Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 37


__ADS_3

Setelah teman-teman Ava pergi. Hanya tersisa ava dan Aditya yang sedang duduk di kursi yang sama. Mereka sangat dekat namun terasa sangat jauh.


"Mau ikut aku?" Tanya Aditya kalau mengulurkan tangannya namun ava tak langsung menerimanya.


Ava ragu dan juga takut jika Aditya akan menyakitinya ia tak tahu Aditya senekat apa.


"Gak mau terima uluran tangan aku nih?" Tanya Aditya dan masih mengulurkan tangannya


Ava hanya melihat uluran tangan Aditya.


"Kelamaan,yuk kita pergi ke suatu tempat." Ucap Aditya lalu langsung menggenggam tangan ava.


Ava mengikuti langkah Aditya yang entah akan pergi ke mana.


"Kita mau ke mana?" Pada akhirnya ava membuka suaranya dan bertanya pada Aditya membuat Aditya langsung tersenyum tipis ingat tersenyum tipis


"Nanti juga kamu tahu..kamu gak usah khawatir aku gak akan menyakiti kamu."


Entah kenapa rasanya ava tidak merasakan ketakutan padahal sebelum datang ke sini ava sangat takut bertemu Aditya.


lama mereka berjalan akhirnya dua sejoli itu sampai pada suatu tempat yang indah. Seperti taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang indah.


Dan bagian yang begitu mengejutkannya ada banyak foto dirinya yang dipajang.


Aditya dan ava duduk di sebuah kursi seperti ayunan.


"Kok ada foto aku di sini?"


"Aku udah suka kamu bahkan sebelum kamu tahu aku."


"Loh..kok bisa?"


"Ya.. ringkasnya kamu tolong aku dan yah..aku suka kamu pada awal jumpa."

__ADS_1


"Owh.."


"Aku tahu kamu dan teman kamu udah lama curiga dan selalu mengikuti aku kan?" Tanya Aditya membuat tubuh ava langsung membeku.


"Enggak kok." Jawab ava masih mencoba mengelak


"Masa? sini lihat aku."


Ava menuruti perintah Aditya namun tak lama ava memandang Aditya ia langsung menunduk


"Aku tau kamu bohong..aku tahu kamu udah curiga dengan buku diary eve adik kamu. Kalau kmu mau tahu yang sebenarnya aku akan ceritakan hal itu sama kamu."


ava kini melihat Aditya. Seolah mencari ketenangan Aditya mengelus pipi Ava lalu setelah itu menggenggam tangannya.


"Benar,aku yang membuat dia stress.. untuk kecelakaan kamu dan eve itu murni memang kecelakaan. Kalau kamu tanya apa alasan eve seolah merasa sangat bersalah dan menderita jawabannya karena aku pernah perkosa dia." Ucap Aditya lalu menatap mata ava dengan sendu.


Ava sangat terkejut ia melepaskan genggamannya dan menampar pipi Aditya dengan sangat keras.


"Iya..aku memang pantas kamu tampar." Ucap Aditya lalu meneteskan air matanya.


"Kenapa kamu melakukan itu? kamu tahu dia adik aku! sekalipun dia bukan adik aku kamu gak berhak melakukan tindakan itu! kamu brengsek dan bajingan. Kamu kotor lebih kotor daripada pencuri." Ucap Ava sembari berteriak


Ava menangis dan Aditya pun hanya melihat ava yang sedang menangis ia tak mau membuat ava tambah membencinya.


10 menit kemudian


Ava kembali tenang ia menghapus air matanya.


"Kamu kenapa melakukan itu?" Tanya ava dengan lirih


"Aku saat itu menghadiri acara temen aku dan dia jebak aku dengan ngasih alkohol dan obat perangsang. Saat itu juga ada eve adik kamu. Temen aku bohong dia bilang kalau kamu udah ada di kamar.Aku dibawa ke kamar gitu dan eve juga udah ada di kamar. Aku kira eve itu kamu. Semua itu diluar kendali aku juga kaget waktu aku bangun ada adik kamu di samping aku."


"Terus kenapa kamu gak tanggung jawab?"

__ADS_1


"Aku takut menyakiti hati kamu."


"Kalau kayak gini kamu lebih menyakiti hati aku, Dibenci orang tua aku dan ditinggalkan adik aku."


"Aku minta maaf."


"Kita balik lagi ke depan."


Akhirnya Aditya dan ava kembali ke ruang tamu. Para teman-temannya sudah duduk dengan wajar panik sekaligus khawatir.


"Itu ava." Ucap Lia membuat semuanya langsung bangkit


"Kamu gak apa-apa ava?" Tanya Ella


"Aku gak apa-apa." Ucap Ava lalu langsung berlari dan memeluk Lia


"Kamu kenapa ava?" Tanya Ella lalu menghampiri Lia dan ava.


"Dia perkosa adik aku." Ucap Ava penuh kebencian


"Apa!" Teriak semuanya


"Gue minta maaf dan gue ngaku merasa bersalah. Kalau menurut kalian gue cuman hama di hidup kalian gue akan bunuh diri aja."


"Jangan gitu lah,bro!" Ucap arsenio yang diangguki angkasa


"Jangan bodoh.. pikirkan orang tua kamu." Ucap Ava tanpa menatap Aditya.


Setelah itu tiba-tiba ava berubah menjadi sangat aneh ada yang berbeda dengan dirinya. Matanya terpejam namun saat ava membuka matanya terasa sangat menakutkan.


Tatapannya berubah menjadi terlihat kosong,dingin,dan seperti orang penuh luka.


"Aku eve." Ucapnya dengan nada dingin

__ADS_1


__ADS_2