
"Kita mau ke mana angkasa?" Tanya Lia ketika ia dibangunkan pagi-pagi oleh Ella karena sudah ada angkasa yang mengajaknya keluar
"Ya.. jalan-jalan."
"Padahal ini masih pagi loh,untung aku udah makan."
"Ya.. Alhamdulillah kalau udah makan."
"Kamu ngajakin aku jalan kayaknya agak mustahil yah..jadi ada apa kamu ajak aku ke luar?"
"Ehm..kalau aku jujur emangnya gak bakal marah?"
"Kok balik nanya sih?"
"Ya..terserah kamu aja sih kalau mau tahu yah..aku kasih tahu kalau enggak gak apa-apa."
"Oke..kasih tahu gue."
"Kok gue lo?"
"Emang gak boleh? masih sopan kok!"
"Tapi aku kamu lebih bagus."
"Menurut gue.. panggil Lo gue lebih bagus deh"
"Oke. Jadi aku ajak kamu jalan-jalan karena kangen aja."
"Kemarin baru ketemu masa udah kangen aja."
"Iya sih.."
"Kita duduk di sana aja yuk!"
__ADS_1
Lia langsung memegang tangan angkasa tanpa menyadari bahwa angkasa tersenyum saat merasakan hangatnya tangan Lia.
"Nah..kalau gini kan enak." Ucap Lia saat sudah duduk di kursi.
"Eh.. kamu angkasa kan?" Tanya seorang wanita yang tiba-tiba mendatangi Lia dan angkasa
"Iya,lo siapa?" Tanya angkasa lalu berdiri
"Loh,kamu lupa aku siapa?"
"Maaf gue emang gak kenal sama lo."
"Masa? aku kan gak suka matcha!"
"Loh! kamu...Ariel?"
"Betul sekali."
"Wah.. kebetulan banget ketemu di sini. Bukannya lo kemarin di Yogyakarta yah?"
"Oh..ini.."
"Hai..kenalin gue pacarnya angkasa." Ucap Lia lalu ikut berdiri dan mengulurkan tangannya untuk salam perkenalan
"Oh..lo udah punya pacar sekarang, padahal dulu lo harus deket-deket sama gue terus loh..gak nyangka yah sekarang udah punya pacar aja. Hai kenalin gue Ariel mantan pacarnya angkasa." Jelas Ariel lalu menerima uluran tangan Lia.
Saat mereka berdua berjabat tangan mereka saling menatap satu sama lain menyadari ada sesuatu yang akan terjadi angkasa langsung melepaskan jabatan tangan antara Lia dan Ariel.
"Ehm..Ariel gue sama Lia ada urusan sekarang jadi gue pamit dulu yah." Ucap angkasa lalu langsung pergi meninggalkan Ariel sembari menggenggam tangan Lia.
Saat mereka sudah berjalan jauh dari Ariel,Lia langsung menghentakkan tangannya guna melepas genggaman tangannya dari angkasa.
"Ariel cantik yah apalagi dia mantan pacar kamu pasti lebih mengenal kamu dong! Coba aku udah bar-bar,ngambek terus,gak anggun pula mending kamu sama Ariel deh pasti cocok banget." Ucap Lia langsung berjalan kembali meninggalkan angkasa
__ADS_1
Sadar bahwa Lia sedang cemburu buta angkasa langsung mengejar Lia dan kembali menggenggam tangan Lia membuat langkah Lia terhenti
"Tapi diantara kamu dan Ariel jelas kamu lebih unggul. Mungkin Ariel lebih anggun dan kamu berpikir dia lebih baik dari kamu. Tapi ada satu hal yang paling penting yang Ariel gak bisa lakukan."
"Emangnya apa?"
"Dekat dengan keluarga aku..kita dulu pacaran 3 tahun tapi belum pernah mamah sama papah aku menerima Ariel. Sedangkan kamu,saat pertama kali bertemu dengan orang tua aku bisa merebut hati mereka. Waktu kamu marah sama aku bahkan mamah langsung diemin aku. Coba pas Ariel marah sama aku. Mamah langsung gak terima dan malah balik marah sama Ariel. Kamu itu lebih istimewa."
"Apaan sih." Ucap Lia lalu berniat kembali meninggalkan angkasa namun tangannya langsung ditarik membuat angkasa langsung memeluk Lia.
"Kamu cemburu yah? tenang sekalipun Ariel melakukan ini itu kamu tetep ada di hati aku."
"Siapa yang cemburu?"
"Masa? kalau gitu aku cari Ariel lagi deh!"
"Ih jangan dong!"
"Tuh kan! kalau cemburu bilang aja aku seneng kok!"
"Masa?"
"Iya..aku seneng."
"Emang kamu gak bakal marah?"
"Gak akan."
"Yaudah aku ngaku cemburu."
"Nah gitu dong! Kamu tadi ngaku jadi pacar aku itu kode bukan sih.."
Lia langsung melepaskan pelukan angkasa.
__ADS_1
"Bukan! Enak aja aku gak bakal langsung luluh kayak gitu." Ucap Lia lalu langsung berlari meninggalkan angkasa
"Tunggu aku dong Lia!" Teriak angkasa lalu berlari mengejar lia