Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 48


__ADS_3

Besok harinya


Aku membuka mataku dan begitu terkejutnya ketika ada Arsenio sedang duduk di ranjang.Aku menepuk-nepuk pipi ku sendiri.


"Kamu gak mimpi,Ella."


Dengan cepat aku langsung beranjak dari kasur dan berdiri di depan nio


"Kamu eh maksudnya lo kenapa bisa ada di kamar gue?" Tanya ku pura-pura judes


"Ehm..ya enggak apa-apa aku cuman mau ke sini,lagian bunda aku baru aja tadi datang ke sini juga. Ada yang mau dibahas penting katanya."


"Tapi kan gak harus ke kamar gue juga cuman ketuk pintu kamar gue kan masih bisa."


"Ya bisa..kalau misalkan kamu cepet bangunnya. Tadi aja kamu ngorok tahu terus tadi aku udah ketuk pintu kamar kamu tapi kamu gak bangun-bangun jadi mamah bilang kalau aku masuk ke kamar kamu aja."


Pipi Ella memanas ia memang memiliki kebiasaan tidur yang buruk yaitu suka mengorok tapi akhir-akhir ini Ella rasa sudah sangat jarang mengorok.

__ADS_1


"Aku gak pernah ngorok yah kamu jangan bohong dosa tahu! Aku butuh buktinya kalau aku ngorok." Ucap Ella menantang nio yang malah tak mempan dengan tantangannya


"Beneran? mau aku kasih buktinya?"


"Ya beneran lah! aku kan gak pernah menarik ucapan aku sendiri jadi mana buktinya?"


Arsenio mengangguk-angguk kepalanya lalu membuka hp nya dan menekan tombol memperkeras speaker hp.Arsenio memutar sebuah audio dan terdengar Ella yang sedang mengorok.


"Itu tadi gak sengaja..lagian gue gak pernah ngorok yah! Yah paling ngorok cuman pas kecil,kalau sekarang gak pernah ngorok."


"Jangan bohong sama nio,kamu itu sering banget ngorok. Tadi pagi itu ngoroknya agak pelan coba pas tadi malam,ngoroknya keras banget sampai tidur mamah keganggu."


"Mamah kok gitu sih ngejelekin anaknya sendiri di depan tamu. Harusnya mamah itu puji anaknya,jangan malah jelekin gini."


"Eh..mamah jujur yah bukan menjelekkan."


"Loh..yang mamah bilang itu menjelekkan bukannya jujur."

__ADS_1


"Eh.. enggak yah itu tuh jujur bukan menjelekkan. Menjelekkan dan jujur itu beda. Kalau menjelekkan itu bicara tentang hal yang gak bener atau gak sesuai fakta kalau bicara jujur itu bicara yang jelas faktanya. Kamu ngorok itu kan emang gitu faktanya. Mamah gak bohong yah kamu itu emang suka ngorok. Yah gak apa-apa kalau kamu suka ngorok emangnya salah? mamah rasa arsenio juga gak apa-apa kok kalau mamah jujur tentang kamu suka ngorok.


Lagian mamah bicara fakta kayak gitu juga pilih-pilih siapa yang mamah ajak ngobrol. Kamu inget kejadian dulu kamu percaya ada 1 cowok baik kata mamah dia gak baik dan bener kejadian kan. Pas Lia juga kata kamu kayak gak baik kata mamah dia anak yang baik bener juga kan. Firasat mamah tuh jarang banget salah lagian mamah juga mikir-mikir sama keadaan kamu juga kali. Ah! udahlah! ngapain mamah jadi cerita panjang lebar sekarang kamu mandi aja." Ucap mamahnya panjang lebar namun entah karena Ella yang baru bangun atau Ella yang perasa ia berfikir mamahnya marah padanya


"Mamah gak marah sama kamu." Ucap mamahku lalu tersenyum manis kembali dan memelukku


Cukup lama kita berpelukkan akhirnya mamah lebih dahulu melepaskan pelukannya


"Sana mandi." perintah mamah ku kini dengan lembut


Aku mengangguk dan menuruti perintahnya,aku masuk ke dalam kamar mandi.


"Sana kamu keluar samperin bunda kamu. Gak baik kalau kamu terus dikamar Ella tadi mamah suruh ke kamar cuman mau kamu bangunin Ella aja." Ucap mamah yang masih terdengar oleh Ella


"Iya,eomma." Ucap Arsenio lalu pergi keluar tak lama ku dengar ada suara yang menutup pintu.


Aku pun menghembuskan nafas ku dan menyiapkan air panas untuk mandi

__ADS_1


__ADS_2