Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 39


__ADS_3

Beberapa jam kemudian


Kini ava sudah sadar dan berada di ruangan Aditya.


"Ella,Lia,Aditya kapan sadarnya?" Tanya ava dengan penuh kecemasannya


"Kita doain aja yah supaya Aditya bisa cepet sadar."


"Iya..aku masih berharap agar Aditya masih hidup di dunia ini."


"hm..semoga aja keinginan mu terkabul."


"Ella..Lia..kepala aku pusing."


"Aku panggil dokter yah.." Ucap Lia lalu langsung berlari mencari keberadaan dokter tak lama akhirnya Lia kembali dengan seorang dokter


"Kamu gak ada penyakit yang cukup berbahaya?"


"Ehm...saya sakit leukimia dok."


"Memang biasa seperti ini?"


"Ehm..yah lumayan emang suka kambuh kayak gini,tapi sekarang lumayan parah."


"Rutin periksa ke dokter?"


"Iya,saya rutin buat periksa kok dok.. biasanya saya suka dikasih obat gitu."


"Ehm..oke saya periksa dulu yah..kamu duduk dengan nyaman aja."


Akhirnya sang dokter memeriksa keadaan ava

__ADS_1


"Gimana dok?"


"Dari pemeriksaan tadi sepertinya keadaan anda memang cukup parah.. untuk mendapat hasil yang sangat maksimal memang harus dibawa ke pada dokter ahlinya."


"Iya dok saya mengerti."


"Kamu membawa obatnya?"


"Saya bawa...tapi dokter yang selalu memeriksa saya bilang kalau saya gak akan bertahan lama di dunia ini. Saya tahu dari kondisi tubuh saya aja udah parah kayak gini."


"Saya tahu keadaan kamu memang sedang tidak baik-baik saja.. untuk berkata yang sabar pun pasti terdengar membosankan tapi saya cuman mau bilang untuk kamu bertahan sampai sekarang itu sudah sangat hebat untuk kapan kematian terjadi itu takdir tuhan..saya dan dokter lain pun harusnya gak bisa untuk menentukan Kematian.Kita cuman bisa membantu semampu kita."


"Makasih dokter untuk kata-katanya..jujur saya terhibur karena selama ini orang-orang selalu berkata ini ujian atau sabar yah saya tahu kalimat itu memang benar. Tapi menurut saya pribadi itu terdengar seperti memaksa saya agar selalu bertahan tanpa lelah.Padahal ketika orang sedang bersedih atau dalam keadaan mental yang lemah hanya ingin didengarkan.Karena kita pun sebenernya pengen tegar tapi namanya perasaan kadang susah banget diatur."


"Hahahaha iya bener."


"Hm..dok?"


"Gimana hasil pemeriksaan terakhir pasien ini." Ucap Ava lalu menunjuk Aditya yang masih berbaring di atas kasur pasien


"Kamu jangan terlalu khawatir atas izin Tuhan Aditya bisa bertahan sampai sekarang..dia cuman istirahat sebentarlah nanti juga pasti bangun kamu tunggu dan doain aja supaya cepet siluman."


"Hmm..iya dok makasih yah."


"Makasih atas apa?"


"Hm..ya..jasanya mungkin."


"Iya sama-sama itu memang kewajiban dan alasan saya mau jadi dokter juga.. yaudah saya mau balik kerja lagi yah jaga kesehatan mu dan jaga kesehatan kekasih kamu itu."


"Hahaha..dokter bisa aja nih,dokter tuh yang harus jaga kesehatan para pasien yang nunggu jadi pacarnya dokter."

__ADS_1


"Sekarang malah ejek saya."


"Yaudah cepet sana keluar..pasien lain udah pada nunggu tuh!"


"Yaudah iya saya pergi dulu."


"Dah."


"Dadah."


Kini sang dokter sudah pergi keluar dan kedua sahabat perempuannya itu langsung duduk di sebelahnya


"Tadi kok malah ngobrol sama dokternya sih?" Tanya Ella dengan muka cemberut


"Iya..kita juga mau ngobrol sama dokternya." Ujar Lia


"Emang kenapa mau ngobrol sama dokternya?" Tanya ava pura-pura tidak tahu


"Pertanyaannya gampang banget sih.. alasan ke satu yah dia tuh baik,Ramah,sopan silahkan lanjutkan Ella."


Ella pun mengangguk


"Terus katanya sih dia dari keluarga yang baik-baik dan kaya raya terus yang terakhir dan yang paling penting dia ganteng banget loh!" Ucap Ella lalu berteriak-teriak bersama lia


"Oh..jadi pacarnya udah dilupain gitu?" Tanya angkasa yang tiba-tiba saja datang ke ruang inap Aditya


"Hm.. biasalah ketemu cowok ganteng langsung amnesia." Ucap Arsenio mengikuti langkah angkasa dari belakang


"Hayo loh! rasakan penderitaan mu." Ucap Ava menakut-nakuti Ella dan Lia.


Setelah itu ava pun tertawa dengan begitu puas ketika melihat wajah pucat dari kedua wanita itu.

__ADS_1


"Yaudah lah gue pergi aja dulu." Ucap Ava lalu meninggalkan Ella dan Lia yang sangat ketakutan.


__ADS_2