
"Sebenarnya aku tiba-tiba datang ke sini yang memang bener-bener datang ke sini kehidupan aku bukan di sini sebenarnya."
"Maksudnya?"
"Aku bukan tinggal di sini. Pada saat itu aku membantu seorang nenek-nenek yang misterius dia ngasih aku jam. Awalnya aku pikir gak akan ada apa-apa aku tidur dan saat aku terbangun aku udah ada di sini. Aku tiba-tiba ada di sini dan bertemu dengan angkasa pada akhirnya aku kembali bertemu dengan Lia dan tinggal di sini. Lia pun sama seperti aku tapi dia mengambil jam itu dan berada di sini."
"Kamu serius?"
"Iya..aku serius,maka dari itu aku gak mau menerima kamu sebagai pacar aku. Aku cuman gak mau kalau misalkan nanti kita harus berpisah karena kehidupan aku yang aslinya bukan di sini."
"Yaudah..aku ngerti. Tapi bisa gak kalau kita menjalani hubungan ini walaupun tanpa ada pacaran."
"Maksudnya komitmen?"
"Iya..aku mau kita dekat walaupun enggak pacaran."
"Kalau misalkan aku mendadak pergi?"
"Gak apa-apa aku gak masalah."
"Beneran?"
"Iya beneran..bagi aku bertemu dan saling mencintai satu sama lain itu udah sangat berarti. Walaupun nantinya hanya menjadi cerita yang akan selalu aku kenang."
__ADS_1
"Makasih kamu udah mau terima aku disini. Dan menemani aku walaupun kita baru bertemu."
"Hm.. sama-sama,sini dong aku mau rangkul bahu kamu." Ucap Nio
Ella menuruti keinginan nio.
"Kamu cuman mau cerita tentang ini aja?"
"Oh.. enggak,aku ada satu cerita lagi. Ehm..lebih tepatnya kayak misteri sih."
"Silahkan kamu ceritain ke aku aja. Mungkin aku bisa bantu kamu dan Lia."
"Pas awal aku ketemu sama Eve aku langsung melihat kayak ada seseorang yang mengikuti dia."
"Iya beneran,aku kayak lihat ada yang ngikutin eve dan ternyata aku lihat adiknya eve."
"Tapi kan adiknya eve udah meninggal."
"Iya aku tahu dia udah meninggal..tapi dia yang ngaku sendiri,dia nulis gitu lah.."
"Terus?"
"Ya..pas hari-hari berikutnya aku mimpi kejadian pas adiknya eve meninggal."
__ADS_1
"Hah,beneran?" Tanya arsenio tak percaya
"Iya,beneran. Aku lihat pas kejadian meninggalnya eve dan aku lihat ada 1 pria yang bener-bener aneh gitu."
"Aneh gimana?"
"Disaat yang lainnya panik cuman dia aja yang santai. Dia pakai jaket gitu tapi aku masih bisa lihat senyumnya pada saat melihat adiknya eve meninggal."
"Hah? beneran? kamu ini gak lihat loh.. wajahnya."
"Tapi aku lihat senyumnya, tubuhnya,dan warna jaketnya sama kayak pacarnya ava."
"Maksudnya?"
"Iya.." Ucap Ella sembari mengangguk-angguk kepalanya untuk meyakinkan tebakan nio
"Maksud kamu pria yang ada di dalam mimpi kamu itu pacarnya ava dan itu artinya pacar ava ada kaitannya dengan meninggalnya adiknya ava yaitu eve."
Bruk!
Ella kaget ketika ada suara barang yang jatuh,nio dan Ella langsung menatap ke arah suara dan begitu terkejutnya mereka berdua ketika tahu bahwa orang yang menjatuhkan barang tersebut adalah ava
"Ava! kamu ada di sini? sejak kapan? udah lama? kamu denger obrolan aku sama nio? kamu kenapa gak bilang-bilang kalau kamu mau datang ke sini?" Tanya Ella beruntun karena rasa paniknya ketika melihat ava yang tiba-tiba muncul di dapur rumahnya
__ADS_1
"Iya aku ada di sini dan aku denger obrolan kalian walaupun gak dari awal,dan apa maksud ucapan kamu Ella? kamu menuduh Aditya? pacar aku?" Tanya ava dengan penuh amarah