
"huh.. akhirnya sampai juga."
"Gue udah masak makanan kesukaan kita." Ucap Lia
"Mana-mana?"
"Ayok sini!"
Aku pun mengikutinya dari belakang.
"Nih.. makanannya,makan aja langsung gak perlu basa-basi."
"Ashiap! Yaudah gue makan yah." Ucapku sembari mengambil makanan yang akan aku makan
"Gila kemampuan masa lo makin hebat."
"Ya dong gue."
"Ehm..kepedean ini mah."
"Hahahaha sa ae lo."
"Gue masih gak ngerti kenapa kita bisa ada di sini?" Tanya ku
"Gak tahu gue juga..emang sih di sini orang-orangnya pada ramah yah tapi takut juga orang kita gak tahu ini di mana."
"Nah itu yang gue pikirkan. Tapi Lia.."
"Apa?"
"Gue baru inget kemarin gue cerita ke mamah gue dan mamah gue bilang bahwa temannya itu ada yang sama menemukan jam kayak gue dan akhirnya dia kayak pingsan 2 hari gitu."
"Ih..ngeri. Semoga aja kita gak lama disini. Walaupun memang orang-orangnya pada ramah tapi kita kan di sini nyasar."
"Iya..semoga."
"Terus di sini kita cuman tinggal berdua aja gitu?"
"Iya."
"Terus lo bisa beli makanan kayak gini uang dari mana?"
__ADS_1
"Gue bener-bener gak tahu tapi tiba-tiba aja ada yang di kamar gue terus ada suara.."
"Suara nenek-nenek." Ucapku memotong perkataan Lia
"Nah iya suara nenek-nenek ngeri tahu suaranya."
"Berarti kalau gitu dia ada di sekitar kita?" Tanyaku dengan panik
"Mungkin gitu." Jawab Lia
Tok! Tok!
"Siapa yang ngetuk pintu ella?"
"Mana gue tahu gue aja baru datang ke sini."
"Gue takut."
"Sama gue juga takut." Ucapku lalu memeluk Lia dari samping
"Kita harus gimana?"
"Ehm..."
Kali ini suara ketukannya semakin keras dan karena itu aku dan Lia semakin ketakutan kita saling berpelukan erat karena kita memang sama-sama penakut sebenarnya.
"Ehm..yaudah kita buka aja pintunya." Ucapku memberi keputusan.
"Gue takut."
"Gue juga takut tapi daripada terus ngetuk-ngetuk pintu kan."
"Yaudah bentar gue bawa sapu sama semprotan ruangan aja."
"Oke, cepetan."
Lia langsung berlari dengan cepat
"Lia..gue juga takut gimana ini.. cepetan.." ucapku dengan nada bergetar karena saking takutnya
Lia akhirnya datang dengan sapu dan semprotan ruangan
__ADS_1
"Ini." Ucapnya sembari memberikan semprotan ruangan padaku
"Oke,yuk!" Ucapku kalau memegang tangannya kami pun berjalan bersama
Tok! Tok! Tok! Tok!
Aku dan Lia saling berpandangan dan menganggukkan kepala secara bersamaan
Aku membuka pintu itu dengan hati-hati dan sangat pelan
Kriek..
Suara pintu yang terbuka malah menambah suasana horor
Akhirnya aku langsung membuka pintu dengan cepat dan langsung menyemprotkan botol pewangi ruangan itu sementara Lia memukul-mukul dengan sapu kita melakukannya dengan menutup mata.
Tapi ada yang aneh kenapa orang itu tak berteriak?
"Kita buka mata kita aja." Ucapku dengan pelan
"Oke." Jawab Lia dengan sama pelannya
Saat aku dan Lia membuka mata aku begitu terkejut karena tidak ada orang disekitar ku begitu sepi.
"Kok gak ada orang yah?" Tanya Lia
Aku pun melihat ke bawah dan menemukan sebuah kotak.
"Ini apa Lia?"
"Gak tahu..aku takut Ella."
"Kita bawah ke rumah kamu aja yah.. kalau misalkan ada yang aneh kita buang."
"Ehm..terserah kamu deh."
Akhirnya aku membawanya kerumah Lia kita berjalan beriringan dan kembali ke dapur
"Ehm..kita buka sekarang?"
"Oke."
__ADS_1
"Bismillahirrahmanirrahim." Ucapku dan Lia bersamaan