Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 9


__ADS_3

Aku pun membuka pintu rumah.


"Hai!" Terlihat seorang perempuan yang memiliki senyum manis dengan membawa kue yang lumayan besar


"Oh..siapa yah?" Tanyaku lalu Lia datang menyusul ku


"Kamu." Ucap Lia


"Eh..ini,di rumah tadi kan lagi bikin kue karena tahu kamu sendirian di sini jadi aku bawain kamu kue."


"Oh... makasih,padahal gak dikasih juga gak apa-apa takut jadi ngerepotin kalau kayak gini ceritanya."


"Gak apa-apa kok santai aja."


"Oh..iya,aku lupa kasih tahu kamu. Kalau temen aku bakal nginep di sini gitu."


"Oh..gitu,nanti aku sampaikan deh ke bapak aku. Nama kamu siapa?"


"Aku?"


"Iya,kamu."


"Oh..hai namaku Raquella eisha Laura, panggil aja Ella." Ucapku sembari mengulurkan tangan ku.


Tak lama uluran tangan ku langsung dibalas oleh perempuan tadi.


"Namaku Lyona ava Anindya."


"Aku panggil kamu Yuna boleh?"

__ADS_1


"Boleh banget. Yaudah aku mau pulang dulu yah."


"Di sini aja kita di sini gak ada temen cuman berdua. Aku di sini belum punya temen."


"Ehm...oke deh!"


"Yuk masuk!" Ucap Ella


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah Lia.


"Wah...rumah lo besar banget deh bagus lagi."


"Wah makasih loh.."


"Iya sama-sama."


"Yuk,duduk." Ucap Lia saat telah sampai di ruang tamu


"Ehm..loh ava."


"Hah,apa Ella?"


"Lo bawa orang ke sini?"


"Enggak aku gak bawa orang kok!"


"Terus itu yang di belakang kamu siapa?"


"Hah? Jangan bercanda lah Ella gak lucu banget."

__ADS_1


"Ih! Bener! Ini gue lagi serius Lia."


"Emangnya lo lihat siapa."


"Eh...eh dia nulis,dia nulis Eve Calista Amadea."


"Itu nama almarhumah adik gue Ella."


"Astaghfirullah,maafin gue ava."


"Gak apa-apa...tapi apa mungkin kalau itu benar-benar adik yang gue kenal?"


"Memang kalau gue boleh tahu almarhumah adik kamu meninggal karena apa?"


"Saat itu gue lagi belanja peralatan sekolah tapi gue kehujanan alhasil gue suruh adik buat jemput gue. Awalnya seperti tidak akan terjadi apa-apa karena saat arah pulang ke rumah gue. Motor dikendarai sama gue.


Kita menaati peraturan tapi entah bagaimana ada mobil hilang kendali dan akhirnya hampir menabrak kita namun berakhir dengan terseret mobil tersebut untungnya gue masih bertahan sedangkan adik gue meninggal. Saat itu orang tua gue menyalahkan gue kalau kalian lihat gue kayak Deket banget sama papah gue itu salah gue selalu di cap anak pembawa soal walaupun gue tahu itu memang salah gue."


"Sorry gue malah nanya hal yang sensitif kayak gini." Ucap Ella terhadap ava


"Gak apa-apa gue percaya kalian orang baik."


Ella dan Lia saling menatap satu sama lain seolah memberi kode yang akhirnya dijawab dengan anggukan dari Ella dan Lia


"Lo mau jadi sahabat kita selama di sini?"


"Gue mau banget gue gak punya sahabat satu pun bahkan teman dekat pun gak ada." Ucap ava dengan mata yang berkaca-kaca namun ia malah memberikan senyum palsunya seolah ia baik-baik saja


"Oke,kita sekarang sahabatan. Sebenarnya ada sesuatu hal yang kita sembunyikan."

__ADS_1


"Apa?"


"Kalau kita sebenarnya cuman terlempar pada zaman dan tempat yang sama sekali kita gak tahu dan kita mengerti bahwa kita ada di mana."


__ADS_2