Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 42


__ADS_3

Seminggu kemudian


Ella, Lia,dan ava pulang dari pasar membeli stok makanan di rumah Lia


"Nanti aku masakin kalian mie yang enak."


"Palingan cuman goreng mie instan kan?" Tanya Lia lalu menaik turunkan alisnya


"Hahaha kamu tahu banget sih." Jawab Lia lalu menepuk pundak Lia dengan sangat keras


"Iya tahu lagi bercanda tapi pukulnya jangan keras banget ini mah kayak kdp."


"KDP apaan?" Tanya ava sembari mengerutkan keningnya


"Kekerasan dalam persahabatan."


"Cielah sok gaul banget deh!" Ucap Ella meledek Lia


"Eh...ava gue kasih tahu yah Ella itu di kehidupan kita yang dulu sebelum di sini dia tuh gak gaul banget..emang sih gak culun-culun amat tapi dia itu suka pura-pura tahu bahasa gaul padahal mah gak tahu. Jadi pas kita ngumpul sama temen-temen lain dia itu cuman kayak senyum manis aja gitu. Kayak putri yang sangat anggun gitu padahal lo tahu kan dia itu gak ada anggun-anggunnya yang ada bobrok nomor 1." Ucap Lia penuh semangat


"Hahahaha masa sih?" Tanya ava begitu terkejut dengan ucapan Lia

__ADS_1


"Ih..lo mah gak percayaan banget sama gue. Dia itu dulu pura-pura gaul gitu padahal mah kudet alias kurang update."


"Lo mah gitu hobi banget ngomongin tentang gue. Padahal gue sama lo itu kalau soal aib pasti lebih banyak lo."


"Ya..emang gue lebih banyak aib. Tapi aib gue gak separah lo yang bener-bener gak ketebak dan buat orang lain sangat-sangat terkejut."


"Tapi Lia.. berarti Ella itu pinter menyembunyikan aib nya." Ucap Ava lalu tertawa riang


"Eh,eh,bentar deh lihat orang itu kok duduk di teras rumah kita?" Tanya Lia lalu menunjuk seorang pria dan wanita tua itu


"Ehm..tapi kok kayak gak asing yah?" Tanya Ella


"Dia kayaknya orang tua gue deh." Ucap Ava dengan pelan dan terdengar seperti ketakutan


"Hah? masa? kok dia ada di sini?" Tanya Ella


"Gak tahu.. padahal biasanya mereka berdua jarang jenguk atau perduli sama gue."


"Mungkin orang tua lo udah sadar kalau perlakuan mereka sama lo itu salah." Ucap Lia dengan agak yakin tak yakin


"Hmm.. mungkin tapi terdengar mustahil." Jawab ava masih memandang orang tuanya

__ADS_1


"Terus sekarang lo mau gimana? mau ngobrol sama mereka? atau mau kabur aja?" Tanya Ella


"Hm..gue belum siap,gue mau kabur aja nanti kalian pura-pura gak tahu gue ada di mana yah. Jangan kasih tahu keberadaan gue sama orang tua gue."


"Hm..oke."


Saat ava bersiap untuk kabur tiba-tiba orang tuanya memanggil nama dirinya dan berlari menghampiri Ava hal itu membuat ava akhirnya menghentikan larinya dan berbalik ke belakang untuk melihat orang tuanya.


"Sayang.. kamu ke mana aja?"


"Mamah?"


"Iya ini mamah sayang kamu kemana aja kok gak pulang-pulang?" Tanya ibunya lalu memeluk ava


"Mamah kok tumben nyariin aku, sampai susul aku kayak gini?" Tanya ava dengan nada bergetar


"Nanti mamah jelasin yah.. sekarang boleh gak kalau kita ngobrolnya di rumah nak Lia dulu..nak Lia boleh gak kalau kita ke rumah nak Lia dulu?"


"Ehm..boleh Tante." Ucap Lia lalu mengangguk dengan sedikit ragu


"Ehm.. yaudah Tante kita ke rumah Lia dulu yuk." Ucap Ella yang diangguki oleh ibu dan ayahnya ava

__ADS_1


__ADS_2