
"Lihat tuh,Lia. Cantik,ayu,manis, baik lagi kurang apa coba. Inget mantan kamu kemarin pas belum tahu papah orang tua kamu malah dikira tukang kebon dan sifatnya itu bener-bener kekanakan banget nyuruh bapak ini itu. Padahal walaupun bapak emang tukang kebon gak seharusnya dia nyuruh bapak ini itu apalagi gak bilang pak saya boleh minta tolong atau permisi gitu.Cari istri tuh yang kayak Lia."
"iya,iya pah."
"Maksud iyanya apa nih? Kamu setuju atau udah males denger papah ngomel?"
"iya setuju papah.."
"baguslah kalau gitu,lagian Lia udah mau putus tuh jangan sampai diambil lah kemarin Lia pdkt aja kamu udah uring-uringan gimana kalau nanti Lia mendadak pacaran dan akhirnya menikah. kasian kamu jadi jomblo seumur hidup."
"omongan papah itu suka gak disaring."
"ya..biarin. Lagian kamu gak pernah dengerin ucapan papah loh."
"kata siapa gak pernah dengerin ucapan papah?"
"ya..emang bener kan?"
"ya.. enggak lah!"
"terus kamu emang suka rajin gitu? Langsung nurut kalau papah suruh?"
"Aku suka beliin papah rokok loh kalau papah lupa."
"cuman rokok kalah kamu sama Lia dia kemarin ngasih papah cincin couple sama mamah lo.."
"hah? Serius pah?"
"ya..serius lah,emang muka bapa kayak muka orang lawak gitu."
"iya.. mukanya mirip Sule."
"Kamu ini bercanda terus."
"Ya kan emang bener."
"Kamu suka sama Lia?"
"Gimana,pah?"
"Kamu cinta sama Lia?"
"Gak tahu pah."
"Kamu harus cepat-cepat mengetahui perasaan kamu sendiri, perempuan itu gak suka digantung harus ada kepastian kalau misalkan kamu emang gak suka kenapa harus dipertahankan?"Ucap papahnya angkasa membuat yang di nasehati hanya diam membisu
__ADS_1
"Lia itu berlian walaupun dia terlihat happy happy saja pasti ada di mana dia merasa sedih kalau kamu menyakiti dia satu kali saja dan membuat Lia meninggalkan dan melupakan kamu pasti akan ada banyak pria yang menghampiri Lia. Percaya sama papah kalau yang papah ucapkan benar jangan sampai kamu nanti menyesal di kemudian hari." Ucap papahnya angkasa lalu pergi
Akhirnya hanya ada Lia dan angkasa yang berada di dapur sedangkan kedua orangtuanya entah kabur ke mana
"Kamu bakal putus sama dia?"
"Iya,aku bakal putus sama dia kenapa?"
"Bagus.."
"Kok bagus?emang kenapa bagus?"
"Bagus kalau kamu putus kalau kalian selalu bareng gue yang kepanasan."
"Maksudnya?"
"Gue cemburu.*
"Jangan kayak gitu lah suka bikin panik orang aja lo gak serius kan?ini cuman prank kan?prank lo asli keren sih.."
"Gue serius,gue emang cemburu."
"Kenapa?"
"Kenapa?"
Tapi ucapan kamu kemarin membuat aku merasa gak ada harga diri lagi. Aku merasa bahwa diriku perempuan bebas yang suka berkeliaran saat malam. Aku rasa aku murahan saat kamu berkata seperti itu."
Jelas Lia dengan mata yang sudah berkaca-kaca namun ditahan agar air matanya tak mengalir deras.
"Maafin aku Lia,aku memang salah. Aku beranggapan bahwa aku suka sama Ella dan saat aku merasa ada sesuatu hal yang membuat aku tertarik itu salah. Tanpa sadar aku malah menyakiti hati kamu."
"Kalaupun kamu suka sama aku mungkin itu cuman rasa tertarik sesaat kan?"
"Gak! aku yakin bahwa aku suka sama kamu."
"Terserah kamu. Aku ke sini bukan untuk kamu tapi untuk mamah kamu karena selalu baik ke aku. Begitupun seterusnya kehadiran kamu di hidup aku cuman sebatas kamu adalah anak dari ibu Sarah yang sangat baik."
"Lia..gak bisa kalau kamu mencoba memaafkan aku?" Pinta angkasa sembari memegang tangan Lia yang duduk di depannya
"Aku akan berusaha untuk memaafkan kamu tapi aku gak tahu apakah rasa kecewa aku akan hilang sama kamu. Aku memang mudah melupakan tapi untuk menghilangkan rasa kecewa aku gak semudah itu angkasa."
"Oke..wajar kalau kamu masih kecewa sama aku. Tapi aku minta bisa aku mendekati kamu sebagai pria yang ingin mendekati gadisnya."
"Sekalipun aku mengizinkan kamu untuk mendekati aku. Kita gak akan mungkin bersama angkasa."
__ADS_1
"Kenapa? kamu takut orang tua ku gak mengizinkan? atau sebaliknya kamu takut orang tua kamu gak mengizinkan aku?"
"Lebih dari itu!"
"Ceritakan sama aku biar aku ngerti segalanya."
"Tempat tinggal aku bukan disini. Aku terjebak dan tiba-tiba ada di sini sama dengan Ella."
"Maksudnya?"
"Aku menemukan jam dan saat aku bangun aku udah di sini. Gimana kamu bakal menjauh bukan?"
"Gak! bagi aku mau kamu bukan dari dunia yang sama aku gak masalah.. walaupun kisah cinta kita berakhir hanya menjadi kenangan bagiku itu sudah membuat aku bahagia."
"Kamu.."
"Iya,aku akan tetap mengejar kamu."
"Kenapa kamu keras kepala sih?"
"Karena aku cinta kamu."
"Kalau aku bilang aku udah gak cinta sama kamu?"
"Gak masalah aku akan tetap mengejar kamu. Aku yakin kamu itu setengah hati ku dan akan selalu bersama. Aku yakin itu."
"Terserah kamu aku capek,aku mau pulang aja."
"Mah! Lia mau pulang nih!"
"Yaudah pulang aja dulu ini mamah lagi pijat papah kamu."
"Mamah aku pulang dulu yah.." pamit Lia
"Iya sayang. Hati-hati dijalan."
"Iya mah makasih makanannya."
"Iya sama-sama..kamu harus sering-sering mampir ke sini temenin mamah."
"Iya mah."
"Udah?"
"Iya, yaudah aku pamit yah."
__ADS_1
"Gak mau aku anterin?"
"Gak usah." Ucap Lia lalu langsung keluar dari rumah lalu memberi salam dan akhirnya pulang ke rumahnya.