Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 20


__ADS_3

"Ekhem!ekhem!ekhem! maaf bapak-bapak dan ibu-ibu saya tadi merasa mendengar ada yang mengetuk pintu rumah saya." Ucap Lia yang tahu-tahu langsung ada di bawah, Lia langsung berlari menuju ke seseorang yang membuka pintu tersebut.


"Ekhem..kamu serius?" Tanya Ella seperti orang bodoh padahal ia sudah tahu itu pertanyaan yang serius


"Menurut kamu? dengan ekspresi wajah seperti ini aku terlihat seperti bercanda?" Tanya nio dengan muka seriusnya itu membuat Ella merasa sangat jantungan


"Ya ... enggak sih."


"Terus kamu nungguin apa? aku tahu kamu suka sama aku."


"Bener nih? yaudah kalau gitu aku pergi aja cari perempuan lain buat jadi pacar aku."


"Ya..jangan dong!"


"Tuh kan..tadi apa? kalau bukan cinta kamu gak akan cegah buat terus ada di sisi kamu."


"Iya-iya aku suka..tapi gak semudah itu arsenio."


"Gak semudah apa lagi? kalau mau aku serius langsung lamar kamu."


"Kamu gak tahu kalau aku itu mungkin hanya cerita di sini."


"Maksudnya."


"Ehm.."


"Maksudnya apa Ella? aku gak akan tahu apa yang kamu khawatirkan kalau misalkan kamu gak pernah cerita sama aku."


"Ada hal penting yang belum bisa aku ceritakan aku belum siap Arsenio. Aku khawatir akan diriku sendiri."


"Yaudah kalau gitu tapi nanti kamu cerita ke aku yah.."


"Iya,aku bakal ceritain semuanya sama kamu."

__ADS_1


"Hei! aku bawa temen nih!" Ucap Lia sembari menggandeng tangan lelaki asing.


"Itu siapa?"


"Dia.."


"Hai, perkenalkan nama saya Aditya Abraham panggil aja Aditya."


"Oh..gitu. Nama saya Raquella eisha Laura panggil aja Ella."


"Oh...oke. Kalau nama anda siapa?"


"Panggil saja nio."


"Oh.. baiklah."


"Dan ini pacar saya jadi jangan ganggu Ella." Ucap angkasa sembari memeluk pinggang Ella


"Maksud anda apa yah?" Tanya angkasa yang tiba-tiba muncul di ruang tengah


"Angkasa! ngapain kamu ke sini?" Tanya Lia sembari berteriak


"Gue disuruh mamah nganterin ini." Ucap angkasa lalu mengangkat kresek putih.


"Yaudah bilangin makasih sama mamah lo."


"Iya nanti gue sampaikan."


"Yaudah lo simpan aja di meja dapur. Orang lo biasanya juga asal masuk rumah gue kan jadi lo udah tahu kali di mana letak dapur rumah gue."


"Tapi gak bisa gitulah di sini gue tamunya."


"Yaudah lo simpan tuh kresek di lantai udah beres kan? sana pergi!"

__ADS_1


"Enak banget ya lo usir-usir gue,inget di sini gue tamu."


"Dan tamu seharusnya sopan kan? di sini lo gak sopan sama sekali mau gue sebutin satu-satu hal apa yang udah lo lakuin?"


"Gak usah,iya gue minta maaf gue yang salah di sini."


"Yaudah sana lo pergi."


"CK! gue mau di sini masa gak boleh kita kan temenan. Iya kan,Ella."


Ella yang sebenarnya sedang malas ikut berdebat langsung menganggukkan kepalanya


"Tuh! tuh! tuh! lihat!"


"Ya gak gitu juga kali."


"Udah Lia gak apa-apa kok! dia cuman mau ikut gabung aja." Ucap Aditya


"Beneran gak apa-apa,honey?"


Angkasa langsung melototkan matanya


"Honey?" Teriak angkasa histeris


"Kenapa? gak boleh? kalau iri itu bilang! dasar jomblo!"


"Huh! enak aja bilang gue jomblo!"


"Lah emang lu jomblo kan?"


"Hei! Kalian berdua! berisik tahu. Lihat Aditya,kasian dia cuman lihat lo berdua ribut. Lo juga angkasa udah kali jangan ngajak ribut bukannya lo kemarin gak suka kalau Lia suka sama lo? jadi gak usah ngurusin hubungan asmara Lia. Dan Lia lo jangan tanggapi ucapan angkasa yang sangat menyebalkan itu. Lo masih bisa kan bikin dia jadi nyamuk."


"Ide lo bagus juga." Ucap Lia lalu memeluk ella

__ADS_1


__ADS_2