
Ava membuka pintu ruang inap Aditya ia begitu kaget ketika melihat ada mamahnya Aditya yang sedang menangis.
"Ini ada apa yah Tante?"
Ibunda Aditya menatapnya tajam lalu mendekat kepadanya
"Tadi kamu tanya apa?"
"Ada apa dengan Aditya?"
"Aditya meninggal gara-gara kamu! Gara-gara kamu Ava! Saya dari dulu gak merestui kalian dan saya pura-pura baik sama kamu karena anak saya benar-benar mencintai kamu! Tapi apa balasannya? kamu malah membuat anak saya meninggal! Gara-gara adik kamu Aditya terus ketakutan padahal itu bukan salahnya Aditya.. mungkin aja adik kamu itu memang menjual dirinya sendiri." Ucap ibunya Aditya dengan murka
"Maaf..kalau misalkan anda gak suka sama saya jangan pernah bawa-bawa nama adik saya. Ini urusan saya dengan anda gak ada hubungannya sama adik saya. Dan harusnya anda sadar diri kalau anak anda yang membuat keadaannya rumit.Kalau misalkan adik saya benar-benar menjual diri lalu berhubungan dengan anak anda. Harusnya anak anda tetap bertanggung jawab atas anak nya. Tapi ini apa anak anda malah pura-pura gak tahu dan tetap diam saja. Anak anda yang seharusnya sadar diri bukan adik saya."
"Apa kamu bilang? Kamu gak sopan banget sama orang tua."
"Kalimat anda jauh tidak sopan kalau misalkan anda tidak suka dengan saya bisa kan berbicara dengan biasa saja? Saya juga akan mengerti dan pergi dari sini kok!"
"Yaudah sana kalian pergi bersama teman-teman kamu ini..saya gak butuh kalian, cepetan kalian pergi dari ruangan ini. Tempat ini terlalu suci untuk kalian yang kotor!"
__ADS_1
"Hm.. baiklah..yuk kita pulang dari tempat yang suci tapi tidak dengan orang-orangnya."
Lia,Ella, angkasa,dan Arsenio bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti langkah ava dari belakang.
Ava mendadak menghentikan langkahnya membuat yang lain pun langsung menghentikan langkahnya
"Kalian pergi aja aku mau sendiri."
"Tapi ...ava keadaan kamu sedang gak baik-baik aja kita temenin yah." Ucap Ella
"Iya bener kata Ella,kita temani kamu dulu yah kita gak akan tenang kalau tinggalin kamu sendirian kita temani yah..aku mohon sama kamu kita kan sahabat."
Eve yang sebenarnya ada di sebelahnya ava pun menepuk pundak ava dan berkata kakak sama kak Ella dan Lia aja
"Yaudah aku mau bareng kalian aja."
"Nah gitu dong!"
"Hm.. yaudah kita pulang,gue anterin kalian ke rumah dengan selamat." Ucap Arsenio
__ADS_1
"Gak akan buat kalian berdua repot emangnya?" Tanya lia
"Enggak bakal." Jawab angkasa lalu langsung menarik tangan ava dan lia dan berjalan lebih dahulu
"Kamu sama aku aja..sini tangannya aku pegang." Ucap Arsenio lalu menggenggam tangan Ella dan mengikuti angkasa
"Aku tadi takut ada apa-apa sama ava pas ibunya Aditya datang." Ucap Ella lalu menatap mata arsenio
"Kamu gak perlu terlalu khawatir sama ava."
"Loh emangnya kenapa gak perlu khawatir sama ava?"
"Dia itu wanita yang kuat,tegar,dan ceria jadi gak perlu terlalu khawatir. Aku yakin kalau misalkan ava butuh bantuan kamu sama Lia dia pasti bicara sama kalian."
"Iya sih..aku tahu kalau dia itu kuat,tegar,ceria tapi tetep aja lah yang namanya perempuan kalau udah sahabatan pasti khawatirkan keadaan sahabatnya."
"Hei! Ella sama Arsenio cepetan ke sini jangan pacaran terus!" Teriak Angkasa sembari menatap sebal pada kedua sejoli itu
"Iya!" Jawab Ella dengan berteriak juga
__ADS_1