Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 49


__ADS_3

"Sini duduk di sebelah bunda."


Aku pun berjalan dan duduk di samping bunda eisha


"Mah,bunda eisha ini ada apa yah?"


"Jadi sebelum kamu dan Arsenio lahir kita memiliki perjanjian.. perjanjian ini sebenarnya kalau misalkan akhirnya gak mau kita gak akan paksa kalian. Tapi permintaan bunda dan mamah kamu coba jalani saja dulu keputusan akhirnya ada di kalian."


"Perjanjian apa mah?" Tanya arsenio pada bunda eisha


"Perjanjian bahwa kami akan menikahkan kalian. Melihat kehidupan kalian yang tidak dekat dengan siapa-siapa membuat bunda berfikir untuk melanjutkan perjanjian bunda dengan mamahnya Ella. Dari papahnya arsenio dan Reza pun setuju-setuju saja asal tidak kalian ikhlas perjanjian ini bisa kami teruskan."


"Iya...itu alasan ke satu dan alasan keduanya kami tahu apa yang kalian berdua lakukan dibelakang bunda eisha dan mamah."


"Loh.. emangnya kita ngelakuin hal apa? anak mu ini gak berbuat hal yang enggak-enggak loh."


"Memang sih kalau Ella kamu gak ngapa-ngapain tapi nio.."


"Loh kok jadi aku? emangnya aku ngapain? aku masih perjaka mah jangan hoax."


"Nio! mulut kamu dijaga gak sopan ada orang tua Ella juga.Jangan buat Ella jadi gak nyaman juga." Ucap papahnya arsenio dengan tegas


"Iya..maaf pah,mah, eomma,Ella,om."


"Tadi kamu panggil mamahnya Ella pakai sebutan apa?" Tanya papahnya ella

__ADS_1


"Eomma."


"Siapa yang suruh?"


"Ibunya Ella."


"Kamu nih kalau suka jangan terlalu berlebihan. Wajar kamu suka Korea tapi jangan segala-galanya Korea. Sampai panggilan pun harus Korea. Coba gitu pakai khas Indonesia atau Sunda gitu. Kita itu harus lestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia."


"Terus kamu maunya apa?"


"Panggilannya ganti aja jadi embu sama Abah."


"Ehm.. oke-oke deh,ema sama Abah juga bagus."


"Mah kita jangan keluar dari topik pembicaraan deh." Ucap Ella kesal


"Loh emangnya aku kenapa? aku itu gak aneh eisha tapi unik."


"Pembelaannya dari jaman baheula (dulu) suka gitu terus..mamah kamu mah ngeyel terus."


"Hm..ya emang bener sih aku ngeyel terus tapi kita bahas lagi perjodohan deh. Jadi ema cuman mau bilang kalau kita lihat kamu pegang tangan Ella. Mana bisik-bisik lagi suruh jangan lepas. Anak kamu bilang gitu loh Bima."


"Gak tahu padahal tingkah aku jaman dulu gak gitu."


"Ya..emang bener sih,Nio kebiasannya kayak aku tapi pendiem,ngancem,dan jail nya kayak kamu. Kalau kamu lihat aja deh tingkah nio kemarin pasti merasakan Dejavu tuh! Iya kan Anya."

__ADS_1


"Hmmm..bener. Nio bilang sama Ella supaya gak berisik nanti kita denger padahal mah kita udah tahu cuman pura-pura gak tahu. Tingkahnya itu kayak kita gak pernah ngalamin aja yah, padahal kita kan pernah muda. Nakal-nakal kayak Ella atau nio kayaknya udah biasa juga."


"Jadi gimana keputusan kalian?" Tanya papah nio


"Aku mau pah."


"Aku gak mau bunda."


Ella dan nio berbicara dengan arti yang sangat bertolak belakang. Ella yang menolak dan justru nio yang menerima perjodohannya.


"Kamu kenapa menolak Ella? bisa kamu jelasin dulu alasannya?"


"Ehm ...bunda aku rasa karena kita baru kenal jadi terlalu cepat kalau kita menikah. Cinta memang bisa tumbuh secara perlahan-lahan tapi kita gak akan tahu apakah mental,rasa,dan komitmen dapat menjaga hubungan pernikahan Ella dan nio. Walaupun misalkan kita berhasil dan mulus dalam menjalaninya ada banyak hal lagi yang harus dipertimbangkan,salah satunya anak.


Jika kita punya anak kita harus benar-benar siap menjadi orang tua dan juga memiliki ilmu agar jadi ibu yang baik dan dapat mengajarkan anaknya hal-hal yang baik.Itu hal yang susah bunda..sebelum kita mengajarkan pada anak kita atau dalam artian kepada yang lainnya kita perlu menyembuhkan diri kita sendiri agar terlepas dari hal-hal buruk seperti trauma, kebiasaan yang buruk, ataupun ketakutan-ketakutan lainnya.


Bagi Ella anak itu anugrah yang harus dijaga. Dan kewajiban kita sebagai seorang ibu tak hanya dengan melahirkan lalu semua tanggung jawab lepas. Atau ada yang beranggapan melahirkan,memberi anak makan,atau mengurus segala keperluan sekolah itu adalah tugas ibu. Memang benar itu tugas seorang ibu tapi ada lebih banyak lagi menjadi seorang ibu yang baik.


Selain anak pasti kita akan alami ujian. Ella harus benar-benar tahu jika Ella marah apa yang harus dilakukan Ella apa saja peraturan-peraturan yang tak boleh dilanggar. Banyak sekali hal yang harus kita sesuaikan agar bisa menjadi orang tua dan sepasang suami-istri yang baik. Ella rasa Ella masih belum sanggup melakukannya maka dari itu Ella menolak permintaan ini."


"Kalau kamu nio?"


"Nio setuju karena nio pun yakin nio mampu jika bersama dengan Ella. Nio sangat tahu bahwa Ella berada di keluarga yang baik-baik. Nio pun tahu kalau Ella itu gadis yang sangat baik.


Semua kekhawatiran yang diucapkan Ella memang wajar untuk dikatakan karena kita masih muda. Nio setuju dengan perjodohan ini tapi nio ingin meminta agar kita memikirkan perjodohan setelah menyelesaikan pendidikan."

__ADS_1


"Ehm..bunda setuju dengan perkataan kamu nio. Gimana yang lainnya?"


"Yaudah kita gak perlu bahas perjodohan dulu.. setelah kalian selesai kuliah baru kalian memutuskan lagi apa kalian setuju dengan perjodohan atau tidak. Kalian diskusikan saja berdua kami hanya mau dengar keputusan akhir kalian." ucap mamah ella


__ADS_2