Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
tidak disangka


__ADS_3

-------Malam hari----------


Alhamdulillah Akhirnya kita semua dipertemukan dalam Acara pertunangan antara Devi dan Herman.


Para kerabat dari kedua belah pihak pun sudah mulai berdatangan dan ruangan rumah Devi sudah dipenuhi oleh tamu undangan.


Herman sudah bersiap-siap untuk kerumahnl devi, ia tampil elegan dengan menggunakan Kemeja berwarna merah hati dan dibalut dengan jas berwarna hitam polos. Tampak senyum kebahagiaan diwajah Herman yang terus saja ia perlihatkan di depan umum.


Akhirnya waktu yang di unggu-tunggu selama ini tiba. Setelah setengah jam berlalu, haalaman rumah Devi sudah dipenuhi oleh kerabat kerabat Devi dan Herman.


Ibu Devi pun bergegas pergi menuju kamar Devi. Ibu Devi mengetuk pintu berulang- ulang kali namun sama sekali tidak ada jawaban dari dalam kamar. Ibu Devi pun panik Sehingga akhirnya memanggil seluruh anggota keluarga Devi. Abang sepupu dari Devi pun akhirnya mendobrak pintu kamar Devi, namun ternyata kamar itu kosong tidak ada siapapun disana. Mereka mencari Devi disekeliling rumah namun hasilnya tetap saja tidak ada, mereka tetap tidak menemukan devi yang mereka cari sedari tadi.


Keluarga Devi begitu panik dan bertanya tanya dalam hati masing-masing, mereka bingung apakah Devi sengaja kabur dari acara pertunangannya dan herman atau Devi diculik? jika ia kabur harusnya ia meninggalkan surat dan jika ia diculik harusnya ada yang memberikan surat peringatan, Namun keduanya tak ada sama sekali terlihat sehingga membuat keluar ga semakin bingung dengan hilangnya Devi saat ini.


Keluarga segera menghubungi Devi via telepon namun tidak ada jawaban sama sekali dari Devi, membuat seluruh anggota keluarga semakin khawatir pada Devi, pasalnya gadis itu menghilang tanpa jejak.


Keluarga dari Herman pun menanyakan kapan acara bisa di mulai, hingga akhirnya ayah dan ibu Devi memohon maaf kepada keluarga Herman karena anak nya tidak ada dikamar nya, dan pertunangan mau tidak mau pun harus ditunda sampai gadis itu kembali.


Awalnya keluarga Herman menolak untuk menunggu, karena baginya sudah terlalu lama mereka menunggu tapi tidak ada hasilnya sama sekali.

__ADS_1


Satu jam sudah Devi hilang, dan tetap saja saat ini tidak ada yang berhasil menemukan Devi. Keluarga Devi pun cemas pada Devi yang akhirnya keluarga Devi dengan sangat terpaksa membatalkan pertunangan Herman dan Devi.


"Dimana kamu sayang? kenapa dirimu menghilang begitu saja, jika tidak siap dengan pernikahan ini mengapa kamu tidak mengatakannya dari awal, apa hingga saat ini kamu masih mencintai Rudi hingga kamu tega meninggalkan acara pertunangan kita" gumam Herman yang sedari tadi juga ikut panik dengan hilangnya Devi.


Keluarga Herman marah besar pada keluarga devi, ayah dan ibu Herman merasa keluarganya dipermalukan didepan tamu dan juga para kerabat nya. Kemudian mereka pun pergi meninggalkan rumah Devi dan pulang kerumah mereka dengan kekesalan dan amarah Terhadap keluarga Devi. Namun keluarga Devi juga tidak bisa berbuat apa-apa karena memang Devi tidak ada dikamar nya dan menghilang dengan lenyap begitu saja.


keluarga Devi tidak berhenti mencari Devi dan memberitahu seluruh teman-teman Devi bahwa Devi hilang, namun tetap saja tidak ada yang menemukan Devi bahkan seluruh teman kampus Devi tidak ada yang mengetahui dimana Devi sebenarnya dan ada apa dengan gadis yang saat ini harusnya berada di rumahnya dan melakukan acara pertunangan mereka..


