Cinta Dibalik Persahabatan

Cinta Dibalik Persahabatan
pertengkaran Devi dan Rudi


__ADS_3

Sore itu Devi dan Rudi bertemu di sebuah restoran, kemudian mereka berbincang dengan hangat dan mesra seperti kebanyakan pasangan pada umum nya, di tambah lagi dengan Devi yang senang sekali mengusili rudi sehingga pertemuan mereka saat itu tidak membosankan sama sekali.


Kemudian saat mereka sedang asik menikmati makanan dan minuman yang ada di restoran tersebut, handphone milik Devi pun berbunyi, dan memperlihatkan bahwa si penelpon adalah Herman.


Rudi hanya menatap Devi dengan tatapan bertanya tanya, Siapa herman?" gumam Rudi


Kemudian Devi melirik Rudi, Berharap sang kekasih memberikan nya izin untuk mengangkat telpon tersebut, Rudi pun menghela nafas dan membiarkan kekasih nya tersebut, menerima telpon.


Ternyata Herman adalah mantan kekasih devi, Devi mengangkat telpon Herman yang ternyata Herman sudah pulang dari kota tempat Herman bekerja.


Herman bekerja di kota demi mendapatkan penghasilan yang besar agar segera dapat menghalal kan kekasih nya, yaitu Devi.


namun setelah Herman pindah ke kota, entah karena hal apa Devi Memutuskan hubungan nya dengan Herman, dengan alasan Devi yang ingin fokus pada kuliah nya.


Herman pun saat itu mencoba memahami keadaan Devi, dan setuju jika mereka mengakhiri hubungan mereka, tetapi mereka akan tetap Berpegang teguh pada komitmen yang mereka jalani hingga saat ini.


Lama kelamaan Herman begitu Sibuk dengan pekerjaan nya, bahkan Herman tak lagi sempat memberikan kabar pada Devi, hingga Devi merasa terbaikan begitu saja.


Berbulan-bulan sudah Devi menunggu kabar dari Herman, namun Herman tak juga menghubungi nya.


Sehingga Devi Akhirnya menjalin Hubungan Dengan Rudi dan saat ini, Hubungan Rudi dan Devi sudah berjalan 6 Bulan lama nya.


Namun Hari ini, Herman menghubungi nya kembali. Awal nya Rudi tidak terlalu peduli dengan siapa yang menelpon Devi, tetapi entah mengapa ia merasa nama tersebut tidak asing baginya.


Dan ternyata ia baru saja mengingat nya, yang menelpon Devi adalah Herman mantan kekasih devi.


🌸🌸🌸🌸🌸


Melihat Herman menelpon Devi tentu saja Rudi sangat cemburu, pasal nya yang menelpon ialah Herman mantan kekasih devi.


"Halo Assalamu'alaikum, apa kabar" ucap Herman dari seberang telepon.


"Waalaikumussalam baik, kamu sendiri apa kabar" ucap devi tersenyum girang menanggapi Herman, pasal nya ia juga merindukan lelaki itu, setelah sekian lama ia menghilang tanpa kabar.


"Alhamdulillah keadaan ku baik, aku sekarang sudah berada di desa, bisakah kita bertemu?" pinta Herman kepada Devi.


namun sebelum menjawab pertanyaan Herman, handphone Devi di ambil secara paksa oleh Rudi.


kemudian Rudi lah yang menjawab nya dengan mengatakan bahwa Devi sibuk dan sudah punya pacar.


Tentu saja itu membuat Herman Terkejut dan kecewa terhadap Devi, Herman pikir meskipun Hubungan mereka sudah putus, Devi akan tetap menunggu Herman pulang dan berharap ada kemungkinan hubungan mereka di lanjutkan kembali, karena kenyataan nya herman Masih mencintai Devi dan ingin menjadikan Devi istrinya.

__ADS_1


Di restoran tersebut Devi marah-marah terhadap Rudi yang dengan tidak sopan mengambil handphone nya secara paksa. tetapi Rudi juga sedang emosi melihat Devi yang masih berhubungan dengan mantan Kekasih nya,tetapi devi pun tak kalah emosi nya dengan Rudi yang menurut Devi sudah keterlaluan.


