
Hari ini adalah hari Minggu sudah seperti biasanya Lia akan berlari pada pagi hari.Lia tahu jika Ella itu pemalas walaupun dalam hal dance memang sangat jago tapi jangan mengharapkan yang lainnya.
Karena sepertinya dalam kegiatan yang melibatkan fisik hanya dance dan lompat tali yang benar-benar Ella kuasai.
Maka dari itu Lia sudah bersiap-siap. Lia menulis di sebuah memo dan menempelnya di kulkas. Lia sudah memasak nasi goreng maka dari itu Lia telah bersiap-siap untuk jogging.
Lia pergi ke luar rumah. Menghirup udara yang segar dan melakukan pemanasan setelah selesai melakukan pemanasan Lia memakai headset nya dan memutar musik.
Ia berlari dengan santai dan melihat-lihat sekitar namun ada sesuatu hal yang membuatnya berdebar.
Angkasa
Entah kenapa nama itu akhir-akhir ini membuatnya berdebar. Bukan karena Lia selalu bertemu dengan angkasa namun entah bagaimana mamahnya angkasa begitu menyukainya.
Saat Lia sedang belanja Lia melihat ada ibu-ibu yang sedang kesusahan dan Lia pun membantunya ibu-ibu tersebut ternyata ibunya angkasa.
Lia yang tadinya serius berlari mendadak buyar ketika jantungnya berdebar begitu melihat angkasa. Lia berhenti berlari dan tanpa sadar melihat angkasa yang tengah serius berolahraga.
Begitu serius memandang angkasa membuatnya benar-benar hanyut dan tanpa menyadari bahwa angkasa sudah menyadari keberadaannya
Saat melihat angkasa tersenyum membuat Lia kembali tersadar sungguh Lia begitu malu ketika ia ketahuan sedang melihat angkasa.
Lia terkejut apalagi ketika angkasa melambaikan tangannya dan berniat menghampirinya namun sebelum itu terjadi Lia langsung berlari menghindari angkasa.
Tubuhnya yang tak terlalu tinggi membuat larinya pun tak begitu kencang karena langkah yang begitu dekat-dekat.
"Lia!" Teriak angkasa
"Aduh gimana ini.."
Karena panik Lia menambahkan kecepatan larinya
"Lia!"
"Aduh gimana ini. Mana aku udah capek lagi."
Karena sudah tak kuat berlari kakinya pun menjadi lemah dan hampir terjatuh namun mampu Lia tahan
__ADS_1
Dan..
Hap!
Angkasa memegang tangannya
Sudah habis riwayat ku Lia.. batin Lia
"Lia.." panggil angkasa dengan begitu lembut
"Hah? Apa?" Akhirnya Lia menoleh dan melihat bola mata angkasa
Menenangkan batinnya
"Kamu kenapa gak berhenti waktu aku manggil kamu."
"Kamu manggil aku?" Tanya Lia pura-pura tak tahu
"Iya aku manggil kamu dari tadi loh! Tapi kamu gak berhenti-henti. Kamu lari kayak dikejar setan aja."
"Berarti kamu setannya." Gumam Lia namun terdengar samar-samar
"Hah? Apa?"
"Masa sih? Tadi aku kayak denger kamu bilang apa gitu."
"Enggak kok! Aku gak bicara apa-apa beneran deh! Serius!"
Aduh mah..maafin aku udah pinter-pinter bohong kayak gini batin Lia
"Ah..yaudah deh mungkin aku salah denger."
"Tadi mamah aku bilang kalau kamu diundang buat datang ke rumah."
"Oh..gitu. Emangnya hari ini yah?"
"Iya hari ini kenapa enggak bisa? Padahal mamah aku udah happy banget loh!"
__ADS_1
"Eh enggak-enggak cuman nanya aja kok!"
"Oh.."
Terjadi keheningan beberapa saat
"Ehm..jam berapa?"
"Ehm..kata mamah habis Maghrib."
"Oh..."
"Jadi kamu bisa atau enggak?"
"Ehm.. kayaknya bisa aku usahain supaya dateng."
"Jangan lupa bawa sahabat kamu yah!"
"Ella?"
"Iya, Ella. Dia asik banget soalnya lucu. Yah..nanti ajakin dia supaya dateng biar seru."
"Ha...oh..oke! Oke! Aku bakal bilang kok sama Ella mana mungkin aku gak bilang sama Ella dia kan sahabat aku." Ucap Lia lalu tertawa hambar.
"Kamu jogging kan?"
"Ha..oh iya."
"Mau ikut sama aku?"
"Boleh?"
"Boleh kok!"
"Gak ngerepotin kan?"
"Enggak,gimana sih masa perempuan cantik kayak kamu bikin ngerepotin sih!" Ucap angkasa lalu mencubit pipi Lia dengan gemas
__ADS_1
Mungkin bagi angkasa itu hal biasa tapi bagi Lia itu sangat berdampak buruk pada jantungnya. Sungguh jantungnya berdetak kencang.
Ia melupakan fakta bahwa angkasa cukup playboy dan malah terjebak pada angkasa sang Playboy yang sepertinya menyukai sahabatnya juga,Ella.