Cinta Di Dimensi Lain

Cinta Di Dimensi Lain
Chapter 52


__ADS_3

4 bulan kemudian...


Ella dan arsenio kini sudah sah menjadi sepasang suami istri. Mereka sekarang sedang menikmati liburan bersama di pantai yang sangat indah.


"Aku mau nanya deh sama kamu." Tanya Ella kepada nio sembari mengusap pipi suaminya itu


"Nanya apa?"


"Kamu kenapa mau sama aku. Maksudnya itu kan kayak perempuan cantik itu banyak lah bukan cuman aku aja tapi kamu kenapa bisa yakin dan terima aku supaya jadi istri kamu. Padahal aku banyak kekurangannya diukur dari kecantikan pun aku gak terlalu cantik banget loh.Apalagi sekarang badan aku makin gendut aja." Ucap Ella diakhiri dengan muka cemberutnya yang membuat nio sangat gemas dan langsung mencubit pipi tembem Ella


"Kamu itu cantik."


"Masa sih? kamu gombal yah? kamu ngomong gitu cuman mau nyenengin hati aku aja yah biar gak ngambek-ngambek sama kamu terus,gitu kan?"


"Beneran kamu itu emang cantik. Memang perempuan diluar sana ada yang lebih cantik dari kamu."


"Tuh kan kamu mah terpaksa bilang aku cantik. Harusnya kamu langsung cari perempuan lain diluar sana yang jauh lebih cantik dari aku aja." Ucap Ella dengan wajah cemberut lalu memukul lengan nio dengan keras padahal untuk nio pukulan itu sangat tak menyakitkan sama sekali.


"Tuh...tuh..kamu diem aja berarti bener kan? Yaudah kalau bener aku pergi aja cari cowo diluar sana yang lebih ganteng dari kamu." Ucap Ella lalu bersiap untuk pergi namun baru saja kakinya melangkah nio sudah menahan lengannya. Dan menarik Ella jatuh ke pelukannya


"Lepas ih! gak usah peluk-peluk kayak gini." Ucap Ella sembari berusaha melepaskan dirinya dari pelukan nio.


Namun sebesar apapun Ella berusaha ia akan tetap kalah karena nio jauh lebih kuat daripada darinya. Ella membuka tutup botol saja harus berusaha dengan beda dengan nio yang memang rajin olahraga dan sudah biasa membawa barang-barang berat.


"Gak bakal aku lepasin kamu disini aja sama aku. Jangan pergi dan tinggalin aku." Ucap Nio dan langsung mengeratkan pelukannya pada Ella

__ADS_1


"Kamu mah nyebelin banget."


"Aku memang nyebelin maka dari itu kamu dengerin ucapan aku dulu terus jangan potong ucapan aku."


'


"Iya..aku bakal dengerin ucapan kamu tanpa potong ucapan kamu."


"Nah gitu dong!"


"Yaudah cepetan ngomong."


"Perempuan sana memang ada yang lebih cantik dari kamu. Tapi kecantikan mereka itu menurut aku gak terlalu punya ciri khas yang bener-bener bisa bikin aku tertarik. Kecantikan kamu itu unik dan gak akan ada yang bisa menyaingi kamu di hati aku."


"Gombal banget..pasti kamu bilang gini sama perempuan lain bukan cuman sama aku aja kan? ayo jujur aja." Ucap Ella pura-pura marah padahal ia sudah terlalu salting mendengar perkataan nio yang menurutnya begitu manis.


"Kamu kenapa ketawa?"


"Aku ketawa karena kamu tadi bilangnya kayak ngomel-ngomel gitu padahal muka kamu aja udah merah kelihatan banget lagi salting."


"Siapa yang salting?"


"Tuh,tuh,kamu itu gak bisa bohongin aku. Kamu kelihatan banget lagi salting, jujur aja gak usah bohong. Aku seneng kok kamu salting kayak gitu sama aku."


"Kalau aku salting sama orang lain gimana?"

__ADS_1


"Aku kurung kamu biar gak salting-salting lagi sama orang lain."


"Nio."


"Apa?"


"Ke sini deh nunduk biar Deket sama aku."


Nio menunduk dan menyesuaikan tinggi badannya dengan Ella


"Ada apa?"


"Kamu lihat deh ke sana."


"Emangnya ada apa?" Tanya nio namun tetap menuruti perintah Ella


Saat nio sedang lengah dan fokus kepada permintaannya.


Ella langsung mengecup bibir dan pipi nio dengan cepat dan langsung berlari sembari tertawa bahagia.


Pipi nio berubah menjadi merah dan debaran jantungnya kini berdetak lebih cepat


Nio tersenyum tak percaya melihat tingkah Ella.


"Kamu curang banget,kalau mau tinggal minta aja kita ke kamar juga gak apa-apa!" Teriak nio lalu langsung mengejar Ella

__ADS_1


Begitulah cerita cinta mereka berdua terimakasih telah membaca cerita aku yang begitu absurd


__ADS_2