Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 18


__ADS_3

1 Minggu kemudian


Ella berada di rumah Ava ia melihat ada seorang perempuan.


"adiknya ava?"


Saat itu Ella melihat adiknya ava sedang menelpon seseorang


"Yaudah deh kak aku bakal ke sana. Iya,aku ke sana jangan khawatir. Iya aku ke sana aku berangkat yah kak Assalamualaikum." Ucap Adiknya ava (eve) lalu naik motor tersebut.


Ella tiba-tiba saja ada di sisi jalan entah di mana.


Ia melihat kejadian itu. Kejadian di mana ada nyawa yang melayang.


Ella melihat eve sudah berbaring dengan kepala nya yang berdarah karena tidak memakai helm. Sedangkan Ava masih bertahan ia melihat adiknya itu lalu menggapai tangannya tapi Ella malah pingsan.


Orang yang menabrak ava keluar dan memanggil ambulance.


Tapi ada seorang pria berada di dekat kejadian dan seperti melihat ava tapi wajahnya tak terlalu terlihat karena memakai jaket.


Ella terbangun.


Ia Terengah-engah merasakan sesak di dadanya.


"Kamu kenapa Ella?" tanya Lia lalu mengelap wajah Ella yang dibalut keringat.


"Huh..Lia." Ucap Ella lalu menangis.


Lia langsung memeluk Ella

__ADS_1


"Kamu kenapa Ella? kamu mimpi apa?" Tanya Lia dengan panik


"Aku mimpi.."


"Iya..terus?" Tanya Lia kini dengan lembut


"Aku lihat kejadian itu"


"Kejadian apa?"


"Kejadian kecelakaan ava."


"Hah? kamu mimpi itu? apa yang kamu mimpikan?"


"Aku lihat awalnya emang seperti biasa eve menjemput ava. Tapi setelah itu aku langsung beralih tempat dan melihat kejadian itu. Aku sedih Lia lihatnya. Eve jatuh dengan darah yang bercucuran eve langsung tak sadarkan diri sedangkan Ava masih bertahan ia berusaha menolong eve tapi ava juga tak sanggup dan hanya bisa memegang tangan eve,ava pun akhirnya pingsan.


Sebenarnya gak ada terlalu aneh karena yang menjadi pelaku pun langsung keluar dan memanggil ambulance. Tapi ada laki-laki.."


"Iya laki-laki dia terlihat misterius di saat semuanya terlihat panik hanya laki-laki itu yang melihat kejadian ava dan eve seperti begitu tenang walaupun aku gak melihatnya karena dia memakai jaket begitu dia benar-benar tak memperlihatkan wajahnya. Dia tinggi dan postur tubuhnya benar-benar tegap sepertinya dia rajin berolahraga."


"Yaudah nangisnya berhenti dulu yah.."


"Ehm..tumben kamu bilang kayak gitu Lia."


"Soalnya di bawah ada.."


"Ada siapa?"


"Hayo siapa?"

__ADS_1


"Ih..kamu mah!" Ucap Ella lalu memukul tangan Lia dengan keras


"Au! sakit Ella."


"Ya..lagian kamu juga nyebelin."


"Yaudah kalau kamu misalkan mau tahu siapa yang datang..


"Lanjutin lah perkataannya jangan di gantung gitu kamu jelas tahu kalau aku orangnya penasaran kan." Ucap Ella dengan mukanya yang sudah terlihat benar-benar sebal kepada Lia


sedangkan yang menjadi pelaku hanya tersenyum geli.


"Iya-iya jadi aku mau lanjutin perkataan aku. Kalau kamu mau tahu siapa yang datang harus siap-siap yang cantik dulu. Mandi,pilih baju yang cantik,dan jangan lupa makeup. Kali ini makeup benar-benar bisa membuat kamu gak malu."


"Emangnya siapa yang datang sih? Tumben banget nyuruh aku siap-siap yang cantik."


"Nanti juga tahu. Udahlah sana langsung mandi aja nanti juga bakalan tahu kok! Rasa kepo mu itu harus ditahan dulu."


"Tapi Lia aku malas mandi."


"Kali ini jangan malas mandi."


"Tapi..."


"Udahlah cepetan mandi nanti juga kamu tahu. Inget walau aku jahil tapi gak bakal menjerumuskan kamu loh.."


"Iya sih.."


"Udah sana siap-siap. Jangan malu-maluin!" Ucap Lia lalu pergi ke luar dan mengunci pintu.

__ADS_1


"Huh! tahu aja aku bakal langsung keluar." Ucap Ella yang akhirnya menyerah dan memiliki menuruti perintah Lia


__ADS_2