Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 50


__ADS_3

6 tahun telah berlalu. Kini keluar Ella dan Arsenio sedang berkumpul di sebuah restoran milik papahnya arsenio.


"Jadi...kalian berdua suruh mamah dan bunda eisha maksudnya ada apa?"


Ella dan Arsenio saling bertatapan satu sama lain tak lupa dengan senyum manis yang dari tadi selalu mereka tunjukkan


Seolah memberi persetujuan. Arsenio menganggukkan kepalanya lalu menggenggam tangan Ella.


"Arsenio dan Ella sudah sepakat untuk meneruskan perjodohan ini karena kami memang saling mencintai selain itu juga kami berdua fokus untuk belajar agar menjadi suami istri dan orang tua yang baik. Untuk masalah ekonomi pun Arsenio sudah memiliki usaha sendiri yang insyaallah mampu menafkahi Ella dan keluarga kita nantinya.


Segala hal dan kemungkinan buruk pun telah kami pikirkan. Aku dan Ella tahu bahwa di dalam pernikahan tak akan selamanya mulus. Aku dan Ella memiliki persamaan jika sedang marah. Tak bisa untuk diganggu maka aku dan Ella pun berpikir jika di dalam rumah tangga kita ada masalah datang Ella akan menenangkan dirinya sendiri di rumah Ema Anya. Embu dan mamah gak perlu khawatir karena jika kita marahan Ella hanya akan menginap selama 3 hari dan tak akan lebih dari itu. Gimana Ema dan mamah setuju?" Tanya arsenio lalu menyesap kopi untuk menghilangkan rasa gugupnya


Anya dan eisha saling menatap satu sama lain seolah sedang memberi telepati


"Sebenernya dalam rumah tangga itu sebaiknya harus cepat-cepat untuk diselesaikan,Malahan akan lebih baik jika hari itu atau besoknya masalah sudah selesai. Tapi karena kita tahu bahwa bagaimanapun kalian masih muda dan masih tetap belajar.Kami berdua setuju jika Ella menginap di rumah bunda atau ema Anya.

__ADS_1


Tapi untuk nantinya kalian usahakan agar cepat-cepat menyelesaikan masalah tidak baik jika kalian sudah punya anak tapi tetap minggat ke rumah bunda atau ema. Bagaimana nanti jika anak kamu kalau marah itu jadi minggat dari rumah? mamah tahu ini masih awal tapi tetep kalian harus memperbaikinya." Ucap Bunda eisha yang diangguki oleh papah arsenio dan papah Ella


"Oh..iya. Ibunya Lia kemarin-kemarin tanya sama mamah..kalau Lia katanya udah punya pacar yah."


Ella yang sedang meminum minumannya langsung tersedak ketika mendengar ucapan mamahnya yang tak di filter


"Mamah ih jangan ngegosip dosa tahu."


"Eh..mamah tuh justru mau memastikan ucapan mamahnya Lia loh..mamah kan tahu Lia sama kamu itu sahabatan. Jadi mamah rasa kayaknya mustahil kalau Lia gak cerita apa-apa sama kamu. lagian mamah nanya kayak gini karena kemarin mamah lihat ibu Lia itu kayak khawatir gitu loh mungkin takut kalau Lia punya pacar dan pacarnya itu gak bener."


"Ella beneran gak tahu apa status Lia sekarang. Sekarang Lia sama aku udah sama-sama dewasa jadi Lia pun udah bisa menyelesaikan masalah sendiri."


"Lia emang cerita punya temen baru tapi cuman cerita itu aja gak ada yang lain juga."


"Ehm..gitu yah."

__ADS_1


"Ella itu bukannya Lia yah?" Tanya papahnya Ella lalu menunjuk kepada meja yang tak terlalu jauh juga


"Iya deh pah.. perempuan itu mirip sama Lia loh.. cara penampilan, muka,dan cara dia tertawa saat ini juga sama kayak Lia."


"Masa sih mah itu Lia."


"Beneran mirip loh itu."


"Tapi tadi Lia gak mau kemana-mana loh katanya cuman mau dirumah terus Lia juga bilang sama aku kalau dia harus bantu ibunya beres-beres soalnya mau ada tamu."


"Coba Anya kamu samperin aja dulu pura-pura lewat kalau salah kan tinggal balik lagi."


"Oh iya yah, yaudah aku ke sana dulu."


Mamahnya Ella menghampiri tempat perempuan tersebut.

__ADS_1


"Lia ada di sini juga?" Tanya mamah Ella lumayan keras hingga para pengunjung pada menoleh ke meja Lia.


Tersadar suaranya yang keras mamah Ella kini berbicara dengan pelan. Namun tak lama kemudian mamah Ella kembali dengan Lia dan seorang pria di sampingnya.


__ADS_2