Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 5


__ADS_3

"foto?"


"Kertas?"


Aku dan Lia mengambil foto dan kertas dari dalam box tersebut


"Foto apa itu Lia?"


"Ini."


Lia pun memberikan fotonya padaku.


"Kok ini foto aku,kamu,pria yang aku temui tadi,dan..siapa ini?" Tanyaku karena ada seorang pria yang belum pernah aku temui


"Aku juga gak tahu baru lihat. Dan kertas itu isinya apa Ella?"


Aku pun membuka kertas itu


"Tak terduga."


"Hah, isinya itu?" Tanya Ella padaku


"Iya,nih baca." Ucapku lalu menunjukkannya pada Lia


"Iya isinya tak terduga."


"Apa hubungannya sama ini?"


"Ehm..gak tahu.Mungkin kita akan berteman dekat dengan ini."


"Teman pasti tapi itu biasa aja kalau gak biasa itu lebih dari itu.." ucapku


"Jodoh?" Tanya lia


"Jodoh?"


"Bukannya itu sesuatu hal yang gak terduga banget yah?" Tanya Lia


"Iya sih..tapi..kayak aneh banget."


"Tuh tuh kamu aja bilang aneh berarti itu gak terduga."

__ADS_1


"Iya sih..terus jodoh kamu emangnya yang mana?"


"Nah..kalau itu gak tahu. Hehehehe.."


"Gimana kalau kita keluar aja yuk! Jalan-jalan gitu.."


"Heh! Kamu gak mikir kita di sini aja nyasar masih mikir jalan-jalan." Ucapku sembari mencubit pipi Lia dengan gemas


"Aduh! Aduh sakit!" Ucapnya lalu melepaskan cubitan ku dengan paksa


"Iya emang kita nyasar tapi kita butuh penyegaran otak biar kita bisa tenang kembali mikir pun jadi lancar. Terus kalau kita diluar mungkin aja kan ada informasi atau kita ketemu orang baru yang bisa bantu kita kan."


"Tapi.."


"Lo juga belum punya baju kan?"


"Yaudah oke-oke tapi kita belanja dulu baru main."


"Makasih Allea." Ucapnya kalau mencubit pipi ku gemas


"Ehm..gemes deh!" Ucapnya sembari menusuk-nusuk pipiku.


Yang ku lakukan sekarang?


Sudah terlalu sering Lia melakukan ini entah kapan dia akan merasa bosan.


"Yaudah kita siap-siap dulu. Untuk baju gue pinjemin dulu oke!"


20 menit kemudian...


"Lia!!"


"Bentar!! Belum selesai ini bentar lagi deh!"


"Gue udah nunggu Lo 5 menit cepetan deh! Kebiasaan lo mah kalau dandan suka lama banget."


"Bentar lagi Allea sabar-sabar inget orang sabar disayang Allah."


"Iya tapi menyusahkan orang lain itu dosa loh Lia! Cepetan sebelum gue gak mood nih!"


"Iya Allea ini bentar lagi kok! Beneran! Bentar-bentar!! Bentar! Oke,udah beres." Akhirnya Lia benar-benar keluar dari kamarnya

__ADS_1


"Yuk jalan."


"Gue udah rapi kan."


"Udah-udah jangan dibenerin lagi udah rapi kok!"


"Oke. Yuk! Let's go kita berangkat!" Ucap Lia langsung keluar rumah.


"Lia! Ini rumah belum dikunci!!"


Lia berbalik arah berjalan ke rumahnya kembali


"Lupa." Ucapnya lalu cengengesan tak jelas


"Yaudah cepetan ini kunci."


"Iya-iya sabar." Ucapnya lalu langsung mengunci pintu dengan cepat


"Uang udah bawa kan?"


"Iya."


"Hp?"


"Iya."


"Lo punya hp?" Tanya Lia


"Eh.. bentar-bentar." Aku pun segera mengecek saku celana ku aku tidak ganti celana hanya baju yang aku ganti


"Loh..kok ada hp? Ini hp siapa?" Tanyaku


"Coba buka aja."


Aku pun menuruti perintah Lia saat ku buka handphone tersebut terpampang jelas fotoku di sana aku terkejut lalu langsung membuka kontak. Hanya ada nomor Lia dan..


"Aksara?!"


"Loh kok ada nomor aksara?" Tanya Lia


"Gak tahu."

__ADS_1


"Yaudah deh anggap aja ini kemudahan buat Lo. Gak perlu bengong. Yuk kita jalan." Ucap Lia


__ADS_2