
Hati Devi memang tidak tenang , sepulang nya Herman dari rumah nya. Ia sangat tidak tahu mengapa rasanya hati nya begitu cemas, bahkan ia sendiri tidak mengetahui sebab kecemasan dirinya.
Hingga Devi tak bisa tidur malam itu, entah mengapa perasaan nya sungguh tak karuan, ia terbayang bayang akan Herman dan juga Rudi.
Pagi ini Devi terbangun dari tidur nya, dengan malas ia beranjak dari tempat tidur dan membersihkan diri nya.
Setelah itu ia sarapan dah berangkat ke kampus, dengan mata panda nya, ia berjalan menunduk seperti orang yang sudah tidak ada lagi semangat hidup nya.
Ia mengabaikan sapaan teman satu kampus nya, bahkan ia sama sekali tidak menggubris. meysha yang sedari tadi memanggil nya dengan suara yang keras.
"Menyebalkan sekali, apa aku harus memanggil nya menggunakan toa" kata meysha menggerutu dari jauh, tetapi tetap saja tidak di gubris oleh Devi.
🌸🌸🌸🌸🌸
Hari itu aku lewat depan rumah Devi, untuk melihat apakah Devi Masih sering berhubungan dengan mantan kekasih nya Tersebut, Aku Segera Menghubungi Gio, meminta nya untuk menemani ku kerumah Devi. Gio dengan keras menolaknya, karena alasan ia sedang sibuk mengerjakan tugas dan ia sangat lelah hari itu. Tapi kemudian aku mengancam nya, Hinga mau tidak mau
ia harus ikut dengan ku.
Akupun mengendarai motor bersama Gio kemudian aku dan Gio lewat depan rumahnya, alangkah kagetnya aku ketika melihat Devi dan Herman sedang bercanda di ruang tamu rumah devi, Aku sungguh kecewa pada devi, Aku adalah kekasih nya, tapi dia tak pernah mengizinkan aku untuk berkunjung kerumah nya, bahkan ia sama sekali tidak menolak ketika herman berkunjung kerumah nya,
Kemudian akupun memutar balik kan motor dan pulang kerumahnku setelah mengantar gio kembali ke kost nya, sampai nya di rumah aku mengirim pesan kepada devi dan mengungkapkan segala kekecewaan yang aku rasakan pada nya.
__ADS_1
"Aku kecewa dengan mu, berulang kali aku katakan jangan pernah berhubungan dengan Herman lagi, aku pacar mu tentu saja aku cemburu melihat kedekatan mu dengan Herman walau kalian sudah putus, kenapa kau tidak juga mengerti" kata ku dengan mode marah.
" Aku tidak bertemu dengan Herman, kenapa kamu selalu berpikir negatif kepadaku?" ucapnya yang tetap saja tidak mengakui kesalahan nya, berani berani nya ia berbohong padaku.
Padahal sudah jelas aku melihat dengan mata dan kepala ku sendiri, Ia dan Herman sedang bersenda gurau bersama, dan itu membuat hati ku begitu panas.
aku yang langsung emosi ketika melihat Devi tidak mengakui kesalahan nya langsung saja mengirim sebuah foto yang sempat aku ambil sebelum aku pergi menjauh dari rumah Devi, foto yang dengan jelas memperlihatkan kedekatan Herman dan Devi diruang tamu.
Devi yang kaget melihat foto yang aku kirim kan, Ia langsung meminta maaf kepadaku, Namun semuanya percuma saja, aku sudah terlanjur kecewa kepada Devi, kenapa dia menutupi kedatangan Herman hari itu, mengapa ia tidak jujur saja meski itu akan menyakiti ku.
" Jangan berbohong lagi kepadaku, aku baru saja melewati rumah mu dan dengan begitu jelas aku melihat kamu sedang berdua dengan Herman, kenapa kamu berbohong?, apa salah nya kamu jujur? walaupun itu menyakitkan" Tak terasa air mata menetes di pipiku, aku sangat mencintai nya tetapi dia mengecewakan ku untuk kedua kali nya entah hal apa lagi yang harus aku lakukan saat ini, tetapi yang aku tau saat ini, aku kecewa pada devi dan aku tidak akan bisa percaya lagi dengan ucapan Devi ,karna kebohongan nya itu sulit bagiku untuk memaafkannya.
