
Pagi ini ava sudah datang ke rumah. Sedangkan Lia tengah tertidur di kamar
Di dapur
"Ella."
"Apa va?" tanya Ella sembari memasak nasi goreng sedangkan ava sedang mengoles selai ke roti
"oh..itu. Jadi kemarin ceritanya mamahnya si angkasa itu ngundang Lia buat datang ke rumahnya acara dinner gitu,nah...tapi si angkasa itu bilangnya harus gue juga datang karena dia itu suka sama gue.
Sedangkan gue mana mau lah jadi pengganggu di hubungan Lia. kita itu sahabatan udah lama gue gak mau persahabatan gue rusak karena cowok. akhirnya gue gak datang gue mikirnya biarin aja Lia biar pdkt gitu.
Nah pas si Lia di sana dia disambut baik sama ortunya angkasa tapi pas angkasa keluar dari kamarnya dan turun ke bawah dia itu kayak terus liat sama Lia tapi pas sama papahnya goda gitu angkasa bilangnya gak lihat Lia tapi bingung kenapa gue gak datang. Mamahnya angkasa langsung membela Lia lah gitu. Setelah acara makan Lia mau pulang. Dan angkasa malah bilang kalau Lia itu suka pulang malam gitu lah jadi perempuan nakal,Lia gak terimalah jadi dia pulang ke rumah sambil nangis."
"wah..parah sih itu..pantesan gue manggil Lia gak nyahut-nyahut. Terus-terus Lia gak marah sama lo?"
"Untungnya enggak. Lia itu kadang-kadang pemikirannya itu lebih dewasa dari gue walaupun kadang suka ledekin atau manja gitu cuman pengen diperhatikan aja. Kalau misalkan kita emang gak bisa dia juga gak apa-apa kok! dia cuman butuh perhatiannya kita walaupun cuman bilang harus makan biar nanti gak sakit dia udah seneng gitu." ucapku lalu mematikan kompor.
"Oh..gitu yah. Nih gue udah selesai oles selainya."
"Oh..yaudah ke sini."
__ADS_1
Ava memberikan rotinya pada Ella mereka berdua masak bareng tak lama kemudian akhirnya semua selesai.
Saat mereka berdua sedang sibuk menata makanan. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.
"Siapa yah?" tanya Ella
"Gue aja deh yang buka."
"gak apa-apa?"
"Beneran gak apa-apa kok!"
"Oh..yaudah,makasih yah."
"Siapa Va?" tanya Ella hendak menghampiri Ava tapi sebelum itu terjadi ada ava telah menghampirinya dengan angkasa.
"Ngapain lo ke sini?" tanya Ella dengan ketus sungguh ia benci orang yang menyakiti hati sahabatnya
"Tolong gue pengen ketemu lia,gue pengen ketemu sama dia."
"Hah! basi!"
__ADS_1
"Tolong."
"Gak!"
"Tapi maaf Ella,kalau gue ikut campur. Tapi gue pikir mau siap gak siap kita harus menghadapi masalah. Gak apa-apa untuk angkasa minta maaf kalau langkah selanjutnya itu ada di keputusan Lia."
"Yaudah! sana cepetan ke sana. Jangan tutup pintunya."
"Makasih."
"Hmm.. cepetan sana jang.." belum sempat Ella menyelesaikan perkataannya angkasa sudah lebih dahulu berlari ke kamar Lia.
"Cepet juga tuh anak kek kucing garong." Ucap Ella lalu Ella dan ava tertawa bersama lebih tepatnya tertawa meledek angkasa yang seperti kucing garong
Di kamar Lia
Saat ini angkasa duduk di tepi kasur menatap Lia yang sedang tertidur pulas.
Pipi Lia basah apa karena gue? kenapa kemarin gue ceplas-ceplos sih! Kalau misalkan mamah gak nyuruh gue minta maaf dan cuekin gue mungkin gue gak ada di sini sekalipun gue memang merasa bersalah sama Lia,maaf tapi gue memang selalu gengsi batin Angkasa
Wajah cantik Lia nampaknya membuat angkasa merasa tertarik. Rambutnya yang kini menutupi wajah Lia membuat angkasa tertarik untuk merapikan rambut Lia agar tak menghalanginya wajah Lia.
__ADS_1
Saat angkasa asik merapikan rambut Lia tiba-tiba saja Lia membuka matanya. Wajah cantik yang tengah tertidur pulas itu berganti dengan wajah yang penuh amarah dan kebencian membuat angkasa tanpa sadar menelan air liur nya sendiri