
Lia telah sampai ke rumahnya. Ia membuka pintu agak keras. Kehadirannya disambut Ella dengan baik ia tersenyum manis seolah menanti cerita yang baik namun tidak pada kenyataannya.
"Gimana Lia,pasti udah pdkt nih...lah kok kayak sedih sih? Kamu kenapa Lia?" Tanya Ella khawatir lalu menggenggam tangan Lia dengan cepat untuk menahan kepergian Lia ke kamar.
Lia menatap Ella dengan tatapan sedih ia tak berhak marah kepada Ella karena di sini Ella tidak ada kaitannya dengan angkasa.
Namun kenapa ini terasa menyakitkan batin Lia
"Lia jawab kamu kenapa Lia."
Akhirnya air matanya mengalir deras membuat Ella yang tak tahu apa-apa tambah panik ia langsung memeluk Lia
"Hiks! Hiks! Ella.."
"Iya ada apa?" Tanya Ella sembari mengelus-elus kepala Ella
"Angkasa jahat."
"Dia bilang apa?"
"Dia bilang kalau aku gak usah pulang karena katanya aku juga suka pulang malam tanpa tahu waktu terus pas dia diam kan ditegur sama papahnya supaya gak lihatin aku terus angkasa bilang kalau dia gak lihatin aku dia nyari kamu Ella."
"Maafin aku Lia karena aku kamu sedih."
"Enggak Ella kamu gak salah. Hiks..aku nangis karena angkasa bukan karena kamu Ella."
"Yaudah kita ke kamar dulu yuk!" Ajak Ella sembari menggiring Lia ke kamarnya.
Ella dan Lia berbaring di kasur tapi Lia masih menangis yang akhirnya membuat Ella masih memeluk Lia
20 menit kemudian...
Lia tertidur karena kelelahan
Tak lama ada suara ketukan pintu yang membuat Ella turun ke bawah dengan pelan-pelan agar tak menganggu Lia yang sedang tertidur
Ella membuka pintu dan ia mengetahui siapa yang membuka pintu
Angkasa.
__ADS_1
"Kamu kenapa ke sini?"
"Lia nya ada?"
"Tidur."
"Ella aku minta maaf."
"Kamu gak perlu minta maaf dan jangan pernah kamu berharap aku bisa suka sama kamu karena aku lebih mementingkan kebahagiaan Lia daripada cinta kamu itu.
Asal kamu tahu Lia itu dulu selalu dikucilkan jadi jangan sampai kamu membuat Lia bersedih lagi." Ucap Lia lalu menutup pintu dengan keras ia kembali ke kamar.
"Engh...siapa?" Tanya Lia
"Oh..itu tadi ada kucing yang masuk gitu."
"Oh..gitu."
"Kamu gak shalat Lia."
"Enggak lagi gak shalat."
"Oh yaudah,sana tidur lagi."
Ella membuka sebuah kotak yang ia temukan saat Lia sudah pergi ke rumah angkasa
"Apa yah isinya." Gumam Ella
Setelah membukanya ternyata ada sebuah kertas dengan tulisanPelakunya orang terdekat kakaknya
"Pelakunya orang terdekat kakaknya?" Tanya Ella pada dirinya sendiri
"Apa maksudnya?"
Saat ia terbengong melihat tulisan itu suara dering telepon ke dalam hpnya membuat Ella terkejut
"Ngagetin aja."
Ella mengambil handphonenya dari saku celananya
__ADS_1
"Ava? Ada apa yah ava telpon."
Ella mengangkat telepon tersebut
"Ada apa ava?"
"Aku nemu kertas."
"Kertas apa?"
"Kertas dengan tulisan Pelaku adik mu itu pria."
"Aku juga nemu kertas gitu kalau di aku tulisannya pelakunya orang terdekat kakaknya."
"Berarti pelakunya orang terdekat aku..dan itu pria."
"Iya..gitu."
"Siapa?"
"Itu orang deket sama kamu siapa?"
"Aku gak ada yang bener-bener deket."
"Siapa yah.."
"Oh iya tadi aku lihat Lia lagi lari gitu pas aku manggil dia..eh Lia malah gak nyahut-nyahut."
"Hmm.."
"Tumben emangnya kenapa?"
"Nanti aja deh kalau mau besok ke sini kita hibur Lia,kamu sekalian bawa es krim atau coklat biasanya kalau Lia sedih suka makan makanan manis."
"Oh..oke besok aku bawa. Kita hibur bestie kita."
"Oke,yaudah aku tidur dulu yah udah ngantuk."
"Iya, assalamualaikum."
__ADS_1
"Waalaikumsalam."
Akhirnya telepon berakhir dan Lia shalat terlebih dahulu dan pergi tidur