
"Ngapain lo ke sini?!" teriak Lia lalu melempar bantal dan guling kepada Angkasa
Angkasa fokus melindungi dirinya sendiri sedangkan Lia sudah kehabisan bantal dan guling hanya ada vas bunga. Mungkin Lia gila karena memiliki niat untuk melempar vas itu.
Lia sudah mengambil vas itu dan siap melemparnya tetapi angkasa lebih dahulu mengetahui niat Lia. Entah karena kepanikannya atau tidak mau melukai dirinya ataupun Lia.
Angkasa langsung memeluk Lia membuat Lia langsung mematung. Tak jauh beda dengan Lia,angkasa pun sama-sama terkejutnya.
"Jangan lempar vas itu."
"Lepasin gue." ucap Lia lalu memberontak dari pelukannya angkasa
"Enggak,gue gak mau." ucap Angkasa malah mempererat pelukannya
"Lepasin atau gue.."
"Gue apa? huh? Lo mau apa?" tanya angkasa berbisik kepada Lia
"Gue mau teriak maling."
"huh..gue minta maaf."
"Minta maaf? Harusnya lo seneng dong gak ada yang perhatikan lo dari jauh lagi kan. Gue juga gak sehina itu buat terus ada di sisi lo. Kalau memang lo mau gue menjauh lo bisa ucap dengan baik-baik karena gue gak pernah memaksa. Sekarang lo mau minta maaf yakin minta maaf?" Tanya Lia dengan senyum sinis nya.
"Gue akui gue salah gue minta maaf. Jujur gue juga gak enak sama lo."
"Sekarang lo cuman mau minta maaf kan?" tanya Lia memastikan
"Iya, lo mau minta maafin gue?"
"Kalau itu memang keinginan lo. Oke,gue kabulkan. Sekarang mendingan lo pergi dari hidup gue karena gue juga udah memaafkan segala tingkah lo kemarin
"Gue gak mau."
"Lo egois."
"Gue memang egois."
"Lo jahat."
"Gue emang jahat."
__ADS_1
"Lo serakah."
"Gue emang serakah. Sekarang lo udah puas kan?"
"Hmm"
"Bisa gak kalau kita temenan."
"just friend jangan ada harapan lebih dari itu."
"Kalau gue nekat dari itu gimana?"
"Gue bakal menghilang dari sini."
"Emang bisa?"
"Bisa,kenapa?"
"Gak,gak apa-apa kok!"
"Yaudah ngapain lo di sini. Pergi sana! tujuan lo ke sini cuman mau minta maaf dan sekarang gue udah maafin lo kan."
"Iya..sih..tapi."
Akhirnya angkasa pergi dengan langkah yang lunglai.
"Ngapain sih dia ke sini. Bikin gue badmood aja. Aduh..lapar lagi mendingan gue ke bawah aja deh makan." ucap Lia lalu turun ke bawah.
"Ngapain lo masih di sini sih angkasa?" Tanya Lia setelah sampai di dapur
"Emangnya gak boleh?"
"Gak boleh!"
"Lo kan udah maafin gue,inget lo sesama teman harus membantu."
"Emangnya lo gelandangan?"
"Iya gue gelandangan kenapa?"
"Kalian jangan ribut lah mumet gue jadinya." Ucap Ella
__ADS_1
"Ya..dia nyebelin ell."
"Ya gue tahu dia nyebelin. Tapi kalau lo terus ladenin nih anak malah makin ngelunjak. Terus sekarang udah jam makan udahlah kita makan aja lumayan lo ada pahala juga." Ucap Ella sembari memakan nasi goreng buatannya.
"Huh.. oke-oke. Buat kali ini aja tapi,janji."
"Gak janji." ucap angkasa lalu tertawa tanpa dosa
"Terserah lo aja dasar bikin pusing." Ucap Lia lalu makan.
20 menit kemudian..
Semuanya telah selesai makan.
"Gue yang cuci piring yah.." Ucap Lia
"Gak usah! Kamu duduk aja." ucap ava
"Iya lagian lo kan yang sering cuci piring jadi gantian oke!"
"Yaudah deh iya..iya." Ucap Lia lalu bangkit dan menuju ke ruang tengah untuk menonton tv.
Tapi entah kenapa angkasa malah mengikutinya. Lia duduk di sofa dan menyalakan di tv diikuti oleh angkasa
"Ngapain lo ke sini sih? Pulang sana nanti dicari mamah."
"Tapi..gue masih mau di sini." Ucap angkasa merengek kepada Lia
"Lo pulang gue gak marah atau lo di sini gue marah?" Ancam Lia
"Yaudah gue pulang."
"Yaudah sana pulang."
"Tapi jangan marah lagi sama gue." Ucap Angkasa lalu memegang tangannya
Tolong jantung gue ini..gak semua orang bisa tahan sama lo angkasa batin Lia
"Iya..gue gak marah juga. Yaudah sana pulang." Ucap Lia ketus
"Yaudah iya,dah!"
__ADS_1
Lia berbalik menatap angkasa lalu tersenyum manis dan melambaikan tangannya
"Dadah!"