Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
Pengantin Baru


__ADS_3

Akhirnya Herman dan Devi melihat kan wajah kesalnya terhadap sang adik yang comel itu, adik itu menganggu mereka yang ingin menikmati waktu berdua. Tanpa merasa bersalah adik Devi pun tidur dengan lelap sementara Herman dan Devi hanya menahan tawa melihat polosnya sang adik tersebut.


Mereka Pun akhirnya memutuskan untuk tidur karena mengingat seharian ini mereka menjadi ratu dan raja sehari. Devipun menghempaskan tubuhnya diatas ranjang tentunya disamping sang adik begitu juga dengan Herman. Mereka hanya saling tatap dan tidak lama kemudian mereka pun tertidur.


tidur mereka sangat tentram sekali , ya mungkin saja itu karena perasaan bahagia mereka karena sekarang status mereka adalah sepasang suami istri.


keesokan harinya.


Pagi-pagi sekali Devi bangun terlebih dahulu di Banding suaminya, ia langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu ia menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh anggota keluarga nya.


Setelah selesai memasak untuk sarapan pagi, Devi pun mulai memanggil ayah dan ibu, dan tak lupa juga suaminya.

__ADS_1


Seluruh anggota keluarga makan bersama-sama dimeja makan, semua terlihat sedang semangat menyantap masakan devi.


Setelah ruangan yang sunyi hanya ada bunyi sendok yang berdetak-detak, ayah dan ibu Devi pun membuka bicara.


"Kapan Kalian Akan berlibur?" tanya Ibu.


Herman dan Devi saling bertatap kemudian Herman menjawab pertanyaan Ibu mertuanya " Mungkin kami tidak akan berlibur Bu, melihat jadwalku begitu padat, tidak ada waktu bu, mungkin liburan akhir tahun saja" kata Herman.


" jika kalian sibuk dengan kerjaan kalian terus lalu kapan kami akan memiliki cucu" spontan Ayah Devi mengatakannya.


Dan hal tersebut sontak membuat Devi dan Herman malu-malu tak dapat dipungkiri tentunya pipi Devi begitu merah merona.

__ADS_1


Tak lama kemudian Herman menjawab "Kami akan honymoon ayah, jangan khawatirkan itu ucap Herman sambil menyenggol tubuh sang istri, dan jelas itu adalah cara suaminya menggoda nya. Itu membuat Devi memutar bola matanya dan menganggap angin lalu ucapan suaminya.


Setelah selesai sarapan pagi para lelaki dirumah itu akan pergi mengerjakan rutinitasnya, namun sebelum Herman pergi ia terlebih dahulu masuk ke kamarnya untuk menemui sang istri yang tengah membersihkan kamar mereka. Herman memeluk tubuh sang istri dari belakang, Devi yang awalnya ngambek mulai luluh dengan sebuah kecupan yang dilancarkan suaminya namun hanya sebentar Devi langsung membalik bada nya kearah suami nya dan ia pun memeluk suami nya tersebut dan kemudian mengecup lembut bibir suami nya tentu saja itu membuat Herman menikmati nya bahkan ia melupakan bahwa ia harus bekerja sekarang.


Devi pun ingat jika suami nya harus bekerja ia melepaskan tubuhnya dari suaminya itu dan mengingat kan suami nya untuk pergi bekerja namun suami nya Masi enggan untuk pindah dan jauh dari Devi.


Pergilah ucap Devi kepada herman jangan memulai nya atau kau akan berantakan lagi nanti.


Iya Devi tidak ingin melihat suaminya berantakan, karena saat ini suaminya sudah terlihat rapi dengan stelan jas abu-abu yang dipakainya dan bahkan sangat sulit bagi Devi untuk berpaling dari wajah tampan suami nya itu.


"Baiklah sayang, aku pergi sekarang, kau jaga diri baik-baik dirumah ya" Herman mengecup kening istrinya. Dan devipun bersalaman dengan suaminya. Suami yang selalu ia rindukan.

__ADS_1


terimakasih sudah membaca karya author semoga senang ya para pembaca dan jangan lupa untuk like dan komentarnya.


__ADS_2