udah panggil dokter buat datang ke rumah. Dan dokternya bilang gak ada hal buruk yang terjadi. Apalagi Lia sahabat kamu itu sama kayak kamu gak bangun-bangun dari tidurnya.Mamah dan bunda Lia sama-sama panik dan bingung sama keadaan kalian yang mendadak dan waktunya hampir sama."
"Udah lama juga yah.." Ucap Ella sembari mengusap tangannya sendiri
"Emangnya kamu di sana ngapain aja?" Tanya mamahnya begitu kepo
"Ih..mamah,kepo banget deh! Papah udah dikasih tahu belum kalau udah sadar." Ucapku mencoba mengganti topik
"Eh..iya mamah lupa. Untung kamu ingetin yah kalau enggak udah deh pasti mamah malah sibuk manjain kamu."
"Ya udah..sana gih mamah telpon papah. Papah lagi di kantor kan?"
"Siapa bilang papah di kantor?" Tanya mamahnya sembari menaikkan alisnya
__ADS_1
"Loh..papah gak kerja?"
"Iya papah kamu gak kerja ada di rumah kok!"
"Tumben banget papah gak kerja. Bukannya papah tuh kalau ada kerjaan ya harus cepet-cepet selesai gak suka banget kalau ditunda,kalau ditunda malah badmood."
"Anaknya lagi gak sadar ya kali mau ke kantor,yang ada papah kerjanya gak becus."
"Owh..iya juga yah,tapi kalau misalkan aku gak bangun-bangun gimana?"
"Mulut kamu itu yah! Mau mamah tabok?" Tanya mamahnya dengan muka garangnya
"Hehehehe ya enggak mau lah.Masa anaknya baru bangun udah di tabok aja,yang ada aku mau minggat lagi."
"Ih..aku gak mau kali mah,kan aku sayang mamah jadi gak mau jauh-jauh lagi." Ucapku dengan nada manja
"Hm..bisa aja kamu rayu mamah. Ya udah sih kita malah ngobrol terus,kita ke ruang kerja papah aja, kasih surprise buat papah." Ucap mamahku dengan mata berbinar-binar sudah pasti mamahku sedang membayangkan ekspresi papahku saat tahu anaknya sudah sadar kembali.
"Yaudah yuk mah, kita ke ruangan papah." Ucap ku lalu bersiap untuk berdiri walaupun agak kesusahan mamah yang peka akhirnya dengan sigap langsung membantu ku berdiri.
"Makasih." Ucap ku yang diangguki mamah ku
__ADS_1
Aku memang dibiasakan untuk berbicara terimakasih,maaf,atau pun sama-sama walaupun memang mamah ku suka sekali bercanda dan bergaya seperti mamah gaul tapi aku masih sopan kepada mamah dan papahku
kembali ke cerita aku dan mamahku berjalan beriringan dengan mamahku yang masih tetap menuntun dan memegang tangan ku.
Kami berjalan tidak terlalu cepat karena kondisi tubuh ku yang masih belum normal dan yah..aku sekarang begitu lemas
"Jangan berisik yah nanti papah tahu kalau kamu udah bangun." Ucap mamahku dengan suara yang begitu pelan
"Oke,mah." Ucapku mengikuti nada suara mamah yang begitu pelan
"Nanti pas kita sampai kita kagetin papah kamu. Eh..jangan gitu deh! iya-iya jangan gitu."
"Terus jadinya gimana?"
"Ehm..jadi nanti mamah masuk dulu deh terus kan mamah bakal ngobrol-ngobrol gitu sama papah. Nah mamah bakal bilang sama papah kalau mamah punya surprise buat papah. Terus kamu masuk ke ruangan papah deh." Ucap mamahku dengan semangat
"Oh..gitu,yaudah aku udah ngerti."
"Yaudah kita siap-siap yah..mamah bakal buka pintunya 1...2..3.." Ucap mamah ku lalu siap-siap membuka kenop pintu dan aku berpindah ke samping.
"Kamu lagi ngapain?" Tanya seseorang lalu menepuk pundak mamah ku
__ADS_1
Membuat kami berdua langsung berbalik ke belakang