Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
Pernikahan


__ADS_3

Setelah berfikir dan sholat sepertiga malam, akhirnya keduanya untuk memutuskan menikah. Ini semua demi si kembar. Lagi pula si kembar pastinya akan membutuhkan ibu yang harus mengurusinya, Herman tidak dapat membayangkan bagaimana si kembar hidup tanpa seorang ibu.


Awalnya meysha menolak begitu keras. Karena ia tidak ingin merasa kembali menjadi orang ketiga dihubungkan Devi dan bagaimanapun juga Devi adalah sahabatnya.


Tapi kali ini beda cerita. karena disini Devi yang sudah menitipkan Devia dan Devano kepada Meysha dan keluarga Devi berusaha meyakinkan meysha untuk menerima pernikahan itu.


*----*


POV MEYSHA.


Sepulang dari kerja mas Herman mengajak ku pergi ke makam Devi, untuk meminta restu darinya.


Aku merasa canggung berada di dekat mas Herman. Karena memang kami sangat jarang ber komunikasi kecuali ada hal yang diperlukan.


Sampai lah kami di pemakaman umum dan segera menuju pusara Devi.

__ADS_1


Aku menangis di depan makamnya karena untuk kesekian kalinya aku menyakitinya.


Mas Herman pun mengelus pundak ku dan berusaha menenangkan aku. Dan aku mengusap air mata yang jatuh pada pipi ku.


"Dev, kau adalah sahabat ku yang paling baik paling periang dan paling penyayang. Semoga tenang disana Dev, maafkan aku untuk kesekian kali nya harus mengecewakan mu. Dev kau tenang disana ya, kau tak perlu khawatir pada si kembar. Aku akan merawat nya dan aku akan menyayangi mereka. Aku tidak akan mengganti posisi mu untuk menjadi ibu mereka. Tetapi aku akan mendampingi mereka untuk terus menjalani kehidupan, jika waktunya sudah tepat nanti aku akan membawa mereka kesini dan memperkenalkan mereka kepada ibu yang sudah melahirkan dan mempertaruhkan nyawa nya demi mereka. Aku menyayangimu sahabatku" kata ku sambil nangis.


Setelah aku meminta restu dari Devi, kini mas Herman yang menangis dan memeluk pusara istrinya " Sayang, maafkan mas ya, jika mas terkesan egois. Mas sangat berterima kasih kau sudah memberikan mas anak yang lucu dan pandai. Disini mas meminta restu mu untuk menikahi meysha. Jangan salah paham sayang. Mas menikahinya demi anak kita, agar mereka tidak kekurangan kasih sayang dari seorang ibu. Beristirahatlah dengan tenang sayang. Sampai kita nanti bertemu di Jannah nya" mas Herman menangis tersedu-sedu.


Kemudian kami pulang kerumah dan bermain dengan Devia dan Devano. Mereka terlihat sangat bahagia sekali karena ada ayah dan mamanya disini.


*Pasta pernikahan*


Setelah mas Herman mengucapkan ijab qobul, aku langsung turun ke bawah dari lantai atas. Kemudian duduk disampingnya dan mencium tangan nya kemudian tidak seperti pasangan lainnya yang pengantin pria mencium kening istrinya. Tetapi mas Herman tidak melakukan nya untuk ku. Karena pernikahan ini semata mata demi si kembar.


Kemudahan kami menyalami para tamu undangan dan setelah itu kami kembali ke kamar. dan tidak ada malam pertama kami hanya tidur karena kelelahan seharian ini. Ku lihat mas Herman gelisah dalam tidurnya aku tau ia tidak terbiasa dengan ku sehingga aku berpindah tidur ke kamar si kembar. Lalu aku lihat wajah damai kedua anak ku.

__ADS_1


(Devia Dan Devano ) Kalian sudah mama anggap seperti anak mama sendiri. Dan sampai kapanpun kalian adalah anak mama.


Begitulah yang ku ucapkan menenangkan hati keduanya kemudian keduanya tersenyum dengan damai nya.


Mas Herman menyusul ku ke kamar si kembar. Lalu entah mengapa mas Herman kemudian memelukku dan berkata "Mari kita mulai semuanya dari awal. Karena aku sekarang adalah suami mu dan kau bukan hanya mama dari anak-anak ku tetapi kau adalah istri ku" katanya dengan ekspresi datar.


Kemudian aku mengangguk dan tersenyum pada Herman yang notebene adalah suami ku sekarang.


"Terimakasih tuhan kau sudah menitipkan sahabat yang baik untuk ku, aku adalah manusia paling hina yang hingga saat ini hanya bisa merasakan kebaikan dari sahabatku"


* 5 tahun kemudian*


Devia dan Devano terlahir menjadi anak yang begitu cerdas dan berbakat. Itu semua berkat didikan meysha dan Herman, mereka sangat bersyukur karena kedua anaknya tidak kehilangan sosok ibu.


*Hingga waktunya tiba nanti mama dan ayah akan memberitahukan kalian yang sebenarnya nak" kata keduanya. Sambil melihat Devia dan Devano bermain ria di taman belakang rumah.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2