Herman yang kecewa tak henti-hentinya berteriak menyayangkan apa yang dilakukan oleh kekasihnya itu, antara bingung dan kesal. dan juga antara marah dan cemas saat ini.


Herman berharap ada notifikasi yang berasal dari Devi tetapi semuanya nihil. Devi tetap saja tak ditemukan oleh pihak keluarganya.


Dimana aku? kenapa aku ada disini?


siapa yang membawaku kesini ? Herman? dimana ia? kata itulah yang terlontar dari mulut Devi ketika baru saja matanya terbuka dari tidurnya.


Ia berada di suatu tempat yang sangat terpencil dan tidak ada seorang pun yang ada disana, Devi sangat takut sekali melihat dirinya seorang diri di gubuk tua yang tak ia ketahui dimana letaknya.


Ternyata ia berada di rumah tua yang tidak jauh dari desa dimana Devi tinggal. Devi akhirnya keluar dari rumah tersebut dan berlari-larian dengan sangat kencang agar ia bisa cepat untuk pulang kerumahnya, karena ia sadar bahwa ia harus bertunangan dengan Herman saat ini. Ia tidak ingin kehilangan lelaki yang sudah berjuang untuknya selama ini.

__ADS_1


Sesampainya ia dirumah ia melihat seluruh dekorasi sudah di buka, dan tidak ada tamu sama sekali disana.


Ia pun mengetuk pintu rumah nya dengan tangan gemetar dan heran melihat kondisinya rumahnya yang sudah agak berantakan.


"Ayah,Ibu Devi pulang" ucapnya dengan begitu gugup saat ini.


Ada yang membukakan pintu, ternyata itu adalah Ibu Devi.


"Ya ampun Dev, kenapa kamu? kenapa kamu seperti ini kenapa kamu tega mempermalukan keluarga kita didepan keluarga Herman nak, mengapa kamu melarikan diri dari pertunangan itu tidak kah kamu memikirkan akibat dari perbuatan mu ini yang berdampak pada ibu, kalau kamu tidak menyukai Herman lantas mengapa kamu setuju dengan pertunangan ini, dan mengapa ketika ia ingin melamar mu, kau justru menerimanya, dan ternyata itu hanyalah keterpaksaan." ucap Ibu.


"Maksud ibu apa, aku tidak kabur Bu, saat tadi aku terbangun dari tidur, aku sudah berada di tempat asing, dan aku langsung pulang kerumah karena ingat pertunangan ku dengan Herman" ucap Devi dengan airmata yang mulai membasahi pipinya, meski ia tidak tahu apa yang terjadi tetapi entah mengapa saat ini ia hanya bisa menangis dan berkeluh kesah pada Gio.


"Sudahlah nak, mungkin kamu dengannya memang tidak berjodoh, keluarga Herman sangat kecewa dengan kita, meskipun ini hanya salah paham saja. Kita menjelaskan pun keluarga Herman tidak akan mempercayai nya, kuatkan hati mu ya Dev" ucap ibuk memeluk Devi dengan erat, ibu yang tidak tega melihat anaknya menangis dan terus saja menangis dan meraung.


Devi sedih dan langsung menangis dipelukan sang ibu. Devi sedih dengan kejadian yang menimpanya dan ia tau Herman pasti sangat terpukul dengan kejadian ini.


Berulang kali Devi menghubungi Herman namun Herman tidak menggubris Devi.


Mungkin ia sangat kecewa saat ini, hingga Devi Akhirnya meletakkan kembali ponselnya di meja dan kemudian ia berisitirahat bersama denha sahabatnya yang saat itu terus saja kepikiran Devi yang tidak kembali kerumah malam itu.

__ADS_1


Devi membaringkan tubuhnya dan terus saja meratapi nasibnya yang begitu pilu. kemudian setelah itu ia membersihkan luka-luka yang saat ini tengah berada dalam perban Tersebut. Ia kembali berusaha tegar di depan ibu yang baru saja masuk kedalam kamar Devi dan menyemangati anak sematawayangnya.


__ADS_2