Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 43


__ADS_3

"Ehm..jadi gimana ceritanya mah?"


"Ibunya Aditya telpon mamah dan dia jelasin semuanya..jelas mamah marah karena eve mendapatkan hal yang tak pantas. Tapi mamah juga merasa sangat bersalah saat mamah kembali ingat perlakuan mamah sama kamu."


"Dan papah juga merasakan hal yang sama seperti mamah kamu. Papah gak bisa jaga eve dan juga kamu. Papah sadar belum bisa menjadi papah yang baik untuk kamu. Papah lebih mementingkan amarah papah sendiri daripada mementingkan perasaan kamu.


Padahal di sini kamu jauh lebih rapuh daripada papah. Seharusnya pada saat itu papah menemani kamu bukannya malah menjauhi kamu,dan membuat keluarga kita seperti orang asing yang terjebak dalam satu rumah." Ucap papahnya membuat ava berkaca-kaca namun masih tetap ada rasa sakit dihatinya


"Papah jelas tahu gimana keadaan aku..jujur aku sedih banget saat tahu kalau aku dijauhi oleh keluarganya sendiri dan dianggap sebagai pembawa sial. Seharusnya papah tahu kalau aku dan eve sangatlah dekat, hubungan kita bukan cuman adik kakak tapi kita lebih dari itu. Kita bisa menjadi keluarga, sahabat, ataupun guru.Saat eve masih hidup gak ada aku yang selalu menganggap dia adik yang harus nurut terus sama aku.


Tapi ada kalanya aku yang harus nurut sama Eve yang menurut aku sangat bijaksana,tegas, tetapi tetap lembut. Dari eve aku belajar segala hal nya. Dan eve pun sama kayak aku. Aku merasa sangat senang ketika aku buka buku diary nya dan aku tahu dia selalu menceritakan tentang aku. Aku senang ketika disayangi seseorang seperti eve. Dan sekarang setelah eve pergi tuhan mengirimkan aku sahabat. Iya...Lia dan Ella dia yang selalu menemani aku bahkan membantu aku atas misteri diantara eve dan Aditya."

__ADS_1


"Mamah tahu mamah salah...ini kesalahan kita berdua yang gak bisa menjaga, menyayangi,dan selalu menemani kamu. Posisi kita sebagai orang tua yang baik ternyata tidak ada di hidup kamu. Di sini sahabat kamu lebih baik daripada kita sebagai orang tua kamu. Wajar kalau kamu marah sama kita."


"Aku akan tetap jadi anaknya mamah."


"Kamu serius?" Tanya mamahnya dengan mata berkaca-kaca


"Iya aku serius mah..tapi maaf kalau bener-bener maafin aku masih belum bisa. Tapi aku bakal tetap berusaha agar hubungan kita baik seperti saat eve masih ada di sisi kita."


"Iya mah..aku juga akan berusaha jadi anak yang lebih baik lagi untuk mamah dan papah."


"Kamu sudah menjadi anak yang baik bagi papah dan juga mamah." Ucap papahnya lalu mengusap rambut ava

__ADS_1


"Kamu mau ke rumah atau mau di sini aja?" Tanya mamahnya


"Aku di sini dulu boleh kan mah? bukannya aku gak mau tinggal sama papah atau mamah tapi aku cuman mau kangen-kangenan dulu sama sahabat aku ini."


"Yaudah mamah setuju asal nanti kalau ada apa-apa langsung hubungi mamah atau papah."


"Iya mah."


"Yaudah kita pergi dulu yah nak Ella dan nak Lia. Makasih udah jadi sahabat yang baik untuk anak kita yaitu ava."


"Iya sama-sama Tante..lagipula saling membantu itu memang kewajiban kita sebagai manusia."

__ADS_1


Mamahnya Ava mengangguk setuju.


__ADS_2