Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 14


__ADS_3

Lia melihat ke kanan dan kiri ia mencari keberadaan angkasa


"Kamu nyari angkasa kan?" Tanya Sarah mengejutkan Lia


"Enggak kok! Cuman lihat-lihat dekorasi rumah mamah aja kok!" Ucap Lia mencoba mengelak dari ucapan mamahnya angkasa yang sebenarnya benar sih.


"Hahaha.. angkasa ada kok bentar juga turun kok! Tenang aja dia gak bakal kabur kok! Kamu bakal ada tempat spesial,jadi kalau kamu suka angkasa tenang aja mamah langsung merestui kalian."


"Siapa yang suka sama angkasa enggak kok mah.."


"Bener nih? Yaudah deh mamah mau jodohin angkasa sama yang lain."


Lia langsung menatap tak percaya pada mamahnya angkasa.


"Tuh kan! Kamu mungkin bisa bohong tapi mata kamu..mamah tahu kejujurannya di mata kamu. Mata gak bisa bohong Lia.."


"Mamah.." ucap angkasa lalu keluar dari kamar


"Hai.. angkasa. Baru keluar aja,kasian dari tadi Lia gak ada temen." Ucap mamahnya angkasa


Mamah angkasa menatap pada angkasa yang hanya terdiam.


Kenapa diem batin Lia dan mamah angkasa


Baru mamah angkasa menyadari kenyataan yang terjadi.Baru saja mamah angkasa akan membuka suara tapi sudah didahului oleh papahnya

__ADS_1


"Ekhem!ekhem! Matanya nanti masuk lalat loh kalau gak kedip-kedip." Ucap papah angkasa menyindir anaknya


Angkasa langsung tersadar dan mengedipkan matanya ia melihat ke arah ke dua orang tuanya


"Siapa yang gak kedip-kedip orang angkasa cuman nyari keberadaan Ella aja." Ucap angkasa yang tanpa sadar membuat senyum Lia mendadak luntur.


Mengetahui bahwa Lia sedih Sarah memberi kode pada suaminya.


"Alah! Bohong! Papah liat dari tadi kamu gak lirik Kanan kiri. Orang tadi cuman lihat ke satu titik aja. Bilang aja kalau kamu terpesona sama kecantikan Lia gitu aja kok ribet."


"Terserah papah aja deh."


"Eh.. yaudah kita makan aja yuk!" Ucap Sarah menghentikan perdebatan antara anak dan suaminya.


Lia dan keluarga angkasa makan malam dengan tenang walaupun tadi angkasa sempat curi pandang pada Lia walaupun ia tahu bahwa Lia tak menyadarinya. Sementara Lia berubah menjadi murung saat angka berkata bahwa ia hanya mencari sahabatnya


Akhirnya semuanya sudah selesai.


"Ehm..mah."


"Ha? Mamah?" Tanya angkasa


"Mamah yang maksa jangan salahkan Lia di sini dia gak salah apa-apa." Ucap Sarah karena tahu bahwa anaknya akan protes pada Lia ataupun pada dirinya


"Kok mamah gitu sih."

__ADS_1


"Udahlah lagian kenapa kalau mamah maksa? Karena Lia orang luar gitu? Lia itu anak baik asal kamu tahu. Semua temen kamu itu mamah tahu siapa yang cocok gak cocok sama kamu yang baik atau nakal mamah tahu. Lagian pas mamah bilang kejadian juga kan."


"Iya deh terserah mamah aja."


"Ehm..mah gimana kalau aku yang cuci piring aja."


"Masak kamu yang cuci sih kan kamu disini tamunya."


"Aku gak enak kalau cuman numpang makan disini."


"Kamu gak numpang makan kok!"


"Jadi aku gak boleh cuci piring walaupun itu bekas aku?"


"Gak boleh itu bukan kewajiban kamu. Di sini mamah yang maksa bukan kamu maksa cuman mau temenan supaya pengikutnya bertambah."


"Ehm..yaudah deh mending aku pulang aja kalau gitu."


"Jangan!"


"Hah? Jangan?"


"Jangan pulang sekalian aja sampai bikin sahabat lo khawatir kan gosip lo juga suka pulang malam kan sampai lupa waktu."


Sarah memeluk Lia erat

__ADS_1


"Ehm..mah makasih yah makanannya aku pulang dulu. Permisi, assalamualaikum." Ucap Lia lalu Salim kepada kedua orang tua angkasa.


Lia langsung berlari ke luar. Berlari dengan cepat


__ADS_2