Akhirnya Devi pergi meninggalkan Rudi sendirian di restoran sambil menangis, kemudian ia memasan taxi online dan segera lenyap dari restoran tersebut.


______Sesampai nya dirumah_______


Devi langsung menghubungi Herman dan meminta maaf atas ucapan Rudi yang tidak berkenan di hati Herman.


Herman pun tidak mempermasalahkan itu, karena Herman sama sekali tak ingin ikut campur dengan urusan kedua nya.


"Aku sangat mencintaimu, tetapi mengapa kamu menjalin hubungan dengan lelaki lain?apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi? sehingga dengan mudah nya kamu berpaling dengan lelaki itu?" kata herman, dengan suara berat dan tentunya sedang menahan amarah dan kekecewaan nya.


"Maafkan aku, Aku menyayangi mu sebagai Abang ku sendiri, ku mohon maafkan aku,bisakah kita baik-baik saja" kata Devi dengan tidak tahu diri nya, dan seolah-olah ia tidak memahami apa yang dirasakan oleh Herman.


" Tentu saja bisa kenapa tidak, aku juga tidak bisa memaksa kan hati mu yang ternyata sudah menjadi milik orang lain, jangan pernah berubah ya, Jika jodoh maka kita akan tetap di persatukan, meski sekarang engkau berada dalam genggaman orang lain" ucap Herman menyeka air mata nya, mata Devi terasa perih menahan air mata yang hendak turun.


Ingin rasa nya Herman menanyakan alasan apa yang menjadi keputusan devi saat itu, saat ia memilih memutuskan hubungan nya dengan Herman, lalu menjalin hubungan dengan lelaki lain, sungguh ini sangat tidak adil bagi Herman.


" Terima kasih atas pengertian nya, Sekali lagi ku mohon Maafkan aku" ucap devi dengan suara sendu dan tangisan yang sudah tidak bisa lagi ia bendung.


Devi dan Herman berjanji untuk bertemu malam nanti, mereka ingin menikmati kebersamaan mereka seperti dulu lagi meski sekarang keadaan mereka sudah berbeda.


________Malam pun Tiba_________


Devi sudah bersiap-siap sore itu, ia menyiapkan beberapa pakaian untuk ia pakai, karena malam ini ia akan pergi bersama mantan kekasih nya, yang sudah ia anggap seperti Abang nya sendiri.


Akhir nya malam itu Herman menjemput Devi kerumah nya, kemudian Herman disambut hangat oleh kedua orang tua devi, Mengapa tidak karena Herman adalah lelaki yang ramah dan bertutur sopan kepada kedua orang tua devi. Herman pun sudah menganggap Orang tua Devi, seperti orang tua nya sendiri.


"Assalamu'alaikum pak,buk" sapa Herman dengan taman dan menyalami ayah dan ibu Devi.


"Waalaikumussalam, eh udah pulang nak Herman" senyum orang tua devi kepada herman, Terlihat jelas kedua orang tua Devi bahagia dan cerita, sebab Herman yang tak pernah berkunjung kerumah sejak 8 bulan terakhir dan semua itu karena Herman sangat sibuk dengan pekerjaan nya.


"Alhamdulillah pak buk, bisa pulang hanya untuk seminggu disini, Kebetulan lagi jadwal nya libur, jadi saya memutuskan untuk pulang dan melepaskan rindu saya pada keluarga, dan juga pada Devi,Saya izin ingin membawa Devi pergi keluar sebentar pak, ada yang ingin saya bicarakan" ucap Herman dengan lembut.


"Baiklah nak Herman, kami mengerti kalian sangat jarang sekali bertemu, jadi sekali bertemu nya tentu banyak sekali yang ingin di bicarakan, kalau begitu hati-hati di jalan, jangan pulang larut malam ya" ucap orang tua devi tersenyum.