Aku mengajak nya bertemu sore nanti, sepulang dari perkuliahan, Devi pun menyetujui nya. entah bagaimana sikap ku nanti ketika bertemu dengan nya aku pun tidak tahu lagi, aku benar-benar ingin sekali melampiaskan rasa kesal ku ini.
"Devi, maafkan Aku, Aku sudah mengambil keputusan, aku memutuskan hubungan kita cukup sampai disini, karena Aku sudah pernah bilang dari dulu, Jika Aku akan dengan mudah memaafkan kesalahan mu yang lain, tetapi untuk yang satu ini mohon maaf, Aku tidak bisa, Maka dengan ini Aku mengakhiri hubungan kita. semoga kamu bahagia dengan laki-laki yang kamu pilih saat itu" Ucap Rudi dan kemudian langsung meninggalkan Devi sendirian di taman tersebut.
kemudian Devi mengejar Herman sambil terisak menangis, Devi tidak menerima keputusan sepihak yang diambil oleh Rudi, ia semakin sesak melihat Rudi meninggal kan dirinya tanpa menoleh sedikit pun.
Sebenarnya Herman tidak tega melihat Devi menangis seperti itu, tetapi apa boleh buat Rudi sudah tidak sanggup lagi untuk melanjutkan hubungan mereka, karena hubungan tidak akan pernah bahagia, jika dilandasi dengan kebohongan.
"Aku sayang sama kamu, aku tidak bisa menolak nya datang, kamu tau sendiri bahwa kedua orang tuaku sangat menyukainya dan menerima nya sebagai calon menantu keluarga kami, sekali lagi ku mohon maafkan aku, aku sangat mencintai mu aku tidak bisa jauh dari aku mohon" ucap Devi memohon kepada herman sambil ter Isak Isak.
__ADS_1
namun aku tetap kepada keputusanku, aku pergi meninggal kan nya begitu saja, dan aku harap dia mengerti mengapa aku mengambil keputusan ini, dan berharap dengan masalah yang terjadi saat ini, Devi bisa belajar menghargai perasaan orang lain, terutama kekasih nya sendiri.
Kemudian Rudi pergi menyendiri di dalam ruangan, Rudi tidak bisa menutupi kesedihan nya, sebab Rudi juga masih sangat menyayangi Devi, Tetapi sebagai seorang laki-laki Rudi tidak bisa begitu saja memaafkan kesalahan Devi apalagi ini tentang Mantan kekasih nya Tersebut.
Tak lama dari itu Rudi pun pulang ke rumah nya.
Rudi beristirahat dikamar, dan untuk sekedar menenangkan diri, Rudi memutar lagu bernada galau, dan Tiba-tiba tanpa terasa air mata membasahi pipi Rudi, Rudi juga tidak kuat dengan keputusan yang diri nya ambil, ingin rasanya Rudi membatalkan keputusan nya ini, tetapi disisi lain Rudi juga berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi Devi agar kedepannya bisa menghargai pasangannya.
Rudi melihat handphone nya, ternyata sudah banyak sekali Devi menelpon dan mengirim pesan pada Rudi, Semakin sesak rasanya melihat Devi memohon-mohon seperti itu ia sungguh tidak tega. tapi ini semua demi kebaikan mereka bersama.
"*bang Rudi, Devi sangat mencintaimu, Devi mohon jangan tinggalkan Devi, Devi tidak bisa tanpa mu, hati Devi rapuh bang" pesan dari Devi.
"Abang jangan abaikan Devi, balas pesan Devi bang, ayo kita perbaiki hubungan ini"
"bang Rudi, Devi tau Abang membaca pesan ini, balas lah bang"
"Bang rudiiii"* kata Devi mengirim kan pesan singkat tersebut, Devi pun seperti nya sudah tidak tahu lagi bagaimana cara nya agar Rudi kembali merespon pesan singkat nya.
Rudi hanya membaca pesan nya setelah itu Dengan berat hati, Rudi memblokir nomor dan seluruh akun sosial media Devi. sebenarnya Rudi tidak sanggup tapi Rudi harus melakukan nya demi kebaikan diri nya sendiri dan juga demi kebaikan Devi, karena kami tidak mungkin bisa bersama kembali, dan hubungan tidak bisa di dasari oleh sebuah kebohongan, jika tetap memaksa maka kehancuran lah yang akan terjadi.
**Jangan Lupa Like ♥️
__ADS_1
Vote dan Komentar nya juga dibutuhkan ya!!!