
Kali ini aku benar-benar ditinggalkan bukankah terasa menyebalkan?
Ya.. sekarang aku dan pria aneh ini sedang di dalam mobil dan aku tak tahu dia mau kemana.
"Gue itu gak apa-apa..kok lu mau-maunya sih nganterin gue?"
"Lo kayak anak terlantar."
"Hah?"
Aku memberikan respon yang luar biasa, sungguh saat ini rasanya aku ingin meninju wajahnya
Dia pun tertawa,tertawa bebas. Sedangkan aku? Masih sebal padanya.
"Apanya yang lucu?" Tanyaku lalu melihat kepada pria itu
"Kamu." Ucapnya sembari mencolek hidungku
"Dasar gombal!"
"Kita udah jalan bareng tapi kita belum kenalan."
"Bukan jalan bareng yah kalimat itu harus diralat."
"Enggak jalan bareng udah bener. Jadi
nama lo siapa?"
"raquella eisha laura,kalau lo?"
"Arsenio Jonathan Sam."
"Oh..."
"Ngebosenin."
"Hah? Ngajak ribut mulu perasaan dari tadi."
"Gue bosen."
"Yah..terus?"
"Cari inisiatif buat puter musik."
"Lo cowok tumben gak langsung nyuruh."
"Nanti gue nyuruh lo. Lo nya langsung marah lagi."
"Emang lo kalau mau nyuruh gue bakal kayak gimana?"
__ADS_1
"Babu! Cepetan puter musik."
Sontak Ella langsung memberikan tatapan mautnya pada nio.
"Tuh kan,tuh kan!"
"Biasa aja kayak mau dibawa ke atas langit aja."
"Kalau sama lo,mana mungkin gue tenang."
"Apa lo bilang?"
"iya-iya maaf."
"iya gue maafin. untung gue baik kalau enggak.."
"Kalau dilihat-lihat..."
"lihat-lihat apa?" tanya Ella dengan garangnya
"kalau dilihat-lihat lo gak nyebelin juga."
Entah kenapa Ella sekarang malah salting sendiri
"Hm..makasih."
"Salting yah? Cie ada yang salting nih."
"hm..masa?"
"iya gue gak salting kok!"
"Lo demam yah?"
"Hah? kenapa gitu?"
"Pipi lo merah-merah kayak kepiting."
"ah..enggak kok biasa aja kok! nih lihat." ucap Ella lalu langsung mendekat kepada Arsenio
Jarak antara Ella dan arsenio yang terlalu dekat membuat arsenio malah kelabakan,ia merasakan debaran jantung yang begitu cepat. Perasaan yang begitu asing membuat arsenio tak tahu harus bagaimana.
"Gimana?" tanya Ella lalu mengambil tangan arsenio agar memegang pipinya
Karena arsenio sudah terlalu panik ia malah mendorong kening Ella dengan keras yang membuatnya terbentur dan kesakitan
"Owh! sakit,nio!" Teriak Ella
"Iya..maaf.Kita udah sampai nih." Ucap nio lalu memberhentikan mobilnya
__ADS_1
Aku dan nio turun dari mobil
"Ini kita ke sini mau ngapain?"
"Dipijat kan kaki lo memar daripada makin ungu."
"Oh..gitu."
"Yaudah ikutin gue aja."
Tok!
Tok!
"Assalamualaikum nek."
Tok!
Tok!
Assalamualaikum nek!
Akhirnya ada yang membuka pintu dan mengucapkan..
"Waalaikumsalam,eh ada nak arsen.*
"Iya nek kita udah lama gak ketemu."
"Iya udah lama banget. Sampai nenek tadi agak pangling pas lihat kamu sekarang udah gede aja."
"Ini siapa?" Tanya nenek-nenek itu melihat padaku
Aku pun membungkuk hormat dan salim pada nenek-nenek itu.
"Halo nek,aku Raquella orang-orang biasa menyebut aku Ella."
"Tapi kalau nenek panggilnya bukan Ella boleh?"
"Hah? Oh boleh nenek masa gak boleh."
"Yaudah nenek panggil kamu eisha."
"Oh..oke nenek. Kalau itu bisa bikin nenek happy yah gak apa-apa." Ucap Ella yang kini dihadiahi oleh pelukan dari sang nenek tersebut
"Jadi kalian ke sini mau ngapain?"
"Ehm ...jadi kita ke sini mau."
"Mau?" Ucap Ella
__ADS_1
"Sama mau minta tolong kaki teman saya ini dipijit karena kakinya memar gitu." Ucap arsenio