Orang Tua devi memang sangat mempercayakan Devi kepada Herman, karena sudah 4 tahun Devi dan Herman Menjalin Hubungan, hingga saat HubunganHerman dan Devi Kandas ,pun orang tua devi tidak Mempercayai nya, dan tetap saja Herman sudah di anggap seperti anak sendiri oleh orang tua devi.


Devi dan Herman mengendarai sepeda motor menuju Cafe di mana mereka sering bertemu saat pacaran dulu, Herman sangat tau Minuman kesukaan Devi tanpa bertanya kepada Devi Herman sudah memesan es coklat kesukaan Devi,Devi yang paham akan hal itu hanya tersenyum melihat mantan kekasih nya itu tau betul apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh nya.


" Masih ingat saja minuman kesukaan ku" tutur Devi menoleh pada Herman, Herman membalas senyuman Devi.

__ADS_1


" Aku akan selalu ingat, tidak mungkin aku lupa dengan segala hal tentang orang yang sangat aku sayangi" kata Herman kemudian menyeduh minuman nya.


Mereka berbincang tentang segala hal yang pernah mereka lewati Bersama selama 4 tahun terakhir, di saat susah senang nya Herman, Devi tetap selalu ada untuk herman, serta begitu juga sebaliknya.


" jaga dirimu baik-baik meski sekarang kamu sudah bersama orang lain, karena kita engga tau rencana Allah yang sesungguh nya, siapa tau jodoh kamu itu aku, sebelum janur kuning melengkung tidak ada salah nya kan aku tetap memperjuangkan kamu" goda Herman pada mantan kekasih nya tersebut.


Devi terkekeh geli mendengar ucapan Herman.


" hehe pasti mas tenang aja, kalo gak jadi tuan rumah nya, ya paling tidak jadi tamu undangan nya ya kan" kata Devi sambil mengejek Herman.


sikap mengesalkan kamu yang selalu aku rindukan Dev, sikap manja kamu, sikap sok tegas kamu, dan semuanya, aku rindu semua itu. ucap Herman dalam hati nya.


"Selalu bahagia Devi ku" tutur Herman sambil tersenyum pada Devi.


kemudian Devi menoleh dan kemudian tersenyum, ingin rasa nya Devi memeluk Herman saat itu, tetapi saat ia ingin melakukan itu, ia di Bayangi oleh wajah Rudi, sehingga ia mengurungkan niat nya, ia takut mengecewakan Rudi.


Kemudian setelah berbincang, Herman dan Devi berfoto dengan riang nya, mulai dari Ekspresi calm, Ekspresi Ceria, dan yang terakhir dan Ekspresi wajah yang sengaja di jelek-jelek kan. Setelah itu mereka tertawa bersama melihat tingkah konyol mereka jika sudah bertemu.


Hari semakin larut dan itu membuat Herman tak enak hati jika membawa Devi terlalu lama dari rumah, Herman mengajak Devi pulang kerumah. Devi pun mengangguk.


Mereka mengendarai motor, kemudian bergegas pergi dari tempat tersebut. di perjalanan Devi memeluk Herman dari belakang, Devi kembali mengingat masa-masa mereka menjalin hubungan dulu.


Sering kali ia Naik motor berdua dengan herman, kemudian pergi jalan-jalan kemana pun mereka mau.


"Aku begitu merindukan momen-momen bersama kamu" kata Devi semakin mengeratkan pelukan nya.


Herman meminimalkan laju motor nya, kemudian ia tersenyum.


"Andai dunia masih berpihak dengan hubungan kita, mungkin kita akan menjadi manusia paling bahagia di dunia ini" kata Herman menyesali kandas nya hubungan mereka.


"Sudah jalani saja, Jangan mengeluh begitu, Allah lebih tau apa yang terbaik bagi hamba nya" kata Devi sok bijak dan ala-ala penasehat.


Herman terkekeh melihat Devi yang bisa berubah sikap kapan saja dan di kondisi apa saja.


"Kau ini bisa saja bawel" kata Herman gemas pada Devi.


**Jangan lupa like nya dan ♥️ nya kakak-kakak dan abang-abang.


semoga terhibur dengan sedikit imajinasiku


mohon maaf jika banyak typo**

__ADS_1


__ADS_2