
"Angkasa udah turun di sini dulu." Ucap Ella sembari menepuk-nepuk pundak angkasa
"Iya,iya bentar." Ucap angkasa lalu menghentikan motornya
Mereka berdua turun dari motor dan melihat ke arah rumah itu.
"Gimana? bener ini rumahnya?"
"Bener yang ini, rumah ini gue lihat di mimpi gue."
"Beneran?" Tanya angkasa tak percaya
"Beneran yang ini.." ucap Ella sembari melihat-lihat rumahnya
"Terus sekarang kita mau ngapain?"
"Pulang lagi,yuk cepetan." Ucap Ella yang akhirnya dituruti oleh angkasa
Saat angkasa tengah menyalakan mesin motornya ada suara seperti orang sedang membuka pintu.
"Angkasa cepetan." Ucap Ella sangat panik
"Iya,bentar."
Motor pun jalan kembali dengan cepat
"Huh.. untung kita aman angkasa." Ucap Ella langsung menghembuskan nafasnya
"Jantungan banget tadi."
__ADS_1
"Gue juga sama kali jantungan kayak lo."
"Lo tadi bikin gue tambah panik tahu." Ucap angkasa sebal
"Ya.. sorry,karena tadi gue sama paniknya kayak lo jadi yah gitu."
"Berarti sekarang kita kemana nih?"
"Yah.. pulanglah mau ngapain lagi."
"Ya..kali aja kan lo mau mampir ke mana dulu gitu."
"Enggak deh, makasih. Inget masih ada gebetan yang menunggu loh!"
"Siapa? Arsenio?"
"Lo itu yah..gak bisa peka gitu? Dengan kejadian tadi, kejadian di mana gue marah-marah ya kali gue masih bisa adem ayem aja."
"Tapi masih banyak loh artis-artis yang udah putus tapi masih temenan."
"Ya itu artis. Sorry sorry aja gue gak sabar seperti yang lo kira. Emangnya gue perempuan di sinetron yang lebih mementingkan cinta padahal dirinya terluka? kalau gue sih mana mau kayak gitu. Makan tuh cinta!"
"Lo kalau marah langsung ungkapin ke Arsenio jangan ke gue."
"Lah.. emangnya kenapa gitu?"
"Lo tadi kayak marah-marah sama gue orang-orang pada lihatin kita."
Ella melihat ke lingkungan sekitar dan benar saja ada banyak orang yang melihat ke pada Ella dan Angkasa
__ADS_1
"Oh..iya bener, berarti gue tadi ngamuk banget yah."
"Hal gitu aja lo masih nanya sama gue. Ya pastilah jawabannya iya." Ucap angkasa pura-pura serius padahal dirinya hanya bercanda saja.
"Elo mah gitu yah gak berperikemanusiaan. Hubungan percintaan lo sama Lia restunya dari gue loh..jadi kalau gue merasa lo gak cocok sama Lia yah..sangat besar peluang kalau mamahnya Lia bakal dukung gue."
"Ye..jangan gitu lah. Gue kan bercanda tahu."
"Hahahaha gue juga bercanda loh!"
"Alah! rese banget sih lo."
"Ya gue rese lo lelet."
"Entah bener tuh nyebutin gue lelet. Gue masih punya nama yang bagus yah."
"Ya..ya.. calon suami Lia."
Ella melihat wajah angkasa dengan susah payah
"Hm.. disebut calon suami Lia aja langsung senyam-senyum sendiri mana pipi lo udah merah gitu kayak kepiting sama tomat."
"Lah..emang siapa yah senyam-senyum sendiri gue gak senyam-senyum apalagi sampai pipi gue merah."
Gengsi banget kalau gue jujur gue salting,mau ditaruh di mana muka gue? batin angkasa
"Lia ada cerita sama lo gak? hal yang penting dan gak semua orang ada ga?"
"Hm... enggak sih gak pernah. Yaudah sih lo nyetir motor dengan benar sih!" Omel lu
__ADS_1