Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 8


__ADS_3

Setelah tadi selesai dipijit arsenio benar-benar mengantarkan Ella ke rumah. Dan kini Ella sedang menonton tv bersama sahabatnya yaitu Lia.


"Gimana tadi?" Tanya Lia seperti sedang mengintrogasi Ella


"Gimana apanya?" Tanya balik Lia lalu menyeruput minumannya


"Iya..tadi. ketemuannya loh masa gitu aja gal ngerti,suka pura-pura gak ngerti deh!"Ucap Lia yang begitu gemas dengan tingkah Ella yang pura-pura tak mengerti degan pertanyaannya


"Heh! Siapa yang pura-pura gak ngerti orang gua emang bener-bener gak ngerti."


"Masa sih?" Tanya Lia dengan nada menggoda


"Ejek aja terus ejek aja." Sindir Ella yang malah membuat Lia malah tertawa terbahak-bahak


"Tahu aja lo kebahagiaan gue."


"Jadi ceritanya lo bahagia di atas penderitaan orang? Kayak gitu artinya?"


"Kalau menurut lo gitu gue iyain aja deh!"


"Dasar lo yah rese amat." Ucap Ella yang begitu kesal dengan ucapan Lia yang kadang-kadang suka ceplas-ceplos walaupun ia tahu itu hanya ledekan tapi tetap saja itu terasa menyebalkan bagi dirinya

__ADS_1


"Jadi gimana nih ceritanya?"


"Yah..biasa aja pas lo bilang supaya cepet-cepet bawa pulang gue tanpa ada lecet sekalipun,dia biasa aja sih seperti orang-orang pada umumnya. Cuman tadi selama diperjalanan dia ledekin gue terus dan yah kita ribut selama diperjalanan tapi dia nganterin gue dengan selamat kok! Tanpa ada lecet sekalipun."


"Baik juga tuh anak gue kira dia itu anak yang manja,berkuasa, sombong kayak gitu soalnya dia kelihatan kayak orang kayak gitu loh jadi kan gue mikirnya yang aneh-aneh."


"Sama sih gue juga. Walaupun dia memang nyebelin tapi dia gak jahat kayaknya tapi gak tahu juga sih. Kita lihat aja nanti."


"Terus tadi dipijit gimana? Sekarang keadaan kaki lo gimana? Udah mendingan? Atau masih sakit-sakit?"


'Kayak biasa sih gak aneh-aneh dipijit nya. Gue rasa kaki gue lumayan agak enakan tapi masih ada kayak ngilu-ngilu gitu loh!"


"Ya pas gue nyamperin tuh anak dan berdiri tepat di belakangnya dia malah balik badan alhasil gue kaget banget dong yaudah akhirnya gue malah jatuh."


"Dia gak nolongin lo?"


"Enggak."


"Hmm...gitu yah gue pikir dia bakal nahan lo."


"Mungkin karena kita masih baru kenal kali. Terus gue juga kan ngikutin dia dari belakang yang pastinya dia akan berpikir yang aneh-aneh tentang gue,masih untung gue gak dilaporkan sebagai penguntit juga."

__ADS_1


"Gimana yah kalau lo bener-bener dilaporkan sebgaia penguntit atau hal lain lah."


"Gak tahu gue,tapi gue yakin para keluarga,tuhan,dan sahabat akan tetap ada disamping gue."


"Bijak banget lo udah kayak anak sastra yang udah senior banget."


"Mengiri yah?" Tanya Lia kepadaku dengan mukanya yang begitu polos dan terkesan menyebalkan


"Terserah lo aja gue gak perduli yah." Ucap Ella pura-pura tak perduli


"Eh gue mau tanya deh?"


"Tanya apa?"


"Gak apa-apa deh gak jadi. Bingung gue mau pilih yang mana takut nanti malah dikomentari oleh haters-nya yang sebenarnya tak berguna sama sekali."


"Hmm..kebiasaan banget sih."


Tok!tok!


"Siapa yah?" Teriak Ku dan Lia dengan begitu kompak

__ADS_1


__ADS_2