
Ella,Lia,dan ava kini sedang berbaring di atas kasur. Tidak mereka belum tidur mereka hanya rebahan.
"Kenyang banget deh tadi makannya kebanyakan." Ucap Ella sembari mengusap perutnya
"Iya nih..enak sih jadi yah bablas." Lia ikut berkomentar
"Hm..iya sih ini kita makannya kebanyakan banget."
"Ehm..va." Panggil Ella
"Iya,ada apa?"
"Lo udah hubungi papah sama mamah lo?"
"Udah tadi..cuman tadi gue SMS aja gak nelpon."
"Oh..gitu."
"Iya kenapa emangnya?"
"Ya.. enggak sih cuman gue merasa kasian juga kalau lo cuekin gitu."
"Gue juga gak bakal sampai 100 persen cuekin orang tua gue kali."
"Ya..kan takutnya malah kejadian."
"Hm..iya,iya gue ngerti."
"Gue jadi inget pas kita pertama kali ketemu deh VA." Ucap Lia lalu menatap wajah ava yang ada di samping kanannya
Posisinya sekarang Lia berada di tengah di sebelah kanan Lia ada ava dan di sebelah kirim Lia ada Ella
__ADS_1
"Oh..iya iya gue inget waktu itu gue anterin lo bolu deh kalau gak salah."
"Hahahaha iya bener lo bawa bolu..terus gue ngiranya ada orang di samping lo. Pas gue cerita kalian langsung bengong." Ucap Ella lalu kembali tertawa
"Iya..parah sih emang si Ella,gue langsung ketakutan pas dia bilang ada orang di samping ava. Pikiran gue langsung macam-macam mana tubuh gue udah merinding banget."
"Gue juga sama kayak Lia..gue beneran bingung banget pas dia bilang ada orang di samping gue. Tapi semenjak itu gue malah suka komunikasi sama adik gue."
"Berarti gue pembawa rezeki." Ucap Ella dengan nada sombong
"Terserah lo Ella!" Teriak Lia karena begitu sebal dengan tingkah Ella yang sangat PD.
"Kalian di sini udah lama banget..udah nemenin gue. Untuk gue tinggal disini aja udah kayak hal yang lumrah gitu, walaupun kalian udah tahu cerita kehidupan gue tapi kalian masih mau sahabatan sama gue."
"Ya..itu kan emang kewajiban kita sebagai manusia harus tolong menolong."
"Nah betul yang diucapkan sama Ella,jadi kamu santai aja gak usah gak enak gitu. Kita kan sahabat ha harus tolong menolong lah."
"Tuh kan! baru aja tadi gue bilangin jangan gak enakan gitu kita kan sahabat. Sa..ha..bat."
"Iya deh gue gak akan gak enakan lagi sama kalian."
"Nah gitu dong!"
"Kalian udah nolongin gue untuk tahu apa yang terjadi dengan Lia dan Aditya. Gue sangat tahu untuk kalian ikut bantu gue, itu udah capek banget. Padahal dari gue pun kalau misalkan kalian gak mau nolongin gue yah boleh-boleh aja. Jawaban kalian pasti karena kita sahabat. Maka dari itu gue sangat-sangat bersyukur punya sahabat kayak kalian. Untuk gue bertemu dengan kalian hanya 1 kali pun terasa seperti anugerah atau hadiah dari Tuhan untuk gue.
Gue tahu tempat kalian bukan di sini. Kalian singgah di sini cuman untuk sementara. Ada orang tua, keluarga,dan sahabat yang menunggu kalian untuk hadir kembali." Ucap Ava dengan datar
"Tunggu tumben banget lo bahas hal kayak gitu emangnya ada apa sih?" Tanya Ella
"Gue sebenernya udah tahu soal nenek-nenek itu jauh sebelum kalian datang."
__ADS_1
"Ha? yang bener?" Tanya Lia dan Ella kompak
"Bener..tapi saat kalian datang ke sini emang gue udah jarang ketemu dia lagi. Pas kemarin-kemarin lah dia ada lagi. Dia bilang kalau kalian emang bener anak baik makannya nenek-nenek itu mau kalian balik lagi. Nenek itu bilang kalau kalian mau balik lagi kalian bisa pakai gelang ini. Maaf gue yang ulur-ulur waktu kalian untuk pulang. Harusnya pas Ella dan Arsenio balikan kalian udah pulang tapi gue masih gak ikhlas dan malah buat kalian masih di sini." Jawab ava dengan muka sedihnya
"Kita ngerti kok! Lo pasti masih mau kalau kita bareng-bareng dulu."
"Iya..tapi sekarang gue ikhlas. Jujur kalau sedih ya.. masih ada rasa sedih. Tapi kalau kalian balik pun gue seneng karena kalian emang harusnya balik."
"Emangnya lo gak bisa ikut yah?" Tanya Lia dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Bisa tapi gue emang gak mau."
"Kenapa?" Tanya Ella
"Gue sama orang tua gue baru baikan ya masa gue udah ninggalin orang tua gue. Gue mau sama orang tua gue..usaha gue buat deket kembali sama orang tua gue akan sia-sia kalau gue pergi gitu aja."
"Ehm..oke deh."
"Jadi kita pakai gelang ini kapan?"
"Kalian tidur aja dulu nanti gue pasangin gelangnya..gue mohon yah gue mau lihat wajah kalian untuk terakhir kalinya."
"Oke,kita mau kok!" Jawab Ella
15 menit kemudian Ella dan juga Lia sudah tertidur
"Makasih tuhan telah mengirimkan Ella dan Lia ke sini. Mungkin itu terdengar sangat egois. Tapi maaf tuhan aku emang mau lebih lama sama Lia dan Ella. Semoga kalian selalu ingat aku yah.." Ucap Ava lalu memasangkan gelang tersebut ke Lia dan juga Ella
Tak lama kemudian Ella dan Lia pun menghilang dan ava pun kini langsung berpindah ke kamarnya.
Ava pun kini hanya bisa menangis disaat ia tahu bahwa Ella dan Lia tak akan ada di sini lagi.
__ADS_1