
"Ella,ayok berangkat!" Teriak Lia karena melihat Ella masih tiduran di kasur
"Lia aja deh yang berangkat aku males lagian aku gak kenal sama mamahnya juga,kamu kan deket banget sama mamahnya angkasa kayaknya."
"Iya sih tapi.."
"Angkasa? Gak apa-apa aku gak suka dia tenang aja kok sana kamu aja yang pergi aku gak mau ganggu kamu."
"Kamu tahu dari mana aku suka sama.."
"Angkasa? Aku lihat kamu nulis di buku diary kamu. Gak sengaja, soalnya buku kamu jatuh pas aku ambil gak sengaja ke buka beneran deh aku gak bohong."
"Kamu mah,aku kan gak suka kalau ada yang ikut campur urusan aku lagian kalau aku mau aku bakal kasih tahu kamu."
"Iya maaf aku bener-bener gak sengaja,lain kali gak bakal gitu deh. Maaf yah aku minta maaf. Gak enak tahu kalau kamu marah sama aku."
Lia tetap diam tak menggubris perkataan Ella
"Yaudah kalau kamu mau marah silahkan asal sesuai perjanjian kita jangan lebih dari 3 hari oke! Silahkan kamu pergi aja aku gak apa-apa kok!"
"Yaudah aku maafin kamu."
Ella langsung memeluk Lia dan tersenyum bahagia
"Nah gitu dong! Jangan marah-marah lagi yah."
"Iya,gak bakal kok!"
__ADS_1
"Gimana ada bisa saya bantu putri kerajaan?"
"Hahaha bisa tolong pilihkan baju dan merias saya?"
"Tentu saja bisa,yuk!" Ucap Ella lalu menarik tangan Lia agar masuk ke kamar
20 menit kemudian...
"Gimana cantik kan?"
"Ini beneran aku Ella?"
"Lah iya dong! Kamu itu cantik walau nyebelin sih!"
"Muka kamu itu mendukung buat aku ledek." Ucap Lia lalu tertawa seperti penyihir
"Hm..kalau bukan sahabat pasti.."
"Lia! Aku kan udah bilang jangan cium-cium pipi aku!"
"Hahahaha maaf putri eh penyihir deh!" Teriak Lia sembari berlari dengan cepat
"Lia! Kebiasaan!"
"Aku pergi dulu.. assalamualaikum!" Ucap Lia lalu pergi ke luar rumah
"Gimana yah respon keluarga angkasa? Dia bakal suka gak yah kalau aku dandan kayak gini? Aku udah cantik kan? Gimana kalau aku gak sopan? Kebiasaan pikiran negatif udahlah terima nasib aja kalau gak suka yah.. jomblo." Ucap Lia lalu pergi ke rumah angkasa
__ADS_1
Tak lama hanya 10 menit kemudian Lia sudah sampai di rumah angkasa
"Gimana ini aku deg-degan banget ketuk? Jangan?ketuk?jangan?ketuk? Oke,ketuk." Ucap Lia saat ia akan mengetuk pintunya sudah terbuka oleh mamahnya angkasa
"Eh..Lia udah sampai? Ya Allah cantik banget sih anak mamah."
"Hah?"
"Iya anak mamah. Kamu udah jadi anak mamah. Ayok masuk yuk!" Ucap mamahnya angkasa (Sarah) lalu menarik tangan Lia agar masuk ke dalam rumah
"Wah..ada Lia, ternyata bener yah kata kamu Lia itu cantik banget." Ucap papahnya Lia
"Hai,om."
"Hahaha jangan canggung Lia panggil papah aja gimana."
"Ehm..takut gak sopan,om."
"Justru kalau kamu panggil om itu gak sopan." Ucap papahnya angkasa
"Hah? Gitu yah om?" tanya Lia begitu polos membuat papah dan mamah angkasa tertawa puas melihat tingkah polos Lia ya g Menurut mereka begitu menggemaskan
"Iya sayang jadi panggil kita mamah dan papah oke!" Ucap Lia
"Tapi.."
"Kita memaksa Lia."
__ADS_1
"Ehm..oke..mamah..papah."
"Nah gitu dong!"